
Fakfak_ Ujian untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi atau SIM di Satlantas Polres Fakfak, kini menerapkan uji terkomputerisasi. Dengan sistem lumayan canggih ini, peserta ujian SIM menjawab ujian yang diujiikan melalui visual dan sound.
Meski demikian, dengan jujur Kasat Lantas Polres Fakfak, AKP Haris Darma Sucipto, SH. menjelaskan bahwa, petugas masih memberikan bimbingan kepada peserta ujian, karena masih banyak yang belum mengerti teknologi ini.
“Kalau dibiarkan, tentu akan memakan waktu lama. Sebab, banyak peserta ujian yang masih bingung dengan sistim ini. Jadi masih dibimbing petugas,” kata Kasat Lantas asal Sidoarjo ini.
Sementara itu, Annisa Shafira, siswi SMA Negeri I Fakfak yang mengikuti ujian terkomputerisasi ini, mengaku awalnya kesulitan.
“Awalnya kesulitan, tapi akhirnya bisa, setelah diberi arahan petugas,” kata Annnisa yang mengambil SIM C ini.
Kasat Lantas menyinggung masih banyaknya motor yang menggunakan knalpot racing yang menimbulkan suara bising. Untuk itu, pihaknya akan terus merazia motor-motor yang tidak dilengkapi dengan peralatan standar, agar mengurangi resiko kecelakaan di jalan.
Saat ini, seratrus lebih knalpot racing berahasil diamankan di Satlantas. Knalpot knalpot ini nantinya akan dimusnahkan dengan cara dipotong-potong, seperti yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
tolong dipublikasikan berapa sebenarnya biaya kalau pembuatan SIM C baru dan perpnjangan SIM C. apakah betul rp.285 untuk perpanjang?