Breaking News
Home / Headline / 36 Jam Tanpa Mandi, 1 Mobil Ditinggal

36 Jam Tanpa Mandi, 1 Mobil Ditinggal

Fakfak_ Sebanyak 24 mobil, 8 motor dan 98 orang yang termasuk dalam tim “tour berlumpur” akhirnya berhasil menembus proyek nasional jalan lintas Fakfak-Kaimana. Perjalanan darat yang dimulai pada Kamis (12/2) itu, setelah melalui perjuangan dan doa, akhirnya bisa mencapai Kabupaten Kaimana pada Minggu (15/2) dini hari.

Dua orang wartawan, Rustam Rettob dan Bernadus Jefri, turut serta dalam rombongan yang diikuti pula oleh 3 anggota DPRD ini. Selain itu, ada tim pioneer yang bertugas survey perjalanan, tim bengkel, tim komunikasi dan tak lupa tim urusan perut.

Kepada media ini, Rustam dan Jefri berbagi cerita tentang perjalanan yang menempuh waktu tiga hari tiga malam lebih itu.

Rustam Rettob, wartawan salah satu harian asal Sorong ini, mengaku merasa senang bercampur menegangkan. Meski dirinya telah menggambarkan bahwa sebagai jalan rintisan awal pasti jauh dari sempurna, tetapi kenyataan di lapangan membuat dirinya sangat kurang tidur.

“Sangat kurang tidur. Bahkan saya tidak mandi selama 36 jam lebih, sebab badan sudah terlanjur terbiasa dengan lumpur,” aku Rustam.

Menurut Rustam, jalan lintas Fakfak-Kaimana masih banyak kendala. Selain belum diaspal, rombongan terpaksa bekerja seperti kontraktor, karena harus membuat 6 jembatan darurat, agar kendaraan bisa lewat.

“Salah satu yang menghambat perjalanan adalah, kami harus membuat jembatan darurat. Peralatan potong kayu yang kami bawa, sangat membantu. Ada 6 jembatan yang memaksa kami bersusah payah,” tambah Rustam. “Jalanan curam dan menikung tajam. Negeri juga melihat kendaraan kami diatas, sementara mobil mobil lain cukup jauh dibawah,” lanjutnya.

Cerita Rustam, karena parahnya kondisi alam, 1 mobil terpaksa ditinggal lantaran mengalami kerusakan. Tim bengkel tak sanggup menyelesaikan servicenya, karena sparepart dan kondisi kendaraan tak memungkinkan dijalankan.

Sementara itu, jika Rustam telah kembali ke Fakfak dengan KM. Tidar Selasa (17/2) lalu, Jefri hingga berita ini dibuat, masih bertahan di Kaimana.

“Tiga anggota DPRD, yakni Samaun Hegemur, Semuel Hegemur dan Safi Yarkuran, juga masih ada disini. Bedanya, kalau beberapa hari lalu kami menginap di hotel bagus, kini kami tidur di Balai Diklat. Informasinya, seluruh kendaraan akan diangkut pulang ke Fakfak dengan KM Kalabia,” ujar Jefri.

Senada dengan cerita Rustam, Jefri juga menceritakan bahwa perjalanan banyak hambatan. Banyak jalan menikung dan curam.

“Kendaraan yang kami tumpangi, saat itu saya dan Rustam satu mobil dengan Wakil Ketua DPRD Samaun Hegemur, sampai tidak kuat menanjak. Kemiringan jalan naik dan turun sungguh membuat kami tegang. Sering kami harus berjalan kaki, sementara mobil melaju berhati-hati,” kata Jefri,

Menurut Jefri, alur beritanya sangat bagus untuk diketahui masyarakat. Kita tunggu saja kelanjutan cerita tour berlumpur ini. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Akan Digeledah Kejaksaan, Ruangan SR Terkunci rapat

Fakfak_ Dipimpin Kasi Pidsus, Bagir, SH. dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, Togi Sirait, SH., ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *