
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM – Perjalanan hidup Annisa Mirandra membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu harus dilalui melalui jalan yang lurus. Lulusan SMA yang sempat berdebat dengan orang tua soal pilihan kuliah ini, akhirnya menemukan jalannya sendiri di dunia jurnalistik hingga meraih kesempatan berkarier di bidang penyiaran, sesuai dengan passion yang sejak lama ia idamkan.
Awalnya, Annisa ingin melanjutkan pendidikan di Jurusan Komunikasi Konsentrasi Siaran Universitas Diponegoro (UNDIP). Namun, keinginan itu sempat terbentur dengan pendapat orang tua. Ibunya menginginkan Annisa mengambil jurusan Psikologi, sementara ayahnya mendorong untuk masuk Fakultas Kedokteran Gigi.
“Waktu itu saya bilang ke orang tua, kalau kuliah ikut menghendaki mereka, saya tidak bisa menjamin izin tepat waktu, bahkan tidak yakin akan kuliah,” kenang Annisa.
Akhirnya, keluarganya mengalah. Ia tetap mengambil Ilmu Komunikasi, meski diarahkan pada konsentrasi Jurnalistik, bukan Broadcast. Pilihan kampus pun jatuh ke Universitas Esa Unggul, setelah mendapat pertimbangan keluarga besar agar tidak jauh dari rumah.
Meski awalnya merasa tidak sepenuhnya sesuai passion, Annisa tetap menjalaninya. Baginya, menulis berita bukanlah sesuatu yang paling ia sukai, karena bergantung pada suasana hati dan jarang turun ke lapangan. Namun, Allah memberikan jalan lain yang indah.
Kesempatan emas datang lewat almarhum Wahyu Hidayat, sosok yang menjadi guru sekaligus mentornya. Dari beliau, Annisa mendapat banyak pengalaman berharga di dunia jurnalistik hingga merambah dunia Penerbitan.
“Dari almarhum Pak Wahyu saya belajar banyak hal. Dari jadi reporter, pembawa acara News Anchor, editor video, admin, sampai akhirnya dipercaya di posisi Broadcast Technical Operator. Posisi inilah yang sejak dulu saya inginkan,” penuh terima kasih.
Tak hanya itu, Annisa juga berkesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Dewan Pers. Berkat itu, ia kini diakui secara resmi sebagai Wartawan Muda sekaligus bagian dari Aliansi Wartawan Indonesia (AWI).
Bagi Annisa, ini adalah bukti nyata bahwa Allah selalu punya rencana terbaik, bahkan melebihi apa yang diharapkan manusia.
“Buat teman-teman yang punya mimpi besar, jangan berkecil hati. Walaupun jalannya tidak selalu mulus, percayalah Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih indah di depan sana,” pesannya.
Kini, langkah Annisa telah dibawa jauh hingga ke Kabupaten Fakfak. Dari tanah perantauan inilah ia terus berkarya, membuktikan bahwa keyakinan, doa, dan kerja keras bisa mengantarkan seseorang menuju impian besarnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak