<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Dec 2024 12:08:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Transformasi Perbankan di Era Digital: Menuju Layanan Cepat, Aman, dan Terjangkau</title>
		<link>https://infofakfak.com/2024/12/transformasi-perbankan-di-era-digital-menuju-layanan-cepat-aman-dan-terjangkau/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2024/12/transformasi-perbankan-di-era-digital-menuju-layanan-cepat-aman-dan-terjangkau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 12:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=9436</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis : Rika Sa’diyah dan Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec. Dalam satu dekade terakhir, dunia perbankan telah mengalami transformasi besar-besaran akibat revolusi teknologi digital. Perubahan ini bukan hanya terjadi pada cara bank melayani nasabah, tetapi juga mencakup bagaimana bank beroperasi secara internal. Transformasi digital dalam perbankan menjadi jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2024/12/transformasi-perbankan-di-era-digital-menuju-layanan-cepat-aman-dan-terjangkau/">Transformasi Perbankan di Era Digital: Menuju Layanan Cepat, Aman, dan Terjangkau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9435" aria-describedby="caption-attachment-9435" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094.jpg"><img decoding="async" class="size-large wp-image-9435" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094-1024x706.jpg" alt="" width="618" height="426" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094-1024x706.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094-300x207.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094-768x530.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094-110x75.jpg 110w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0094.jpg 1080w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9435" class="wp-caption-text">Ilustrasi bank digital</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis :<br />
Rika Sa’diyah dan Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec.</p>
<p>Dalam satu dekade terakhir, dunia perbankan telah mengalami transformasi besar-besaran akibat revolusi teknologi digital. Perubahan ini bukan hanya terjadi pada cara bank melayani nasabah, tetapi juga mencakup bagaimana bank beroperasi secara internal. Transformasi digital dalam perbankan menjadi jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut layanan lebih cepat, transparan, dan terjangkau. Artikel ini akan mengulas bagaimana teknologi digital telah mengubah wajah perbankan, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap masyarakat.</p>
<p>Revolusi Digital: Dari Cabang ke Platform Digital<br />
Dulu, layanan perbankan identik dengan antrean panjang di kantor cabang. Namun, kemajuan teknologi telah memungkinkan bank untuk mengalihkan sebagian besar layanan mereka ke platform digital seperti aplikasi mobile dan internet banking. Sekarang, nasabah dapat membuka rekening, melakukan transfer, membayar tagihan, hingga mengajukan pinjaman tanpa perlu datang ke bank. Platform digital ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan kemudahan akses kapan saja dan di mana saja.</p>
<p>Salah satu teknologi yang mendorong transformasi ini adalah cloud computing. Teknologi ini memungkinkan bank untuk menyimpan dan mengelola data dengan lebih efisien, mendukung pengembangan layanan berbasis aplikasi, serta meningkatkan keamanan data. Selain itu, integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), analitik data, dan blockchain telah membuka peluang baru dalam memberikan pengalaman yang lebih personal bagi nasabah.</p>
<p>Perbankan Berbasis Data: Kunci Layanan yang Lebih Personal<br />
Teknologi digital telah memungkinkan bank untuk mengumpulkan dan menganalisis data nasabah secara lebih mendalam. Melalui analitik data, bank dapat memahami pola transaksi, preferensi, dan kebutuhan nasabah. Informasi ini memungkinkan bank menawarkan produk dan layanan yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan individu. Misalnya, melalui analisis data, bank dapat memberikan penawaran pinjaman berbunga rendah kepada nasabah yang memiliki rekam jejak keuangan yang baik.</p>
<p>Kecerdasan buatan juga semakin banyak digunakan untuk meningkatkan pengalaman nasabah. Chatbot berbasis AI kini menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan pelanggan. Chatbot ini dapat menjawab pertanyaan nasabah secara instan, memberikan panduan, dan bahkan membantu proses transaksi. Selain itu, AI digunakan dalam sistem keamanan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi menjadi penipuan.</p>
<p>Keamanan Digital: Prioritas Utama di Era Transformasi<br />
Di balik segala kemudahan yang ditawarkan, transformasi digital juga membawa tantangan besar, terutama dalam hal keamanan. Kejahatan cyber seperti pencurian data dan peretasan menjadi ancaman serius bagi sektor perbankan. Untuk mengatasi hal ini, bank terus berinvestasi dalam teknologi keamanan canggih seperti encryption, autentikasi dua faktor (two-factor authentication), dan biometrik.</p>
<p>Selain itu, teknologi blockchain semakin banyak diadopsi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan dalam transaksi. Dengan sifatnya yang terdesentralisasi dan sulit diretas, blockchain memberikan lapisan perlindungan tambahan, terutama dalam proses transfer dana antarnegara dan transaksi berbasis kontrak pintar (smart contracts).</p>
<p>Bank Digital: Tantangan dan Peluang<br />
Kemunculan bank digital murni seperti Jenius, TMRW, dan Bank Aladin di Indonesia menandai era baru dalam layanan keuangan. Bank digital ini menawarkan layanan yang sepenuhnya berbasis aplikasi tanpa memerlukan kantor cabang fisik. Hal ini memungkinkan mereka untuk menawarkan biaya administrasi yang lebih rendah dibandingkan bank konvensional.</p>
<p>Namun, bank digital juga menghadapi tantangan besar, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Banyak nasabah masih merasa lebih aman bertransaksi melalui bank konvensional yang memiliki kantor fisik. Oleh karena itu, edukasi dan kampanye literasi digital menjadi kunci untuk mendorong adopsi layanan bank digital di Indonesia.</p>
<p>Dampak Transformasi Digital terhadap Masyarakat<br />
Transformasi digital dalam perbankan tidak hanya mengubah cara orang bertransaksi, tetapi juga membuka akses ke layanan keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau (unbanked). Melalui teknologi digital, masyarakat di daerah terpencil kini dapat membuka rekening dan mengakses layanan perbankan hanya dengan ponsel mereka. Hal ini sejalan dengan program inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, transformasi digital telah mendukung pertumbuhan sektor ekonomi digital. Dengan adanya layanan pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menjalankan bisnis mereka dengan lebih efisien. Kecepatan transaksi dan kemudahan pencatatan keuangan yang ditawarkan oleh platform digital membantu UMKM berkembang lebih pesat.</p>
<p>Masa Depan Perbankan Digital<br />
Di masa depan, transformasi digital di sektor perbankan diprediksi akan semakin berkembang dengan integrasi teknologi baru seperti Internet of Things (IoT) dan 5G. Misalnya, perangkat IoT dapat digunakan untuk memberikan notifikasi otomatis terkait pembayaran tagihan atau pengingat keuangan berdasarkan perilaku pengguna. Sementara itu, konektivitas 5G akan meningkatkan kecepatan akses layanan perbankan, terutama di daerah yang selama ini sulit terjangkau jaringan internet.</p>
<p>Selain itu, kolaborasi antara bank dan fintech akan semakin memperkaya ekosistem keuangan digital. Bank konvensional dapat memanfaatkan inovasi dari fintech untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan mereka. Di sisi lain, regulasi yang adaptif dan perlindungan konsumen yang kuat akan menjadi elemen penting dalam memastikan transformasi ini berjalan dengan aman dan berkelanjutan.</p>
<p>Penutup<br />
Transformasi digital telah membawa sektor perbankan ke era baru yang lebih cepat, aman, dan inklusif. Meskipun tantangan seperti keamanan cyber dan literasi digital masih menjadi perhatian, manfaat yang ditawarkan oleh teknologi ini jauh lebih besar. Dengan terus beradaptasi dan berinovasi, perbankan digital akan menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Era digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi industri perbankan untuk tetap relevan dan kompetitif.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_241227_210537_977.sdocx--></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2024/12/transformasi-perbankan-di-era-digital-menuju-layanan-cepat-aman-dan-terjangkau/">Transformasi Perbankan di Era Digital: Menuju Layanan Cepat, Aman, dan Terjangkau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2024/12/transformasi-perbankan-di-era-digital-menuju-layanan-cepat-aman-dan-terjangkau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stunting Meningkat, Siapa Yang Salah?</title>
		<link>https://infofakfak.com/2023/07/stunting-meningkat-siapa-yang-salah/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2023/07/stunting-meningkat-siapa-yang-salah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 02:43:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=7893</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis : dr. Beny Bernard Kwa (Praktisi Kesehatan) INFOFAKFAK.COM_ Angka prevalensi anak dengan kasus stunting di Kabupaten Fakfak terbilang tinggi dan meningkat. Pada tahun 2022 mencapai 26 persen dan meningkat pada tahun 2023 menjadi 29 persen (Tribun Papua.com 14 Mei 2023). Padahal target pemerintah adalah 14 % di tahun 2024. Siapa yang salah ? ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/07/stunting-meningkat-siapa-yang-salah/">Stunting Meningkat, Siapa Yang Salah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7894" aria-describedby="caption-attachment-7894" style="width: 915px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/Screenshot_20230708-091616_Word.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-7894" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/Screenshot_20230708-091616_Word.jpg" alt="" width="915" height="654" /></a><figcaption id="caption-attachment-7894" class="wp-caption-text">Stunting meningkat, Siapa yang salah?</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis : dr. Beny Bernard Kwa (Praktisi Kesehatan)<br />
<strong>INFOFAKFAK.COM_</strong> Angka prevalensi anak dengan kasus stunting di Kabupaten Fakfak terbilang tinggi dan meningkat. Pada tahun 2022 mencapai 26 persen dan meningkat pada tahun 2023 menjadi 29 persen (Tribun Papua.com 14 Mei 2023). Padahal target pemerintah adalah 14 % di tahun 2024. Siapa yang salah ?</p>
<p>Masalah STUNTING  terdengar santer pada tahun 2022-2023 ini, dan para kepala daerah mulai bergerak dan memberi perhatian terhadap masalah ini. Di Provinsi Papua Barat, Penjabat Gubernurnya membentuk Satuan Tugas  untuk mengatasi stunting dan melakukan Gerakan Anak Asuh agar dapat segera mengatasi maslah ini.</p>
<p>Faktanya, masalah stunting ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat sejak tahun 2018, dimana Kementerian PPN/Bappenas telah merumuskan pada bulan November 2018 STRATEGI NASIONAL  PERCEPATAN PENCEGAHAN ANAK KERDIL (STUNTING) tahun 2018- 2024 dan pada bulan Juni 2019 mengeluarkan PETUNJUK TEKNIS PEDOMAN PELAKSANAAN INTERVENSI PENURUNAN STUNTING TERINTERGRASI DI KABUPATEN/KOTA. Setelah itu terbit lagi Perpres no. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting kaena dirasakan bahwa Perpres No. 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi belum dapat mengakomodasi upaya percepatan penurunan stunting secara efektif.</p>
<p>Dari Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang  Standar Antropometri Anak untuk menggantikan Kepmenkes No. 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak yang menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk menilai status gizi anak dilayanan dalam dan luar gedung.  Juga menerbitkan Kepmenkes No. HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.</p>
<p>Membaca peraturan presiden di atas, tertulis bahwa, untuk mengatasi masalah stunting perlu dilaksanakan secara konvergen, holistic, integrative dan berkualitas melalui kerjasama multisektor di pusat, daerah dan desa. Harus dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di tingkat kabupaten dan tingkat  kelurahan/kampung  yang melibatkan berbagai unsur yang bertugas mengoordinasikan, menyinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan Percepatan  Penurunan Stunting di wilayahnya.</p>
<p>Sektor kesehatan  ditugaskan menangani intervensi spesifik (mengatasi langsung penyebab terjadinya stunting} diberikan sasaran dan target pada tahun 2024 sebagai berikut:<br />
1. Persentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang mendapatkan tambahan asupan gizi sebesar 90 %.<br />
2. Persentase Ibu Hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 (sembilan puluh) tablet selama kehamilan sebesar  80 %<br />
3. Persentase remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah 58 %<br />
4. Persentase bayi usia &lt; 6 bulan yang mendapat Air Susu Ibu Eksklusif 80 %<br />
5. Persentase anak usia 6 – 23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping ASI sebesar 80 %</p>
<p>6. Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruksebesar 90 %<br />
7. Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya sebesar 90 %<br />
8. Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi sebesar 90 %<br />
9. Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang mendapat imunisasi dasar lengkap sebesar 90 %</p>
<p>Program kesehatan untuk mencapai target di atas sebetulnya telah dilaksanakan lebih dari 5 tahun oleh UPT Dinas Kesehatan dan hanya perlu dimaksimalkan agar hasil kegiatan mencapai target di atas Supaya mencapai target di atas, maka tiap kabupaten/kota harus menetapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Kab/Kota Bidang Kesehatan yang sesuai kebijakan kementerian kesehatan. Dinas Kesehatan harus merumuskannya dalam Rencana Strategis Kesehatan, dan Rencana Kerja Tahunan, menetapkan Indikator Kinerja Program dan menerbitkan petunjuk teknis program agar kegiatannya bisa dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT).</p>
<p>Pentingnya hal ini termuat dalam SPM, supaya daerah memberikan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan. Pentingnya penerbitan petunjuk teknis program agar kegiatan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Tentunya pencapaian target tersebut harus menjadi target kinerja bagi pimpinan dinas teknis, bidang yang mengelola program dan pimpinan UPT dan harus di evaluasi secara periodik.</p>
<p>Dari penentuan sasaran dan target di atas, tampak bahwa peran sektor kesehatan untuk melakukan kegiatan preventif dan promotif mulai dari usia remaja putri, ibu hamil sampai dengan bayi berusia 24 bulan. Untuk bayi berusia di atas 24-59 bulan yang dilakukan adalah pemantauan dan melakukan intervensi  jika ditemukan masalah.</p>
<p>Secara bersamaan, dilakukan kegiatan intervensi sensitive (mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting) yang dilaksanakan secara konvergen bersama intervensi spesifik.</p>
<p>Untuk intervensi sensitif, ditetapkan sasaran dan target pencapaian pada tahun 2024 dengan sektor yang bertanggung jawab<br />
1. Persentase Pelayanan KB (Keluarga Berencana) paskapersalinan sebesar 70 %, penanggungjawab BKKBN<br />
2. Persentase Kehamilan yang tidak diingnkan sebesar 15,5 %, penanggungjawab BKKBN.<br />
3. Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang memperoleh pemeriksaan kesehatan sebgai bagian dari pelayanan nikah sebesar 90 %, penanggungjawab BKKBN.<br />
4. Persentase rumah tangga yang mendapatkan akses air minum layak di kabupaten/kota lokasi prioritas sebesar 100 %, penanggungjawan sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.<br />
5. Persentase rumah tangga yang mendapatkan akses sanitasi (air limbah domestic) layak di kabupaten/kota lokasi prioritas sebesar 90 %, penanggungjawab sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat<br />
6. Cakupan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional 112,9 juta penduduk, penanggung jawab sektor kesehatan.<br />
7. Cakupan keluarga berisiko stunting yang memperoleh pendampingan sebesar 90 %, penanggungjawab BKKBN.<br />
8. Jumlah keluarga miskin dan rentan yang memperoleh bantuan tunai bersyarat sebesar 10 juta KK, penanggung jawab sektor sosial.<br />
9. Persentase target sasaran yang memiliki pemahaman yang baik tentang stunting di lokasi prioritas sebesar 70 %, penanggungjawab sektor kesehatan<br />
10. Jumlah keluarga miskin dan rentan yang menerima bantuan sosial pangan sebesar 15.600.039 KK, penanggungjawab sektor sosial.<br />
11. Persentase desa/kelurahan  stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 90 %, penanggungjawab sektor kesehatan.</p>
<p>Pemerintah Daerah harus menyiapkan juga<br />
1. Kebijakan/Peraturan Bupati/Walikota tentang kewenangan desa dalam penurunan stunting pada tahun 2022.<br />
2. Bidan Desa/Kelurahan sesuai kebutuhan dengan target 100 % pada tahun 2024.<br />
3. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dalam Percepatan Penanganan Penurunan Stunting dengan target 100% pada tahun 2022.<br />
4. Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dengan target 90 % pada tahun 2024<br />
&lt;span;&gt;Dengan adanya pemaparan pencapaian target dari kegiatan intervensi sensitive dan intervensi spesifik oleh masing-masing sektor di atas pada rapat koordinasi di tingkat kabupaten/kota (minimal 1 kali/tahun) dan pada Rembug  Stunting tingkat kecamatan (minimal 2x/tahun) maka dapat didentifikasi kelemahan yang masih ada dan merencanakan tindak lanjut untuk mengatasinya tanpa saling menyalahkan.***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/07/stunting-meningkat-siapa-yang-salah/">Stunting Meningkat, Siapa Yang Salah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2023/07/stunting-meningkat-siapa-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjalan Tanpa Peta</title>
		<link>https://infofakfak.com/2023/03/berjalan-tanpa-peta/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2023/03/berjalan-tanpa-peta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 04:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontribusi Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=7537</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berjalan Tanpa Peta (Refleksi Pengawasan Tahapan Coklit) Oleh: Fauzan Jauhari Tukuwain Bisa dibayangkan bagaimana rasanya berjalan bersama teman, untuk sebuah perjalanan yang jauh tanpa ada peta sebagai navigasi? Tentu saja rasa khawatir akan tersesat akan muncul dengan sendirinya. Pun dengan kekhawatiran akan antisipasi dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. Kurang lebih itu juga ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/03/berjalan-tanpa-peta/">Berjalan Tanpa Peta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Berjalan Tanpa Peta<br />
(Refleksi Pengawasan Tahapan Coklit)</p>
<p>Oleh: Fauzan Jauhari Tukuwain</p>
<p>Bisa dibayangkan bagaimana rasanya berjalan bersama teman, untuk sebuah perjalanan yang jauh tanpa ada peta sebagai navigasi? Tentu saja rasa khawatir akan tersesat akan muncul dengan sendirinya. Pun dengan kekhawatiran akan antisipasi dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.</p>
<p>Kurang lebih itu juga yang dirasakan oleh Bawaslu ketika mengawasi tahapan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) data pemilih, yang telah berakhir 14 Maret 2023 lalu. Pengawasan yang cukup sulit ketika transparansi data pemilih belum dilakukan oleh KPU dan jajarannya.</p>
<p>Pemilu 2024 adalah sebuah perjalanan panjang dengan KPU, Bawaslu dan DKPP sebagai lembaga penyelenggaranya. Data pemilih adalah peta dalam perjalanan panjang ini. Namun pada tahapan Coklit, peta atau data pemilih hanya dimiliki oleh KPU dan jajaran di bawahnya (PPK, PPS, dan Pantarlih). Lantas, bagaimana Bawaslu dan jajaran di bawahnya akan melaksanakan fungsi pengawasannya dengan optimal, ketika data yang menjadi objek pengawasan pun tidak dimiliki?</p>
<p><strong>Data Pemilih adalah data rahasia?</strong><br />
Konon, data pemilih merupakan data rahasia yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada KPU melalui Dukcapil. Dan karena sifatnya yang rahasia inilah, maka Bawaslu dan jajaran pengawas di bawahnya tidak mendapatkan akses terhadap data ini. Sejujurnya, aku menyangsikan hal ini. Bagaimana tidak, jika data pemilih adalah sebuah rahasia, yang pada akhirnya akan diturunkan oleh KPU kepada seluruh jajarannya di bawahnya, bahkan hingga tingkat PPD di Distrik, PPS di Kampung, dan Pantarlih di tingkat TPS. Akankah masih menjadi rahasia ketika data itu dapat diakses dengan mudah oleh mereka yang direkrut sebagai penyelenggara ad hoc?</p>
<p>Sedangkan Bawaslu yang notabennya sebagai mitra sesama penyelenggara Pemilu yang setara dengan KPU, justru mendapatkan pengecualian dalam mengakses data pemilih.5 Padahal Bawaslu dan KPU memiliki kepedulian yang sama besarnya dengan KPU untuk menjaga hak pilih demi suksesnya Pemilu 2024. Untuk itu, alangkah lebih baik jika sinergi antara KPU dan Bawaslu lebih dikedepankan, mulai dari transparansi data pemilih, misalnya. Sehingga Bawaslu dan jajarannya memiliki data pembanding yang berguna untuk disandingkan dengan data yang didapatkan oleh Bawaslu dari hasil pengawasan di lapangan. Sehingga jika ditemukan ketidaksinkronan data, dapat segera dilakukan perbaikan dan sinkronisasi oleh lembaga yang berwenang.</p>
<p><strong>Dinamika Coklit dan Kasus di Lapangan</strong><br />
Tanggal 14 Maret 2023 merupakan batas maksimal dilakukannya Coklit oleh Pantarlih. H-1 atau pada tanggal 13 Maret 2023, Bawaslu Fakfak menemukan masih ada sekitar 100 rumah yang belum didatangi oleh petugas Pantarlih di Kampung Torea, Distrik Pariwari. Hal ini seharusnya dapat diantisipasi lebih dini, jika Bawaslu dan jajarannya memiliki akses terhadap data pemilih.</p>
<p>Kendati demikian, Bawaslu Fakfak dan jajarannya, masih berupaya melakukan pengawasan secara maksimal melalui uji fakta atau uji petik terhadap data pemilih yang sudah dicoklit oleh Pantarlih. Dari hasil uji fakta inilah beberapa daerah yang belum selesai dicoklit oleh Pantarlih diketahui oleh Bawaslu dan jajarannya. Setelah itu, Bawaslu dan jajarannya dapat melayangkan saran perbaikan baik lisan maupun tertulis untuk nantinya ditindak lanjuti oleh KPU dan jajarannya di bawahnya.</p>
<p><strong>Kinerja Bawaslu Tanpa Data Pemilih</strong><br />
Tanpa adanya data pemilih di tangan Bawaslu, tidak lantas membuat Bawaslu kehilangan taringnya. Perlu diketahui bersama, bahwa Bawaslu memiliki fungsi CAT (Cegah – Awasi – Tindak) atau pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Selama ini, fungsi pencegahan telah banyak dilakukan oleh Bawaslu dan jajarannya, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko pelanggaran-pelanggaran yang mungkin terjadi di setiap tahapan Pemilu.</p>
<p>Pada tahapan Coklit yang baru saja usai, berbagai langkah pencegahan sudah dilakukan oleh Bawaslu dan jajarannya. Seperti publikasi kerawanan pelanggaran yang terjadi di tahapan itu, uji fakta atau uji petik yang dilakukan oleh Panwaslu Kelurahan/Desa, dicanangkannya program patroli kawal hak pilih, hingga himbauan dan saran perbaikan baik lisan maupun tertulis.</p>
<p>Selain itu, fungsi pengawasan juga dilakukan oleh Bawaslu. Meskipun dalam tahapan Coklit, Bawaslu dan jajarannya tidak memiliki data pemilih sebagai salah satu objek pengawasan, namun Bawaslu dan jajarannnya masih dapat melakukan pengawasan terhadap prosedur Coklit yang dilakukan oleh Pantarlih. Bahkan dari fungsi pengawasan inilah, nantinya akan ada temuan, yakni tidak adanya data pemilih sebagai acuan pengawasan. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Cak Masykuruddin Hafidz, mantan Tenaga Ahli Bawaslu RI, bahwa temuan tidak hanya apa yang berwujud, bahkan jika itu berupa data yang tidak ditemukan sekalipun, tetap disebut sebagai temuan. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/03/berjalan-tanpa-peta/">Berjalan Tanpa Peta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2023/03/berjalan-tanpa-peta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagu &#8220;Keajaiban&#8221; Sarat Nuansa Rhythm And Blues</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/08/lagu-keajaiban-sarat-nuansa-rhythm-and-blues/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/08/lagu-keajaiban-sarat-nuansa-rhythm-and-blues/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2022 10:17:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=6761</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Oleh : Jojie G. Muskita-Matitaputty Siapa yang tak kenal penyanyi Reza Artamevia Adriana Eka Suci atau yang di sapa Reza Artamevia. Penyanyi yang berdarah campuran Jawa-Sunda ini adalah salah satu penyanyi dengan karakter suara yang kuat. Bisa dikatakan Reza Artamevia adalah salah satu penyanyi pop yang bisa menyanyikan lagu genre RnB dengan sempurna. Reza ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/08/lagu-keajaiban-sarat-nuansa-rhythm-and-blues/">Lagu &#8220;Keajaiban&#8221; Sarat Nuansa Rhythm And Blues</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6762" aria-describedby="caption-attachment-6762" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-6762" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028-1024x768.jpg" alt="" width="618" height="464" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028-1024x768.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028-300x225.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028-768x576.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220811-WA0028.jpg 1200w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></a><figcaption id="caption-attachment-6762" class="wp-caption-text">Reza Artamevia. (Foto ist)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : Jojie G. Muskita-Matitaputty</p>
<p>Siapa yang tak kenal penyanyi Reza Artamevia Adriana Eka Suci atau yang di sapa Reza Artamevia. Penyanyi yang berdarah campuran Jawa-Sunda ini adalah salah satu penyanyi dengan karakter suara yang kuat. Bisa dikatakan Reza Artamevia adalah salah satu penyanyi pop yang bisa menyanyikan lagu genre RnB dengan sempurna. Reza bisa membawakan lagu Genre RnB dengan feel dan soul yang kuat tanpa mengurangi teknik vokal yang sudah ada, hal ini bisa kita dengar pada lagu &#8220;Keajaiban&#8221; yang merupakan nama album dari album pertama Reza Artamevia yang rilis pada tahun 1997.</p>
<p>Lagu &#8220;Keajaiban&#8221; yang diciptakan dan di produseri Ahmad Dhani dalam naungan Aquarius Musikindo, memang bukan single hits dalam album &#8220;KEAJAIBAN&#8221; seperti lagu &#8220;Pertama&#8221; dan &#8220;Satu Yang Tak Bisa Lepas&#8221;. Namun lagu yang ada pada track nomor empat ini memberikan nuansa RnB yang sangat khas, bisa dikatakan ada rasa RnB Soul yang mengingatkan kita pada lagu &#8220;Secret Garden&#8221; Quincy Jones yang memberikan suasana romantic yang kuat khas RnB dan RnB Soul tahun 90an.</p>
<figure id="attachment_6750" aria-describedby="caption-attachment-6750" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220402_075339_770-1.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-6750" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220402_075339_770-1-1024x459.jpg" alt="" width="618" height="277" /></a><figcaption id="caption-attachment-6750" class="wp-caption-text">JNE Fakfak buka jam 09.00 pagi, tutup jam 05.00 sore.<br />Tanggal merah/libur, kantor tutup. Hubungi 082199710888</figcaption></figure>
<p>Sentuhan tangan dingin Ahmad Dani membuat lagu ini sangat mewah, memang lagu &#8220;keajaiban&#8221; bukan satu-satunya yang bergenre RnB/RnB Soul dalam album &#8220;KEAJAIBAN&#8221; namun lagu &#8220;Keajaiban&#8221; adalah lagu RnB/RnB soul terbaik yang pernah dirilis dan dinyanyikan oleh Reza Artamevia.</p>
<p>Semoga di tahun-tahun yang akan datang, Reza Artamevia bisa mengeluarkan single terbaru dengan nuansa genre RnB. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/08/lagu-keajaiban-sarat-nuansa-rhythm-and-blues/">Lagu &#8220;Keajaiban&#8221; Sarat Nuansa Rhythm And Blues</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/08/lagu-keajaiban-sarat-nuansa-rhythm-and-blues/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Satu Tungku Tiga Batu&#8221;, Antara Budaya Dan Perkembangan Islam di Kabupaten Fakfak, Papua Barat</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/06/satu-tungku-tiga-batu-antara-budaya-dan-perkembangan-islam-di-kabupaten-fakfak-papua-barat/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/06/satu-tungku-tiga-batu-antara-budaya-dan-perkembangan-islam-di-kabupaten-fakfak-papua-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2022 05:27:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=6574</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis : Addieni Satyaning Gusti MH “Satu Tungku Tiga Batu” adalah filosofi terkenal yang berasal dari Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” merupakan dasar kerukunan yang memberikan gambaran mengenai tiga agama yang ada di Kabupaten Fakfak, yakni : Islam, Kristen Protestan dan Katolik. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” ini diketahui ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/06/satu-tungku-tiga-batu-antara-budaya-dan-perkembangan-islam-di-kabupaten-fakfak-papua-barat/">&#8220;Satu Tungku Tiga Batu&#8221;, Antara Budaya Dan Perkembangan Islam di Kabupaten Fakfak, Papua Barat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6575" aria-describedby="caption-attachment-6575" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-6575" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051-1024x576.jpg" alt="" width="618" height="348" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051-1024x576.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051-300x169.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051-768x432.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/06/IMG-20220605-WA0051.jpg 1280w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></a><figcaption id="caption-attachment-6575" class="wp-caption-text">Masjid Patimburak, simbol keberagaman agama di Kabupaten Fakfak Papua Barat. (Foto Wahyu Hidayat)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis : Addieni Satyaning Gusti MH</p>
<p>“Satu Tungku Tiga Batu” adalah filosofi terkenal yang berasal dari Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.</p>
<p>Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” merupakan dasar kerukunan yang memberikan gambaran mengenai tiga agama yang ada di Kabupaten Fakfak, yakni : Islam, Kristen Protestan dan Katolik. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” ini diketahui sebagai pengejawatan filsafat hidup dari suku Mbaham Matta yaitu “Ko, On, Kno, Mi Mbi Du Qpona” yang berarti “Kau, Saya dan Dia Bersaudara”. Filosofi ini diwariskan secara turun temurun yang kemudian pada tahun 1990-an ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai filosofi Kabupaten Fakfak.</p>
<p>Tiga agama yang ada di Kabupaten Fakfak yaitu Islam, Kristen Protestan dan Katolik dianggap sebagai agama keluarga. Dan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” ini digunakan untuk mempererat keharmonisan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Fakfak yang juga dikenal sebagai Kota Pala.</p>
<p>Oleh karenanya, kerukunan yang tampak dari masyarakat Fakfak merupakan timbal balik dari filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” yang memiliki makna kesatuan, kesehatian, dan saling menopang dalam berkarya.</p>
<p>Masyarakat Fakfak hidup berdampingan dengan keberagaman agama adalah sebuah fakta yang tidak terelakkan. Masyarakat Fakfak dalam realitas kehidupan bermasyarakatnya, menganggap bahwa, hidup berdampingan dengan agama lain bukanlah suatu masalah. Terlebih masyarakat Fakfak berpegang pada filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” yang mencerminkan toleransi antar umat beragama.</p>
<p>Toleransi beragama pada masyarakat Fakfak tampak pada kekompakan masyarakat yang saling bahu-membahu dalam acara keagamaan. Dalam pembangunan rumah ibadah, masyarakat Fakfak akan saling bergotong royong tanpa memandang agama. Bahkan hingga kini, untuk membangun sebuah masjid atau gereja, dalam susunan panitia pembangunannya, pasti terdapat panitia yang berbeda agama.</p>
<p>Sebagai bukti konkret mengenai toleransi beragama di Fakfak adalah berdirinya Masjid Patimburak yang berada di Kecamatan atau Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.</p>
<p>Masjid Patimburak diperkirakan dibangun  pada tahun 1870 oleh Imam yang bernama Abuhari Kilian. Masjid Patimburak dianggap sebagai masjid tertua yang ada di Fakfak. Meski saat ini, Majelis Ulama Indonesia atau MUI Provinsi Papua Barat bersama LIPI, sedang mendalami sejarah masuknya Islam di tanah Papua, dimana diperkirakan, masuknya Islam di tanah Papua khususnya di Kabupaten Fakfak, diperkirakan terjadi pada awal abad ke-16, jauh sebelum dibangunnya Masjid Patimburak tersebut.</p>
<p>Sebagai perbandingan, agama Katolik ditetapkan masuk di Kabupaten Fakfak pada tahun 1894 atau 128 tahun lalu, dan baru diperingati pada 22 Mei 2022 lalu.</p>
<p>Masjid Patimburak memiliki arsitektur yang unik, karena memiliki perpaduan bentuk masjid dan gereja. Masjid Patimburak menjadi wujud filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” di Fakfak karena Masjid Patimburak ini dibangun secara gotong royong oleh warga, baik yang beragama Islam maupun Kristen Protestan atau Katolik.</p>
<p>Masjid Patimburak  adalah salah satu peninggalan sejarah Islam di Kabupaten Fakfak yang juga dikenal dengan sebutan sebagai Kota Serambi Mekahnya Papua.</p>
<p>Beberapa literatur menyebutkan bahwa, awal mula peradaban masuknya Islam di Fakfak adalah dengan dibangunnya masjid ini. Adapun bentuk bangunan masjid ini tidak lepas dari ajaran Islam. Seperti pada bangunannya yang berbentuk segi enam melambangkan rukun iman sebagai pondasi beragama. Alas kubah persegi delapan yang melambangkan delapan arah mata angin dan mata angin barat ditandai dengan mihrab sebagai kiblat salat.</p>
<p>Dengan adanya toleransi beragama yang diwujudkan dalam filosofi &#8220;Satu Tungku Tiga Batu&#8221; yang dipupuk sejak dulu, maka agama Islam di tanah Papua khususnya di Kabupaten Fakfak, berkembang dengan baik.  Kini, mayoritas penduduk Kabupaten Fakfak beragama Islam. Bahkan, penduduk asli Kabupaten Fakfak yakni suku Mbaham Matta, mayoritas beragama Islam. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/06/satu-tungku-tiga-batu-antara-budaya-dan-perkembangan-islam-di-kabupaten-fakfak-papua-barat/">&#8220;Satu Tungku Tiga Batu&#8221;, Antara Budaya Dan Perkembangan Islam di Kabupaten Fakfak, Papua Barat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/06/satu-tungku-tiga-batu-antara-budaya-dan-perkembangan-islam-di-kabupaten-fakfak-papua-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MANTAN POLISI NEBRASKA YANG MEMPERJUANGKAN KEBENARAN</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/05/6543/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/05/6543/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 00:15:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=6543</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis : Jojie Matitaputty Memperjuangkan kebenaran terkadang tidak mudah, butuh pengorbanan yang tidak sedikit, Karir, kehidupan sosial, pekerjaan, keluarga, bahkan kehilangan nyawa pun mejadi taruhan.  tetapi itulah konsekuensi yang harus diterima apabila kita memperjuangkan kebenaran dari sistem yang buruk disaat orang lain takut untuk memperjuangkannya karena alasan konsekuensi yang terlalu berat sehingga banyak orang yang ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/05/6543/">MANTAN POLISI NEBRASKA YANG MEMPERJUANGKAN KEBENARAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<figure id="attachment_6544" aria-describedby="caption-attachment-6544" style="width: 284px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220517-WA0055.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6544" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220517-WA0055.jpg" alt="" width="284" height="177" /></a><figcaption id="caption-attachment-6544" class="wp-caption-text">Kathryn Bolkovac. (Foto Ist)</figcaption></figure></blockquote>
<p>Penulis : Jojie Matitaputty<br />
Memperjuangkan kebenaran terkadang tidak mudah, butuh pengorbanan yang tidak sedikit, Karir, kehidupan sosial, pekerjaan, keluarga, bahkan kehilangan nyawa pun mejadi taruhan.  tetapi itulah konsekuensi yang harus diterima apabila kita memperjuangkan kebenaran dari sistem yang buruk disaat orang lain takut untuk memperjuangkannya karena alasan konsekuensi yang terlalu berat sehingga banyak orang yang enggan memperjuangkan kebenaran.</p>
<p>“Kebenaran dan kepastian mengapung, di antara uang dan kuasa yang mengepung”_Najwa Shihab</p>
<p>Lebih dari  23 tahun kasus perdagangan manusia dan perdagangan sex di Bosnia telah menyita perhatian internasional, pejuang kemanusiaan dan hak-hak perempuan terjadi. Kisah ini tentang seorang mantan polisi dari Nebraska yang memperjuangkan kebenaran perdagangan manusia dan perdagangan sex  di Bosnia yang melibatkan polisi penjaga perdamaian PBB dan lembaga internasional. Tepat seperti kutipan Najwa Shihab bahwa, sejumlah fakta mengenai perdagangan orang dan perdagangan sex menjadi sulit dibuktikan karena di kepung oleh uang dan kuasa atau nama lembaga besar.</p>
<p><strong>Kathryn Bolkovac Dan Perjuangannya </strong>    Kathryn Bolkovac atau yang dipanggil Bolkovac adalah seorang wanita dan ibu dari tiga orang anak, seorang mantan polisi di  Lincon Police Departemen, negara bagian Nebraska, Blkovak lahir di Ohio, Amerika Serikat tahun1961., dia juga seorang  advokat dan konsultan kemanusiaan, aktif dalam pergerakan melawawan perdagangan manusia serta perdagangan sex dari tahun 1999 sampai sekarang.</p>
<p>Berawal dari Bolkovac yang meninggalkan Lincon Police Departemen  dan menandatangani surat kontrak  dengan perusahaan Dyncrope Aerospace, anak perusahaan  Dyncrop international yang bermarkas di Inggris. Perusahaan Dyncrop memiliki kontrak kerja dengan PBB senilai $ 15 juta untuk membantu memulihkan  negara Bosnia pasca perang sipil tahun 1995, Dyncrop merekrut dan melatih polisi untuk di kirim sebagai polisi penjaga perdamaian di Bosnia. Setelah seminggu berlatih di fasilitas perusahaan di Fort Wort, Texas, Bolkovac dikirim ke Sarajevo, Bosnia. Dia bekerja sebagai penyidik hak asasi manusia selama tiga bulan, dia kemudian dipindahkan ke Zenica, 70 kilometer utara Sarajevo untuk menangani kasus spesialis penjualan dan perdagangan sex yang korbannya wanita dan perempuan di bawah umur.</p>
<p>Dari hasil investigasinya, dia menemukan keterlibatan sejumlah polisi penjaga perdamaian PBB dan petinggi lembaga internasional  terlibat dalam perdagangan manusia serta perdagangan sex dengan modus memberikan perlindungan bagi warga yang mencari pekerjaan pasca konflik di wilayah perbatasan Bosnia. Para polisi penjaga perdamaian yang terlibat bekerja sama dan mengambil keuntungan dari pemilik bar pada wilayah tersebut dengan menjual dan memalsukan passport wanita dan anak peremuan dibawah umur untuk dipekerjakan sebagai pramusaji namun ternyata mereka disapkan untuk di pekerjakan sebagai pekerja sex komersil, tidak hanya itu, banyak polisi penjaga perdamaian PBB dan petinggi lembaga internasional yang tidak terlibat mengetahui hal tersebut justru melakukan transaksi $ 1000 per wanita atau perempuan di bawah umur untuk memnghibur dan memuaskan nafsu mereka.</p>
<p>Bolkovac yang mengetahui hal tersebut, terdorong untuk melakukan investigasi, dia kemudian mengumpulkan sejumlah bukti keterlibatan para polisi penjaga perdamainan tersebut namun perjuangan Bolkovac untuk memrproses secara hukum keterlibatan para polisi penjaga perdamaian PBB dan petinggi lembaga internasional mendapat penolakan yang cukup serius, Penolakan tersebut dikarenakan keterlibatan internal petinggi lembaga internasional, PBB serta beberapa petinggi  perusahaan Dyncrop. Ada sejumlah alasan diantaranya melindungi nama baik PBB, masih adanya kontrak Dyncrop dan PBB, serta adanya kekebalan hukum bagi para polisi penjaga perdamaian PBB..Alhasil dari  bukti yang dikumpulkan, Bolkovak dipecat karena dinyatakan memalsukan bukti. Tidak berhenti sampai disitu, Bolkovac tetap berusaha membongkar kasus tersebut, dia bekerja sama dengan orang-orang yang bersih dari kasus tersebut.</p>
<p>Investigasi tetap berlanjut, berbagai cara ditempuh, pada tahun 2001 Bolkovac mencoba mengugat perusahaan Dyncrop di Inggris raya karena memecatnya secara tidak adil dan sepihak, sehingga pada tanggal 2 Agustus 2002 pengadilan dengan suara terbanyak mendukung Bolkovac walau  setiap orang yang terlibat memiliki kekebalan hukum tetapi akibat dari terungkapnya kasus ini, setiap petugas, dan petinggi lembaga internasional dipaksa untuk mengundurkan diri. Dalam menginvestigasi kasus ini Bolkovac di bantu oleh Madeline Rees, Kepala kantro wilayah untuk komisioner tinggi hak asasi manusia PBB. Madeline Rees memberikan dukungan dan kesaksiannya di pengadilan ketenaga kerjaan untuk memerintahkan perusahaan Dyncrop untuk membayar Bolkovac 110.221 Euro sebagai ganti rugi.</p>
<p>Bolkovac cukup berhasil untuk mengunkapkan kasus ini kepada dunia internasional namun dalam wawancaranya setelah sekian tahun, Bolkovac menjelaskan,menjadi whistleblower adalah hal yang sulit dilakukan,  karena sistem akuntabilitas yang tidak berkomitmen untuk membawa para pelaku ke pengadilan, sistem yang tumpul terhadap korban kekerasan seksual dan bahkan perlindungan bagi whistleblower.</p>
<p><strong>Memperjuangkan Kebenaran Itu Tidak Mudah</strong><br />
Dari kisah Kathryn Bolkovac, kita dapat belajar bahwa memperjuangkan kebenaran tidak mudah, terkadang kita harus berlawanan arah ketika banyak orang memilih arah yang sama, terkadang kita harus melihat dari sisi yang berbeda ketika banyak orang melihat dari sisi yang sama. Kathryn Bolkovac adalah satu dari sekian banyak orang memperjuangkan apa yang seharusnya ditegakkan, Bolkovac bisa saja berhenti karena apa yang dia perjuangkan adalah melawan sistem yang tidak benar, Dia bahkan kehilangan pekerjaan dan mendapat stigma negatif di mata internasional saat memperjuangan korban perdagangan manusia dan perdagangan sex. Kathryn Bolkovac menunjukan bahwa hal kemanusiaan lebih bernilai dari pada apapun, Dia berhasil mempertahankan sikapnya walau harus dituduh memalsukan barang bukti. Kisah Kathryn Bolkovac memperlihatkan kita, jika kita melawan kebobrokans sistem, kita pasti dilawan dan di benci. Saya sendiri memilih tokoh Kathryn Bolkovac untuk ditulis dalam bentuk artikel singkat ini supaya setiap kita ada sedikit gambaran,bahwa ini kira-kira perjuangan orang-orang yang sedang memprejuangan keadilan dan kebenaran hukum.</p>
<p>Di Indonesia banyak kasus yang serupa, banyak yang memcuci tangan atas ketidak benaran yang mereka lakukan, atas nama lembaga yang kebal hukum, atas nama seorang tokoh, pejabat tinggi, mereka terlindungi dan tak tesentuh.  Tan malaka berkata,” Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga” , Saya simpulkan bahwa selama kita masih tetap bersuara dan memperjuangkan kebenaran maka kebohongan itu akan kalah dengan sendirinya. Kathryn Bolkovac telah menunjukannya walau tidak berhasil menjebloskan tersangka kepenjara tetapi hari ini dunia tahu bahwa ada yang memperjuangan kebenaran sampai garis akhir.***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/05/6543/">MANTAN POLISI NEBRASKA YANG MEMPERJUANGKAN KEBENARAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/05/6543/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERLOMBA LOMBALAH BERBUAT YANG BAIK</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/05/berlomba-lombalah-berbuat-yang-baik/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/05/berlomba-lombalah-berbuat-yang-baik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 06:16:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=6507</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis : dr. Beny Bernard Kwa INFOFAKFAK.COM_Tujuan penulisan ini hanya ingin menunjukkan metamorfosa layanan dalam waktu 6 tahun, dari sebuah layanan yang begitu crowded menjadi layanan yang tertib, terbuka dan memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Begitu memasuki gedung Kantor Imigrasi Kelas I Bandung, selain motto di atas, juga tertulis Tata Nilai yaitu WELCOME, akronim dari kalimat: ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/05/berlomba-lombalah-berbuat-yang-baik/">BERLOMBA LOMBALAH BERBUAT YANG BAIK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6508" aria-describedby="caption-attachment-6508" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-6508" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet-1024x579.jpg" alt="" width="618" height="349" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet-1024x579.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet-300x170.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet-768x434.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/05/Screenshot_20220507-150734_Samsung-Internet.jpg 1079w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></a><figcaption id="caption-attachment-6508" class="wp-caption-text">&#8220;Berlomba-lombalah berbuat yang baik&#8221;. Motto Kantor Imigrasi kelas 1 Bandung. (Foto ist)</figcaption></figure>
<p>Penulis : dr. Beny Bernard Kwa</p>
<p>INFOFAKFAK.COM_Tujuan penulisan ini hanya ingin menunjukkan metamorfosa layanan dalam waktu 6 tahun, dari sebuah layanan yang begitu crowded menjadi layanan yang tertib, terbuka dan memberikan kepuasan kepada pelanggannya.</p>
<p>Begitu memasuki gedung Kantor Imigrasi Kelas I Bandung, selain motto di atas, juga tertulis Tata Nilai yaitu WELCOME, akronim dari kalimat:<br />
When you<br />
Enter this office<br />
Learning and working are fun and<br />
Cooperation is expected<br />
Our positive attitude and<br />
Mutual respect are part of<br />
Everything we do and say!</p>
<p>eringat kala itu di tahun 2015, jam 06.00 pagi, kami sudah harus ke Kantor Imigrasi ini untuk mendapatkan nomor antrian pembuatan paspor, juga untuk rebutan tempat parkir. Kala itu, hanya dibedakan antrian lansia dan umum. Karena antrian dibatasi, maka harus cepat-cepatan. Jika tidak dapat, maka harus kembali di hari berikutnya. Kami mengikuti antrian untuk mendapatkan nomor dan harus berdiri berjam-jam di luar gedung. Beruntung waktu itu bisa mendapatkan nomor antrian, datang jam 06.00 pagi, selesai di atas jam 12.00 dalam suasana berdesak-desakan dengan pelayanan petugas yang juga sibuk berusaha mengatasi desakan pemohon dan memberi penjelasan tentang hal yang belum dipahami pengunjung.</p>
<p>November 2021, kembali saya berniat memperpanjang paspor yang sudah kedaluarsa, dan mendapat informasi bahwa, untuk pendaftaran harus dengan aplikasi Layanan Pengurusan Paspor.</p>
<p>Membaca percakapan di Instagram Kantor Imigrasi Kelas I Bandung bahwa untuk mendapatkan antrian harus cepat, karena peminatnya banyak, maka Jumat, 19 November 2021 jam 13.50, kami sekeluarga siap dengan ponsel masing-masing untuk mendaftarkan antrian yang akan dibuka pada jam 14.00. Bersyukur, kami semua mendapatkan antrian untuk tanggal 23 November 2021. Ada yang jam 9.00 – 10.00, ada yang 10.00 -11.00. Dalam aplikasi itu juga sudah disebutkan dokumen yang harus dibawa.</p>
<p>Berbekal pengalaman enam tahun yang lalu, maka malam sebelum pergi kami menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, map, meterai Rp. 10.000,- lem perekat untuk menempel meterai, pulpen hitam dan stapler</p>
<p>Tanggal 23 November 2021, jam 08.00, kami menuju Kantor Imigrasi (Kanim) Bandung. Setibanya di Kanim, agak bingung juga, karena dipersilahkan parkir di depan gedung (biasanya pada kantor lain, tempat itu diperuntukan buat pejabat di kantor tersebut).</p>
<p>Setelah turun dari kendaraan, kami melapor ke petugas untuk diberikan kartu pengunjung, melakukan pindai Aplikasi Peduli Lindungi, mengukur suhu badan dan dipersilahkan dengan ramah oleh petugas berseragam masuk ke dalam ruangan.</p>
<p>Ketika memasuki gedung, kami disambut petugas yang ramah. Kami menyampaikan tujuan kami dan oleh petugas diberikan map kuning, formulir yang harus diisi dan dicarikan meja untuk pengisian, dan ternyata pulpen telah tersedia.</p>
<p>Saat pengisian, ada beberapa pertanyaan yang tidak dipahami dan petugas dengan sigap memberi penjelasan dengan ramah dan jelas. Saat akan menempelkan meterai pada surat yang dibuat, petugas menghampiri kami dan mengoleskan lem pada meterai dan mengarahkan kami ke bagian berikutnya untuk menyerahkan berkas yang dibutuhkan.</p>
<p>Usai berkas diterima, kami diberikan nomor antrian dan duduk dengan jarak 1 meter untuk menunggu pemeriksaan dokumen. Ketika dokumen saya diperiksa, ternyata fotokopi KTP harus pada kertas A4, tidak boleh dipotong kecil. Saya mengira harus keluar untuk fotokopi ulang. Ternyata, oleh petugas diberikan kertas A4 kosong dan lem agar fotokopi KTP cukup ditempel pada kertas A4 tersebut. Berkas dinyatakan lengkap dan saya diberikan nomor antrian untuk wawancara.</p>
<p>Wawancara juga berlangsung dengan nyaman, tidak ada kesan mempersulit (tadinya saya khawatir kalau dari luar Bandung akan dipersulit).  Selesai wawancara, saya diberikan selembar kertas untuk pembayaran biaya perpanjangan. Disampaikan bahwa dalam 4 hari kerja paspor sudah bisa diambil. Pembayaran bisa dilakukan di petugas kantor pos yang tersedia di halaman kantor.</p>
<p>Ternyata, total waktu yang diperlukan untuk pengurusan paspor 3 orang, kurang dari 1 jam. Luar biasa, sangat berbeda dengan 5 tahun lalu</p>
<p>Saat keluar dari parkiran juga tidak ada kesan dari petugas parkir untuk meminta uang parkir.</p>
<p>Tanggal 28 November 2021, saya kembali untuk mengambil paspor, sesuai yang dijanjikan setelah 4 hari kerja. Proses berjalan dengan lancar, bukti bayar di kantor pos discan oleh petugas penerima, setelah itu kami diarahkan ke loket pengambilan paspor. Semuanya berjalan dengan lancar dan menyenangkan.  Prosesnya tidak lebih dari 20 menit. Setelah itu kami sekeluarga pulang dengan rasa puas terhadap pelayanan Kanim Bandung. Kami ceritakan semua ini kepada keluarga.</p>
<p>Baru kali ini saya merasakan pelayanan yang demikian istimewa, petugas imigrasi yang berseragam benar-benar menjadi pelayan masyarakat yang membutuhkan layanan. Saya sebagai masyarakat pengguna jasa merasa “dimuliakan” oleh pelayanan ini. Kesan lambat, antrian padat merayap, melelahkan dan dipersulit pupus semuanya. Kesan saya kali ini, Kanim Klas I Bandung benar-benar memberikan pelayanan yang sempurna, mulai dari menyiapkan tempat kedatangan, berusaha memenuhi kebutuhan selama proses pengajuan dokumen mulai dari hal yang kecil seperti map, pena, lem, bahkan membantu mengoles lem pada meterai. Memeriksa dokumen dan proses wawancara juga sangat ramah. Demikian juga saat keluar dari area kantor, dibantu sehingga kendaraan meninggalkan lokasi Kanim Klas I Bandung. Mereka SANGAT SIAP MENERIMA DAN MELAYANI masyarakat.</p>
<p>Ingin tahu tentang Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan ini, maka saya membuka instagram Kanim,. Ternyata memang hampir semua pengunjung memberikan apresiasi saat dilaksanaan survei, yaitu pada hasil survey bulan November 2021<br />
&#8211; Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) : 19.96 dari 20 : SANGAT BAIK (A)<br />
&#8211; Indeks Persepsi Korupsi (IPK) : 15.00 dari 15 : SANGAT BAIK (A)</p>
<p>Bulan April 2022, saat saya membuat tulisan ini, hasil surveynya adalah;<br />
&#8211; Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) : 20.00 dari 20 : SANGAT BAIK (A)<br />
&#8211; Indeks Persepsi Korupsi (IPK) : 15.00 dari 15 : SANGAT BAIK (A)</p>
<p>Demikian pengalaman saya sebagai pengguna layanan pada Kanim Kelas I Bandung, dengan harapan layanan seperti ini dipertahankan dan dapat menjadi inspirasi bagi layanan pubik lainnya untuk “memberi kepuasan” kepada penguna layanan dan selalu mengukurnya dengan melakukan survey kepuasan masyarakat. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/05/berlomba-lombalah-berbuat-yang-baik/">BERLOMBA LOMBALAH BERBUAT YANG BAIK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/05/berlomba-lombalah-berbuat-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MENUJU RANGKENDAK CERIA</title>
		<link>https://infofakfak.com/2021/05/menuju-rangkendak-ceria-2/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2021/05/menuju-rangkendak-ceria-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 05:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=5549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Edisi 2: Kegiatan Tiga Bulan Pertama Penulis : dr. Beny Bernard Kwa, Praktisi Kesehatan, Kegiatan BAGIMU NEGERIKU, MENUJU RANGKENDAK CERIA, bersumber dari dana Kampung Rangkendak yang dikembalikan kepada warga kampung itu sendiri, dalam bentuk pelayanan kesehatan. Kegiatan ini bekerja sama dengan relawan kesehatan yang juga warga Fakfak, yang lahir di Fakfak, besar di Fakfak, bekerja ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2021/05/menuju-rangkendak-ceria-2/">MENUJU RANGKENDAK CERIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5550" aria-describedby="caption-attachment-5550" style="width: 942px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-5550" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20210508-WA0008.jpg" alt="" width="942" height="543" /><figcaption id="caption-attachment-5550" class="wp-caption-text">Menuju Rangkendak Ceria. Kegiatan triwulan pertama (Foto Ist)</figcaption></figure>
<p>Edisi 2: Kegiatan Tiga Bulan Pertama</p>
<p>Penulis : dr. Beny Bernard Kwa, Praktisi Kesehatan,</p>
<p>Kegiatan BAGIMU NEGERIKU, MENUJU RANGKENDAK CERIA, bersumber dari dana Kampung Rangkendak yang dikembalikan kepada warga kampung itu sendiri, dalam bentuk pelayanan kesehatan.</p>
<p>Kegiatan ini bekerja sama dengan relawan kesehatan yang juga warga Fakfak, yang lahir di Fakfak, besar di Fakfak, bekerja di Fakfak, yang terpanggil memberikan bakti untuk anak-anak negeri  di bidang kesehatan di Kampung Rangkendak, agar bisa menjadi anak-anak yang sehat jasmani dan mewujudkan keceriaan bagi anak khususnya, serta warga kampung pada umumnya. Harapannya, pada akhir kegiatan dapat memberikan bekal pengetahuan tentang gizi, hygiene perorangan terutama bagi anak kepada warga kampung, untuk diterapkan secara mandiri di masa yang akan datang.</p>
<p>Tanggal 28 Februari 2021 merupakan awal kegiatan ini, semua anggota tim yang beragama Kristen mengikuti ibadah di Gereja Ebenhaezer Rangkendak. Setelah selesai ibadah, kami diberi kesempatan untuk menyampaikan secara singkat kegiatan yang akan dilaksanakan.</p>
<p>Pada kegiatan ini disajikan 1 gelas susu formula dan 1 butir telur rebus bagi semua bayi, balita dan anak yang hadir, serta dilakukan pengukuran anthropometri, pemeriksaan telur cacing pada tinja, pemeriksaan kadar Hb. Pemeriksaan kadar Hb juga dilakukan pada orang dewasa.  Warga yang dilayani dalam kegiatan ini berjumlah 29 bayi/balita/anak dan 20 orang dewasa orang juga diberikan pengobatan. Dari hasil kegiatan ini sudah mulai diidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di kampung.</p>
<p>Tanggal 28 Maret 2021, merupakan kunjungan kedua. Kunjungan kali ini dalam cuaca hujan sejak berangkat dari kota hingga akhir kegiatan di kampung.  Kegiatan diawali dengan penyampaian kesimpulan sementara dari kegiatan sebelumnya dan rencana yang akan dilakukan tim. Penyampaian ini dilakukan ketika selesai ibadah. Tim kali ini hanya 3 orang berhubung adanya kegiatan pra paskah oleh sebagian anggota tim.</p>
<figure id="attachment_5551" aria-describedby="caption-attachment-5551" style="width: 582px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-5551" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20210508-WA0007-582x1024.jpg" alt="" width="582" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-5551" class="wp-caption-text">Anak-anak kita ini masih membutuhkan perhatian kita, lebih baik lagi. (Foto IF)</figcaption></figure>
<p>Dalam kegiatan ini dibagikan  sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci tangan, gunting kuku, telur rebus dan 1 sachet susu bagi setiap bayi/balita anak yang hadir, juga diberikan obat cacing bagi anak yang belum mendapatkan obat cacing ketika dibagikan oleh puskesmas pada posyandu beberapa hari sebelumnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan tinja bulan Februari, didapatkan angka kecacingan yang tinggi pada balita/anak. Kegiatan ini melayani 33 bayi/balita/anak dan 24 orang  dewasa. Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran antropometri, pemeriksaan Hb, evaluasi hasil pengobatan. Masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh tim, diteruskan ke Puskesmas Kramomongga untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>Tanggal 25 April 2021 kunjungan ketiga, salut untuk rekan tim yang walaupun berpuasa tetap bersemangat, juga 2 rekan perempuan yang rela menerobos hujan lebat menuju Kampung Rangkendak dengan sepeda motor.</p>
<p>Dalam kegiatan ini kembali disajikan 1 gelas susu formula dan 1 telur rebus, pemberian pasta gigi dan sabun cuci tangan bagi setiap bayi/balita anak yang hadir, juga diberikan 1 dus susu formula 400 gram untuk bayi/balita/anak yang bermasalah gizi disertai penyuluhan gizi oleh tenga gizi. Tetap dilakukan pegukuran anthropometri, pemeriksaan Hb, evaluasi pegngobatan, dan rujukan kasus yang perlu penanganan puskesmas. Kunjungan ini melayani 38 orang bayi/balita/anak dan 20 orang dewasa.</p>
<p>Dalam tulisan ini sengaja tidak ditampilkan data permasalahan kesehatan yang diperoleh dengan harapan kegiatan ini dapat berlangsung hingga akhir tahun 2021. Data tersebut akan ditampilkan pada tulisan di akhir kegiatan nanti disertai dengan perubahan yang dicapai.</p>
<p>Tentu dalam setiap kegiatan diperlukan kesan dan saran, setelah 3 kali kegiatan ini, penulis meminta saran dari Kepala Distrik, Kepala Kampung, dan 2 orang tokoh yang selalu menemani tim dalam kegiatan yaitu Sekretaris Kampung dan Tokoh Agama.</p>
<p>1. Kepala Distrik Kayauni, Dra. Esterlina Kabes.<br />
a. Kami berterima kasih kepada tim yang telah memberikan ide sekaligus mendedikasikan dirinya melaksanakan kegiatan Bina Kesehatan bagi anak-anak di Kampung Rangkendak sejak bulan Februari 2021 hingga saat ini. Sudah terjadi perubahan signifikan bagi bayi/balita/anak terkait kesehatan dalam masa pertumbuhan dan ini sangat luar biasa.<br />
b. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang ditemui selama kegiatan berlangsung baik dari segi dana maupun tenaga dan peralatan. Kami berharap peran serta kader posyandu, Dinas Kesehatan, agar dapat menempatkan petugas di Pustu Rangkendak. Selain itu, memperbaiki bangunan pustu yang dalam kondisi rusak berat.</p>
<p>2. Plt. Kepala Kampung Rangkendak, Bpk. Edwin Iba<br />
a. Kesan: Terima kasih kepada tim dan Puskesmas Kramongmongga yang telah memberikan pelayanan kesehatan pada balita, ibu hamil, lansia dan orang sakit  di Kampung Rangkendak. Hal ini memberi sebuah dampak positif bagi masyarakat untuk memperhatikan pentingnya hidup sehat, lebih khusus pertumbuhan anak-anak sebagai generasi penerus. Kami juga berterima kasih kepada ibu Pdt. Venti Tomasouw bersama majelis jemaat GPI Ebenhaezer Rangkedak yang bersedia memberikan gedung gereja untuk menopang kegiatan ini dan juga menopang kami dalam doa. Kami juga berterima kasih kepada ibu Kepala Distrik Kayauni yang memberikan support dan arahan sehingga program ini dapat  berjalan.<br />
b. Saran:<br />
i. Semoga kegiatan ini jadi perhatian bagi pemerintah kabupaten (Fakfak) dan provinsi (Papua Barat).<br />
ii. Semoga dinas terkait lebih memperhatikan petugas yang ditempatkan di kampung Rangkendak<br />
iii. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Distrik Kayauni dan distrik lainnya.</p>
<p>3. Sekretaris Kampung, Bpk. Wongtun Iba<br />
a. Kesan: ada peningkatan pertumbuhan anak, perlu perhatian orang tua dalam mengawasi pertumbuhan anak. Program ini sangat baik dan harus ditingkatkan terus. Masyarakat cukup antusias dengan program ini<br />
b. Saran<br />
i. Program ini jadi perhatian pemerintah daerah, beban anggaran jangan hanya bersumber dari dana kampung<br />
ii. Pemerintah Daerah diharapkan  memberi dukungan kepada tim yang bekerja.</p>
<p>4. Tokoh Agama, Pendeta GPI Ebenhaezer Rangkendak,  Adventhia Tomasouw, S.Si.<br />
a. Kesan: Kegiatan ini sangat berguna dan menyentuh kehidupan umat dalam kacamata menjaga kesehatan, khususnya bagi anak. Dengan kegiatan ini, umat menyadari bahwa selama ini selaku orang tua, kami lalai dalam menghadirkan sesuatu yang sehat bagi anak. Saya perhatikan, dalam dua kegiatan ini mulai ada perubahan perilaku dari orang tua yakni mulai berperilaku hidup bersih dan mulai memperhatikan asupan makanan yang dimakan anak-anak.<br />
b. Saran: Pemerintah kampung dapat terus bekerja sama untuk kegiatan ini. Kegiatan ini juga menjadi sebuah gerbang bagi gereja untuk memberi tempat dan perhatian bagi anak-anak karena mereka inilah generasi penerus gereja ke depan. Gereja harus berani keluar dari program yang hanya berbicara tentang teori tanpa praktek riil bagi jemaat.</p>
<p>Demikian sedikit gambaran  3 kali kunjungan kegiatan ini, kami berharap sesuai dengan komitmen yang disepakati antara Aparat Kampung Rangkendak dan Tim, kegiatan ini masih bisa berlangsung sesuai rencana hingga akhir tahun 2021. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2021/05/menuju-rangkendak-ceria-2/">MENUJU RANGKENDAK CERIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2021/05/menuju-rangkendak-ceria-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MENUJU RANGKENDAK CERIA</title>
		<link>https://infofakfak.com/2021/04/menuju-rangkendak-ceria/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2021/04/menuju-rangkendak-ceria/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2021 13:29:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=5460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: dr. Beny Bernard Kwa, Praktisi Kesehatan Edisi I Sebagaimana lazimnya di Fakfak, kota yang menggunakan buah pala sebagai icon kota ini, maka ketika tiba di gereja di kampung ini, tampak sebuah bangunan dalam lingkungan gereja yang di atasnya terdapat replika berbentuk buah yang mirip buah pala, tapi berwarna hijau dan mengarah ke atas. Buah ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2021/04/menuju-rangkendak-ceria/">MENUJU RANGKENDAK CERIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<figure id="attachment_5461" aria-describedby="caption-attachment-5461" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-5461" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210415-WA0102-1024x342.jpg" alt="" width="618" height="206" /><figcaption id="caption-attachment-5461" class="wp-caption-text">Menuju Rangkendak Ceria</figcaption></figure>
<p style="text-align: left;">Penulis: dr. Beny Bernard Kwa, Praktisi Kesehatan</p>
<p style="text-align: left;">Edisi I</p>
<p style="text-align: left;">Sebagaimana lazimnya di Fakfak, kota yang menggunakan buah pala sebagai icon kota ini, maka ketika tiba di gereja di kampung ini, tampak sebuah bangunan dalam lingkungan gereja yang di atasnya terdapat replika berbentuk buah yang mirip buah pala, tapi berwarna hijau dan mengarah ke atas.</p>
<p>Buah pala biasanya menggunakan warna kuning coklat dan mengarah kebawah. Tadinya, penulis mengira ini adalah buah pala dalam versi lain.</p>
<p>Waktu mengikuti ibadah di Gereja Ebenhaezer, dalam kotbahnya, pendeta Venti Tomasoa menyampaikan bahwa, replika itu adalah buah DAMAR, pohon yang getahnya digunakan sebagai bahan bakar untuk pelita yang menerangi masyarakat di kampung ini pada masa lalu, ketika masih belum terjangkau oleh BBM seperti yang ada saat ini. Rupanya, tanaman ini mempunyai makna yang dalam bagi penduduk di kampung ini.<br />
<img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter size-large wp-image-5462" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210415-WA0101-768x1024.jpg" alt="" width="618" height="824" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210415-WA0101-768x1024.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210415-WA0101-225x300.jpg 225w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210415-WA0101.jpg 960w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /><br />
Sedikit keterangan tentang tanaman ini, Damar (Agathis dammara), adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia.</p>
<p>Damar menyebar di  Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Pohonnya besar, tinggi hingga 65 meter; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 meter. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil. Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm.</p>
<p>Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah  sampai ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut. Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.</p>
<p>Kampung Rangkendak, sebuah kampung yang ada di daerah pegunungan di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, dengan jarak tempuh sekitar 90 menit dari pusat kota dengan mobil, berada di distrik Kayauni yang merupakan distrik pemekaran dari Distrik Kramongmongga.</p>
<p>Waktu tempuh dari kampung Kayauni ke Kampung Rangkendak sekitar 30 menit. Kampung Rangkendak merupakan kampung yang berbatasan dengan Distrik Teluk Patipi.  Berdasarkan percakapan dengan sekretaris kampung, jumlah penduduk di kampung ini 155 orang, anak usia bayi hingga usia SD 45 orang, 1 ibu hamil dan 35 rumah. Mata pencaharian sebagian besar warga adalah berkebun. Hampir semua warganya beragama Kristen Protestan. Pada kampung terdapat 1 sekolah dasar dan 1 gereja.</p>
<p>Hampir semua rumah telah medapat aliran air bersih dari sumber mata air, demikian juga sarana MCK. Listrik belum ada, genset digunakan pada momen tertentu. Di kampung ini, terdapat Polindes dalam keadaan rusak berat, tidak ada tenaga kesehatan. Distrik Kayauni merupakan distrik pemekaran dari Distrik Kramongmongga, hingga saat ini belum memiliki Puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan masih dilaksanakan oleh Puskesmas Kramongmongga.</p>
<p>Berawal dari sebuah ide setelah melihat data penimbangan dan hasil UKS dari kampung ini, penulis menceritakan ide ini pada Kepala Distrik Kayauni saat ketemu pada tempat praktek mandiri. Tidak disangka ide ini diteruskan oleh Kepala Distrik ke Kepala Kampung dan mendapat respon, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan.</p>
<p>Pertemuan awal dilaksanakan di rumah seorang perawat Puskesmas Kramongmongga tanggal 13 Februari 2021 yang dihadiri oleh relawan, Kepala Puskesmas Kramongga dan tim, Sekretaris Kampung dan Plh. Kepala Kampung. Pada pertemuan ini disampaikan lebih detail maksud dan jenis pelayanan dan juga waktu kegiatan.</p>
<p>Kegiatan dilaksanakan dengan dengan Tema BAGIMU NEGERIKU 2021 dan Sub Tema MENUJU RANGKENDAK CERIA dengan sumber pembiayaan dari Dana Kampung, dimana seluruh anggaran digunakan untuk membeli alat/bahan penunjang dan pelaksanaan kegiatan.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan oleh relawan dari berbagai profesi kesehatan  yang bekerja di Kabupaten Fakfak (saat ini terdiri dari dokter umum, analis kesehatan, nutrisionis, perawat), relawan kesehatan dari Puskesmas Kramongmongga yang dikoordinir oleh Kepala Puskesmas Kramongmongga dan didukung oleh pendeta di kampung ini. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan 1 kali setiap bulan, pada hari Minggu setelah selesai ibadah gereja, dengan fokus pemantauan perkembangan ibu hamil, bayi dan anak hingga usia sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan direncanakan 12 kali kunjungan.</p>
<p>Dalam pemantauan dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan hygiene perorangan, penentuan status gizi, pemeriksaan kadar Hb dan pemberantasan/pemantauan kecacingan dan edukasi hygiene perorangan dan gizi bagi anak dan orang tua. Dilanjutkan dengan pengobatan, pemberian syrup besi, obat cacing, tablet tambah darah dan lainnya. Pada setiap pertemuan disajikan susu sesuai dengan usia, telur rebus dan bahan PHBS bagi anak. Penyampaian masalah yang ditemukan dan penyuluhan singkat disampaikan setelah selesai ibadah kepada warga yang hadir.</p>
<p>Direncanakan selesai kegiatan, kegiatan ini akan dievaluasi untuk kelanjutannya. Kegiatan pertama dilaksanakan tanggal 28 Februari 2021 sebagai pertemuan awal, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan Hb dan pemeriksaan telur cacing dan akan dilanjutkan pada setiap hari minggu ke 4 dalam setiap bulan.</p>
<p>Sebagai bukti nyata dukungan pada kegiatan ini, gereja menyiapkan teras gereja untuk lokasi pelaksanaan kegiatan, juga ruangan di dalam gereja. Dengan keterbatasan tenaga, dana yang tersedia, kami berusaha memaksimalkan pelayanan dengan sasaran yang diharapkan ;<br />
1. Berkurangnya anemia pada bayi/balita pada khususnya dan seluruh warga pada umumnya.<br />
2. Menurunnya angka kecacingan dan perbaikan hygiene perorangan.<br />
3. Menurunnya angka  gizi kurang, kurus pada bayi, balita dan anak.</p>
<p>Tentunya kegiatan ini tidak bisa berjalan sendiri, harus ditunjang oleh sektor lain, seperti perikanan darat, peternakan dan tentunya kehadiran listrik di kampung ini, sehingga kebutuhan nutrisi protein dapat terpenuhi secara teratur bahkan dapat menjadi penunjang penghasilan keluarga/kampung. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2021/04/menuju-rangkendak-ceria/">MENUJU RANGKENDAK CERIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2021/04/menuju-rangkendak-ceria/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merespon Tantangan Positif Bupati Fakfak, “Kitonk Jago Berkelompok, Tapi Untuk Individu Tarada&#8221;</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/11/merespon-tantangan-positif-bupati-fakfak-kitonk-jago-berkelompok-tapi-untuk-individu-tarada/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/11/merespon-tantangan-positif-bupati-fakfak-kitonk-jago-berkelompok-tapi-untuk-individu-tarada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2018 21:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakopini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=3551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kira-kira seperti itulah penggalan kalimat yang terlontar dari seorang Kaka Mocha. Bukan orang sembarang, beliau adalah pemimpin daerah. Ya.. seorang Bupati Fakfak. Beliau melempar kalimat tantangan tersebut kepada induk dari sebuah organisasi olahraga yang menaungi salah satu cabang olahraga yang paling bisa, paling mampu dan paling sering mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional, ia ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/11/merespon-tantangan-positif-bupati-fakfak-kitonk-jago-berkelompok-tapi-untuk-individu-tarada/">Merespon Tantangan Positif Bupati Fakfak, “Kitonk Jago Berkelompok, Tapi Untuk Individu Tarada&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3552" aria-describedby="caption-attachment-3552" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-3552" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/12-1024x576.jpg" alt="Pertandingan bulutangkis di Fakfak" width="618" height="347" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/12-1024x576.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/12-300x168.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/12.jpg 1280w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /><figcaption id="caption-attachment-3552" class="wp-caption-text">Pertandingan bulutangkis di Fakfak</figcaption></figure>
<p>Kira-kira seperti itulah penggalan kalimat yang terlontar dari seorang Kaka Mocha. Bukan orang sembarang, beliau adalah pemimpin daerah. Ya.. seorang Bupati Fakfak. Beliau melempar kalimat tantangan tersebut kepada induk dari sebuah organisasi olahraga yang menaungi salah satu cabang olahraga yang paling bisa, paling mampu dan paling sering mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional, ia adalah olahraga Bulutangkis!</p>
<p>Tantangan dari seorang Kaka Mocha mungkin tidak bermakna dan biasa-biasa saja jika dialamatkan kepada sodara-sodara yang berada di Pulau Jawa, yang secara historis telah melahirkan banyak talenta berbakat di cabang olahraga tersebut, tanah yang melahirkan pemain-pemain nasional berprestasi dunia, daerah yang syarat akan fasilitas, sehingga membudayakan olahraga tersebut terasa lebih mudah dan murah, pulau yang memiliki sumber daya manusia (sdm) melimpah dan menjadikan olahraga tepok bulu menjadi kegemaran berbagai kalangan, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, negeri yang bahkan mayoritas memasukkan olahraga bulutangkis kedalam ekstrakurikuler favorit di sekolah-sekolah. Apa yang disampaikan Bupati Fakfak yang akrab disapa Kaka Mocha ini, sedikit anomali jika mengacu kepada siapa tantangan diatas dialamatkan. Tantangan yang ditujukan kepada segenap khalayak bulutangkis di kota Fakfak, Papua Barat berikut organisasi wadahnya; PBSI.</p>
<p>Mendengar nama Provinsi Papua/Papua Barat, identik dalam unity dan kesatuan pandangan soal ras, serta sebuah neo-budaya diluar tradisi warisan leluhur yakni olahraga. Dimana sejak masa penjajahan Belanda, atau masa setelah merdeka dan menjadi bagian NKRI, serta teranyar prestasi sekitar 2 (dua) dekade terakhir oleh salah satu klub sepakbola asal Jayapura Papua, Persipura, kita tentu akan sepakat bahwa, bicara soal kebiasaan maupun prestasi dan neo-budaya non-kultur yakni olahraga, Papua/Papua barat identik dengan sepakbola, bukan bulutangkis !</p>
<p>Namun, jika melihat bagaimana negara menghadirkan kemewahan dukungan, peluang dan masa depan yang baik bagi pelaku olahraga ini karena seringnya prestasi mengharumkan nama bangsa, serta program-program pusat yang serius menjadikan bulutangkis sebagai olahraga unggulan bangsa, bukan tidak mungkin untuk kita mencerna kembali kalimat tantangan Kaka Mocha lalu menjadikannya sebagai pemacu semangat organisasi dan warganya untuk berpikir kearah pengembangan prestasi. Kenapa tidak? Bulutangkis adalah olahraga syarat prestasi bangsa, sudah tentu negara akan menaruh atensi lebih pada cabang olahraga ini, demi kelangsungannya dimasa mendatang.</p>
<p>Fakfak, sebuah kota tua di Papua Barat, menurut cerita yang penulis dapati dari para sesepuh bulutangkis kota ini, sempat menjadi salah satu barometer kemajuan olahraga bulutangkis sejak Papua masih bernama Irian Jaya. Mulai dari sukses penyelenggaraan Rudi Hartono cup sebagai tuan rumah, yang kemudian menginisiasi lahirnya sebuah bangunan gedung olahraga pertama dikota ini, serta melahirkan bibit pemain berbakat yang sempat berlatih magang di tanah Jawa sekitar tahun 90an.</p>
<p>Saat ini jangankan berbicara prestasi, fasilitas gedung   pun nyaris tak ada. Hanya beberapa gedung milik perseorangan/swasta yang tentu bertendensi bisnis dengan fasilitas seadanya. Namun dari banyaknya kesulitan sarana dan fasilitas yang dihadapi warga peminat olahraga bulutangkis di kota ini, sebuah angka menjanjikan dicatat oleh Pengkab PBSI Kabupaten Fakfak selama kurun waktu satu tahun (2017-2018) bahwa, tercatat 269 (dua ratus enampuluh sembilan) pemain putra dan putri yang terdaftar pada 10 (sepuluh) PB/klub bulutangkis yang ada di kota ini. Belum lagi, pemain usia dini yang tercatat 60 (enam puluh) anak dari beberapa kelompok umur. Ini adalah potensi besar yang harus dimanajemen secara konklusif dengan baik bukan saja oleh Pengkab PBSI, namun butuh dukungan penuh pemerintah daerah melalui instansi terkait.</p>
<p>Sejalan, tantangan Kaka Mocha selaku kepala daerah untuk Fakfak dapat melahirkan prestasi maupun bibit atlet potensial individu adalah mengorek kesadaran pelaku olahraga bulutangkis, dimana rangsangan dana ratusan juta untuk induk organisasi ini telah diserahkan melalui KONI berikut upaya pemerintah daerah kabupaten Fakfak membangun sarana gedung bulutangkis yang saat ini sedang dalam progres maju.</p>
<p>Sungguh, sebuah tantangan berbobot yang ditunjang keseriusan sudah dilempar  Pak Bupati, teranyar; dalam sambutan beliau pada pembukaan event turnamen bulutangkis Bupati cup 2018 beberapa waktu lalu, Beliau mendorong Pengkab PBSI maupun pemda, untuk menginisiasi pelaksanaan turnamen bulutangkis Gubernur Cup 2019, agar dilaksanakan di kota Fakfak.</p>
<p>Ini bisa jadi momentum menjawab  tantangan prestasi dimana saat tulisan ini dibuat, turnamen bulutangkis Bupati Cup 2018 telah memasuki fase-fase final, dimana terjaring beberapa pemain usia dini bibit muda asli Fakfak, yang akan disaring dan dipersiapkan untuk event-event lebih besar kedepan. Tentu ini awal yang baik dalam progress menuju ke sebuah produk akhir bernama &#8220;prestasi&#8221;.</p>
<p>Memang masih banyak pekerjaan rumah serta langkah panjang yang harus dilalui dengan serius dan sungguh-sungguh. Butuh banyak inisiator pertandingan, pendataan pemain usia dini dan memikirkan program pelatihan yang teratur, memiliki pelatih profesional hingga ke try out untuk menambah jam terbang atlit, adalah beberapa diantaranya.</p>
<p>Harapan itu ada, terlebih saat ini kepengurusan organisasi PBSI dinahkodai oleh para muda. Widi Asmoro Jati sebagai ketua, Muhammad Taufik sebagai sekretaris, juga banyak nama-nama muda inovatif masuk dalam jajaran kepengurusan organisasi Pengkab PBSI ini.</p>
<p>Jika semua pihak terkait benar-benar bekerja keras, sembari tetap berdoa, kita boleh untuk tetap berandai akan memenuhi ekspektasi Kaka Mocha yang terkesan overrated dalam beberapa tahun kedepan,  bahwa, akan ada nama-nama asli Fakfak yang menjadi atlet bulutangkis nasional! Untuk setidaknya mematahkan image &#8220;kita jago berkelompok, tapi indvidu tarada&#8221;.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Wahyu Rumagesan</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/11/merespon-tantangan-positif-bupati-fakfak-kitonk-jago-berkelompok-tapi-untuk-individu-tarada/">Merespon Tantangan Positif Bupati Fakfak, “Kitonk Jago Berkelompok, Tapi Untuk Individu Tarada&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/11/merespon-tantangan-positif-bupati-fakfak-kitonk-jago-berkelompok-tapi-untuk-individu-tarada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
