Home / Fakfak News / Ekonomi / Keselamatan Penerbangan di Bandara Torea Berdasar Data BMKG dan Visual

Keselamatan Penerbangan di Bandara Torea Berdasar Data BMKG dan Visual

Bandara Torea Fakfak dan Kepala Bandara, Mahendra (insert)
Bandara Torea Fakfak dan Kepala Bandara, Mahendra (insert)

Fakfak_ Tanpa mengesampingkan faktor keselamatan penerbangan, prosedur penerbangan di Bandara Torea, Fakfak, tentu tidak serumit seperti di bandara besar seperti Bandara Juanda. Keselamatan penerbangan baik dari dan menuju Bandara Torea Fakfak, lebih mengandalkan data cuaca dari BMKG dan pandangan visual petugas Air Trafic Control (ATC) maupun pilot.

 

Kepala Bandara Torea, Fakfak, Setya Mahendra menjelaskan, Bandara Torea Fakfak, merupakan bandara kelas 3 sebagai bandara pengumpan. Sebagai bandara yang tergolong kecil, tentu belum dilengkapi dengan peralatan canggih, semisal radar. Untuk itulah, informasi dari BMKG dan pandangan visual menjadi sangat vital.

 

“Informasi dari BMKG tentu harus diketahui pilot. Jadi sebelum berangkat, prosedur itu harus dilalui. Informasi BMKG dan pandangan petugas ATC diinformasikan kepada pilot, dan keputusan untuk terbang atau tidak, berada di tangan pilot,” jelas Mahendra.

 

Lebih jauh pria asal Yogyakarta ini melanjutkan, biasanya, sebelum terbang pilot akan meminta informasi dari BMKG dan bandara yang dituju. Berdasar informasi itulah, pilot mengambil keputusan terbang atau tidak.

 

“Untuk Bandara Torea, schedule atau jadwal terbang, dibuat tahunan. Jadi kami sudah mengetahui jadwal tersebut. Namun dalam perjalanannya, kadang ada perubahan schedule, maka kami pun mengikuti perubahan tersebut. Seperti saat ini (5/1), pesawat dari Nabire yang seharusnya landing pada 16.00 WIT, ternyata tertunda hingga 17.00 WIT. Maka kami masih stand bye di bandara,” ujar Mahendra. “Kami akan memperhitungkan, apakah dengan terbang terlambat dari Nabire masih bias mendarat dengan baik di Fakfak, kami menginformasikan kepada pilot.” Lanjutnya.

 

Menurut Mahendra, di Bandara Torea terdapat 6 orang yang bertugas di menara. 4 orang merupakan spesialis ATC, sedang 2 orang bertugas sebagai AIS. Dengan perlengkapan yang ada, Mahendra menjamin penerbangan dari dan menuju Bandara Torea, aman. Satu hal akan segera ditambahkan, bahwa landasan pacu pesawat atau run way, direncanakan ditambah sekitar 250 meter lagi. (wah)

Keselamatan Penerbangan di Bandara Torea Berdasar Data BMKG dan Visual

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Setelah Tutup 19 Hari, Bandara Torea Kembali Normal

Fakfak_ Kedatangan pesawat wings air pagi tadi (29/1), menjadi pertanda Bandara Torea Fakfak, Papua Barat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *