
Fakfak_ Lembaga survey bertaraf nasional, Indo Barometer, melakukan survey masalah Sosial, Politik, Budaya Kemasyarakatan dan Perilaku Pemilih di Kabupaten Fakfak. Dalam surat tugas pegangan tenaga surveyor disebutkan bahwa, survey dilakukan pada Maret hingga April ini.
Masalahnya, pada dokumen pengenal yang meliputi copy surat Rekomendasi Penelitian untuk Mohammad Qodari, dkk yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik, dengan nomor rekomendasi 460.02/0129/Kesbangpol, terdapat kejanggalan pada stempel dan tandatangan Plt. Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik, Drs. Indra Baskoro, MSi.
Selain itu, untuk lembaga survey berkelas nasional, nama surveyor pada surat tugas tertulis tangan dengan pencil, bukan ketikan.
Beberapa poin yang disurvey, cukup menyentak. Sebab, hal yang ditanyakan antara lain siapa cabup/cawabup pilihan kita, penilaian kita terhadap masing-masing cabup, juga penilaian kita terhadap kinerja bupati.
Ludovika Welerubun, salah seorang surveyor menjelaskan bahwa terdapat 8 surveyor yang bertugas di Fakfak.
“Kami ada 8 orang. 7 orang Fakfak 1 berasal dari Kaimana. Sedangkan target orang yang harus saya wawancarai sebanyak 163 orang,” aku Vika.
Sayangnya, Kepala Kantor Kesbang Linmas, Salimin Rohrohmana, belum bisa dihubungi. Sehingga, belum diketahui apakah keberadaan Indo Barometer ini sepengetahuan pihaknya, atau tidak. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak