
Fakfak_ Kepala Bidang Aset pada DPPKAD Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, berhasil menemukan keberadaan kapal angkut LCT Fakfak II milik Pemerintah Kabuaaten Fakfak. Kapal tersebut kini tengah teronggok berkarat di Tulehu, Ambon. Mestinya, kapal yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Mbiah Pohi itu, bisa mengalirkan rupiah ke pundi pundi perusahaan, atau kas daerah.
Keberadaan kapal jenis LCT ini dibeberkan Untung Tamsil di media sosial facebook 2 hari lalu. Dari foto yang diposting, nampak kapal tersebut jauh dari kata terurus, apalagi diklaim sebagai kapal yang sedang beroperasi. Benarkah kapal tersebut tak terurus oleh PD Mbiah Pohi?
Sayangnya, pihak PD Mbiah Pohi belum berhasil ditemui. Wartawan yang sudah menunggu ‘antrian’ lebih satu jam di Kantor PD Mbiah Pohi di daerah Kawasan, akhirnya pergi.
Namun, melalui SMS, Direktur PD Mbiah Pohi, Frans Sidharta, MBA. menyesalkan tindakan Untung Tamsil yang tidak bertanya kepada pihaknya.
“Kalau Untung mau Tanya LCT, datang ke kantor kami. Tanya (juga keberadaan) genset 100 kVa mobile dimana, jangan kura-kura dalam perahu. Genset di depan mata didiamkan. LCT produktif diotak-atik,” tulis Frans.
Sementara itu, Untung melalui akun FB-nya, mengatakan bahwa Bupati Fakfak hari ini (kemarin, 23/2) akan melihat LCT tersebut dari dekat.
Disinggung apakah LCT tersebut nantinya termasuk aset yang akan dilelang, Untung menyampaikan bahwa pihaknya masih akan merapatkan bersama Mbiah Pohi. Namun, Untung juga menyampaikan bahwa, jika syarat adminsitrasinya lengkap, bisa juga dilelang.
Keberadaan PD Mbiah Pohi sendiri memang masih belum mendapat prioritas perhatian pemerintah. Setidaknya, ini merupakan pemikiran pihak Mbiah Pohi. Buktinya, hingga kini belum ada suntikan dana modal.
Frans Sidharta cukup bangga, selama ini PD Mbiah Pohi berhasil memberikan setoran PAD, yang meski sedikit, namun nyata. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
sangat di sayangkan….