
INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ dr. Erry Anggraeni, MARS., Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Fakfak, mengaku menolak tawaran seorang calon bupati yang meminta kesediaannya menjadi calon wakil bupati dalam Pilkada serentak 2020 mendatang. Hal itu dikatakan Erry kemarin (31/7), saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, di RSUD Fakfak, Papua Barat.
“Sudah ada yang meminta saya untuk bersedia menjadi calon wakil bupati, mendampinginya. Namun saya menolak,” ujar Erry. “Kalau untuk Pilkada berikutnya, saya mungkin akan maju mencalonkan diri,” tambahnya.

Menurut wanita kelahiran 1971 ini, pertimbangan bahwa dirinya akan pensiun 13 tahun lagi, popularitas seorang dokter dan gender, mempengaruhi sikap politiknya.
“Menurut saya, seorang wanita layak menjadi pemimpin daerah. Dan dokter tentu memiliki nilai jual untuk meraih suara,” ucap Erry.
Erry mengaku, dirinya sudah mempersiapkan diri pada Pilkada periode mendatang. Namun yang dimaksud, bukan kesiapan finansial.
“Kalau uang tentu saya tidak punya. Namun sejak dini, saya sudah mempersiapkan pendekatan secara sosial kepada masyarakat. Dan saya berpendapat, masyarakat tidak akan melupakan hal-hal yang baik,” ujar Erry optimis.
Bila hal ini menjadi nyata, maka dr. Erry Anggraeni merupakan calon pemimpin daerah wanita pertama di bumi pala ini. Layak dan tidaknya untuk dipilih, kembali kepada keinginan masyarakat. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak