
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM– Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Sri Voni Notanubun, menyoroti lemahnya aktivitas PKK di tingkat kampung. Ia menyebut banyak kampung di Fakfak yang tidak lagi menjalankan program PKK bahkan hingga 5–10 tahun terakhir.
Hal itu ia sampaikan usai mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang sudah dilakukan di 14 titik wilayah Fakfak.
“Fakfak punya 142 kampung dan 17 distrik. Namun kenyataannya, sebagian besar PKK di kampung tidak aktif. Ada yang hanya muncul saat acara seremonial, tapi untuk program inti sama sekali tidak jalan,” tegas Sri Voni. Senin, 25 Agustus 2025.
Menurutnya, dana operasional PKK sebenarnya sudah melekat di dana desa. Sayangnya, kurangnya koordinasi dari tingkat kabupaten sampai kampung membuat kegiatan PKK tidak terlaksana sebagaimana mestinya.
“Kami temukan ada kampung yang benar-benar nol kegiatan PKK. Padahal peran PKK sangat vital sebagai mitra kepala kampung dalam pembangunan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Sri Voni menegaskan, hasil monitoring ini akan menjadi dasar TP PKK Fakfak untuk meluncurkan program baru yang lebih tepat sasaran. Tujuannya, agar PKK di kampung kembali hidup dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin PKK hadir sesuai dengan 10 program pokok yang sudah ada. Tinggal dijalankan lewat Pokja-Pokja di setiap kampung. Dengan begitu, PKK bisa memberi manfaat nyata bagi keluarga sebagai unit terkecil pembangunan,” ujarnya.
Ia bersama Ketua TP PKK Fakfak berkomitmen untuk menghidupkan kembali organisasi PKK di seluruh kampung dan kelurahan agar lebih aktif, berdaya, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak