
Fakfak_ Ada yang menarik pada kasus kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh calon ibu tiri dan bapak kandungnya ini. Keluarga Ismk yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah, justru mendukung pengusutan kasus ini. Sikap ini setidaknya tergambar dalam SMS dari kakak Ismk kepada Farah, tante Riri.
Dalam SMSnya pada 25 Novemver 2014, jam 14.11 WIT, kakak Ismk mengirimkan SMS seperti ini; “Mama, tadi saya dapat kabar, Pak Mul sekarang dinas ke Fakfak. Kemarin (Senin, 24 November, red) ketemu Riri, katanya badan Riri gosong-gosong dan kurus. Tolong Mama Yaya cek dengan Pakde. Kalau betul begitu, laporkan ke polisi saja Ismoko dengan perempuan itu. Kami yang di Jawa khawatir banget, jangan-jangan Riri dianiaya oleh xxxx itu.”
Selain itu, SMS serupa juga dikirimkan esoknya pada 26 November 2014 pada 13.18 WIT: “Mama Yaya sudah bisa lihat Riri? Tolong ya Ma, kalau perlu Mama sama Pakde diam-diam kumpulin bukti-bukti, ajak masyarakat sekitar, kalau betul-betul Riri dianiaya, seret aja dua orang itu ke polisi. Kami saudara di Jawa, sudah ikhlas misalnya Moko harus dipenjara.”
Berawal dari SMS inilah, Farah beserta keluarga mertua kakak Ismk ‘ngeluruk’ rumah Ismk di Belakang GOR Krapangit Gewab dan mendapat kondisi Riri yang memilukan. Saat itu, Riri terbaring dengan kepala membengkak, mata membengkak dan lebam cenderung hitam.
Melihat kondisi ini, keluar Riri akhirnya menyerahkan kasus ini kepada polisi. Lalu, mengapa keluarga Ismk justru mendukung pelaporan Ismk dan Yti ke polisi? (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak