
Fakfak_ Kapolres Fakfak, AKBP. Drs. H. Muhammad Yusuf Th, SH. MH. berjanji untuk menindak anggotanya jika terbukti terlibat dalam tap BBM atau pembelian BBM untuk dijual kembali kepada industri. Hal ini disampaikan Kapolres, menanggapi keluhan wartawan soal lambannya Kapolsek Fakfak, Kompol. Abuthalib Ayuba, merespon temuan wartawan yang melihat adanya mobil pick up yang sedang nge-tap BBM di SPBU Fakfak.
“Kita belum tahu, apakah lambannya Kapolsek karena ada hubungan dengan aksi tap tersebut. Yang pasti, saya sudah instruksikan kepada seluruh anggota untuk tidak main BBM,” tegas Kapolres.
Sehari sebelumnya, salah seorang wartawan memergoki sebuah mobil pick up dengan nomor polisi W 8544 M, diduga tengah mengisi BBM ke drum drum di bak belakang yang ditutupi terpal.
“Senin malam (24/11) sekitar pukul 22.00 WIT, saya melihat sebuah pick up tengah nge-tap BBM. Melihat hal itu, saya berinisiatif melapor ke Kapolsek. Yang saya sesalkan, beliau seperti tidak ada respon, malah menerima telepon lama. Akhirnya saya turun ke SPBU lagi, ternyata pick up itu sudah keluar,” ujar Salmon Teurupun.
Untungnya, menurut Salmon, dirinya masih sempat memfoto kejadian tersebut, sehingga jelas terlihat identitas mobilnya.
Dari penelusuran nomor polisi mobil, beberapa wartawan mengenali pemilik mobil tersebut, yang dikenal sebagai pebisnis BBM. Ketika salah seorang wartawan menelepon pemilik mobil, orang tersebut mengakui jika itu adalah mebilnya.
“Dia mengaku itu memang mobilnya. Tapi menurut dia, mobil itu dipinjam oleh salah seorang anggota Polsek Fakfak,” ujar Rustam Rettob.
Belum diketahui, apa tindakan Kapolres setelah menerima aduan wartawan. Masalah ini tidak begitu sulit untuk dipecahkan. Hanya saja, ada kemauan untuk membongkar, atau justru pembiaran. Yang dikuatirkan, jangan sampai masalah “kue BBM” yang manis legit ini, akan menimbulkan percikan antar aparat, seperti di daerah lain. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak