<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Oct 2023 01:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Luar Biasa! Pengalaman Melihat Dan Berenang Bersama Hiu Paus Di Perairan Fakfak.</title>
		<link>https://infofakfak.com/2023/10/luar-biasa-pengelaman-melihat-dan-berenang-bersama-hiu-paus-di-perairan-fakfak/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2023/10/luar-biasa-pengelaman-melihat-dan-berenang-bersama-hiu-paus-di-perairan-fakfak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 01:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=8243</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Reporter : Jojie Matitaputty &#124; Editor : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Selasa, 10  Oktober 2023 lalu, tim kunjungan kerja BLUD-UPTD Pengelolaan KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Kaimana Seksi Wilayah Fakfak ke Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Nusalasi-Van Den Bosch, yang didampingi oleh Dinas Perikanan Dan Kelautan Fakfak serta mitra pembangunan Konservasi Indonesia. Kunjungan ini meninggalkan cerita ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/10/luar-biasa-pengelaman-melihat-dan-berenang-bersama-hiu-paus-di-perairan-fakfak/">Luar Biasa! Pengalaman Melihat Dan Berenang Bersama Hiu Paus Di Perairan Fakfak.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8244" aria-describedby="caption-attachment-8244" style="width: 618px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit.jpg"><img decoding="async" class="size-large wp-image-8244" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit-1024x581.jpg" alt="" width="618" height="351" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit-1024x581.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit-300x170.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit-768x436.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/10/Screenshot_20231014-103437_SHAREit.jpg 1079w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></a><figcaption id="caption-attachment-8244" class="wp-caption-text">Penampakan hiu paus di perairan Pulau Samai, Fakfak, Papua Barat. (Foto ist/ci)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter : Jojie Matitaputty | Editor : Wahyu Hidayat</p>
<p><strong>INFOFAKFAK.COM_</strong> Selasa, 10  Oktober 2023 lalu, tim kunjungan kerja BLUD-UPTD Pengelolaan KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Kaimana Seksi Wilayah Fakfak ke Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Nusalasi-Van Den Bosch, yang didampingi oleh Dinas Perikanan Dan Kelautan Fakfak serta mitra pembangunan Konservasi Indonesia. Kunjungan ini meninggalkan cerita yang berkesan bagi mereka, yaitu bertemu dan melihat langsung hiu paus (whale shark) dari dekat.</p>
<p>Bertemu dan melihat langsung hiu paus adalah moment yang membahagiakan bagi mereka di sore itu.</p>
<p>Awal mulanya, setelah menyelesaikan kunjungan ke Taman Pesisir Teluk Nusalasi-Van Den Bosch, tim yang beranggotakan 9 orang, singgah di salah satu bagan perairan Pulau Samai untuk mengecek potensi wisata hiu paus dan saat itulah mereka menyaksikan hiu paus muncul.</p>
<p>Pulau Samai memang dikenal tempat agregasi atau berkumpul hiu paus (whale shark). Pulau ini tak jauh dari daratan Kota Fakfak, Papua Barat.</p>
<p>“Sebenarnya memang ada waktu dimana hiu paus sering bermain. Di Kaimana hiu paus sering muncul pada pagi hari ketika nelayan bagan melaksanakan aktivitasnya. Asumsi kami sama juga di Fakfak,” tutur Nur Ismu Hidayat Acting Senior Program Manager Konservasi Indonesia saat dihubungi infofakfak.com melalui pesan singkat pada Jumat, 13 Oktober 2023.</p>
<p>Menurut Nur Ismu dan tim, hiu paus muncul di bagan tersebut karena jaring masih ada ikan sehingga bisa menarik perhatian dari whale shark. Lebih dari itu pekerja bagan yang ramah (tidak mengusir) hiu paus bahkan memberikan sebagian ikannya. Hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku hiu paus untuk datang di sekitar bagan.</p>
<p>Nur Ismu membenarkan bahwa, menurut  Informasi dari pekerja yang berada di bagan, bahwa Whale Shark sering muncul di sekitar bagan.  Sebab pemantauan Konservasi Indonesia yang bekerja sama dengan Pemda Kaimana, serta pengelola kawasan konservasi dan masyarakat atas hiu paus di Kaimana, mendapati hiu paus ini bermigrasi ke Fakfak, Teluk Bintuni hingga ke Samudera Pasifik.</p>
<p>Nur Ismu menambahkan, tidak hanya hiu paus, hewan karismatik lain yang bermigrasi seperti dugong dan pari manta berpoetensi bermigrasi melewati perairan Fakfak.</p>
<p>Sementara itu, Ramlie Salihi Kepala Seksi wilayah II KKP Fakfak bercerita bahwa, Ia sudah pernah berenang bersama 4 hiu paus dewasa di Taman Wisata Perairan Kaimana. Namun ia dan para rombongan baru pertama kali berenang bersama hiu paus di perairan Pulau Samai Fakfak.</p>
<p>“Saya baru pertama kali berenang dengan hiu paus di perairan Fakfak,” tutur Ramlie.</p>
<p><strong>Hiu Paus Sebagai Potensi Wisata Kabupaten Fakfak</strong></p>
<p>Menurut Obaja Rahangiar pegawai DPK Fakfak, hiu paus atau whale shark bisa menjadi salah satu daya tarik wisata. Namun tentunya perlu dibangun pemahaman bersama bahwa hiu paus adalah hewan dilindungi secara penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/KEPMEN-KP/2013. Oleh karena itu daya dukung dan tata cara berwisata dengan hiu paus perlu di tetapkan dan disosialisasikan.***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/10/luar-biasa-pengelaman-melihat-dan-berenang-bersama-hiu-paus-di-perairan-fakfak/">Luar Biasa! Pengalaman Melihat Dan Berenang Bersama Hiu Paus Di Perairan Fakfak.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2023/10/luar-biasa-pengelaman-melihat-dan-berenang-bersama-hiu-paus-di-perairan-fakfak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Pantai Jalan Baru Berlumut, Besi Mencuat, Membahayakan Pengunjung</title>
		<link>https://infofakfak.com/2016/07/wisata-pantai-jalan-baru-berlumut-besi-mencuat-membahayakan-pengunjung/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2016/07/wisata-pantai-jalan-baru-berlumut-besi-mencuat-membahayakan-pengunjung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2016 10:33:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=1888</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Wisata pantai di Jalan Baru yang baru berusia beberapa bulan, perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, wisata terdekat dari kota tersebut, keadaan tangga-tangga turun ke laut, kini kondisinya dipenuhi lumut cukup tebal, sehingga licin dan berpotensi membahayakan pengunjung. Selain masalah lumut, pada tangga terakhir, terjadi kerusakan. Cor-coran beton tersebut terbongkar di beberapa tempat dan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2016/07/wisata-pantai-jalan-baru-berlumut-besi-mencuat-membahayakan-pengunjung/">Wisata Pantai Jalan Baru Berlumut, Besi Mencuat, Membahayakan Pengunjung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1889" aria-describedby="caption-attachment-1889" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1889" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2016/07/fakfakwisata.jpg" alt="Tangga yang dipenuhi lumut, menjadi licin dan berpotensi bahaya" width="710" height="399" /><figcaption id="caption-attachment-1889" class="wp-caption-text">Tangga yang dipenuhi lumut, menjadi licin dan berpotensi bahaya</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Wisata pantai di Jalan Baru yang baru berusia beberapa bulan, perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, wisata terdekat dari kota tersebut, keadaan tangga-tangga turun ke laut, kini kondisinya dipenuhi lumut cukup tebal, sehingga licin dan berpotensi membahayakan pengunjung.</p>
<p>Selain masalah lumut, pada tangga terakhir, terjadi kerusakan. Cor-coran beton tersebut terbongkar di beberapa tempat dan membuat besi-besi yang berfungsi sebagai penguat cor-coran menyembul. Pada kondisi laut surut, tonjolan besi ini terlihat jelas. Tetapi pada kondisi air pasang serta ombak cukup kuat, besi yang mencuat tertutup air dan menjadi sangat membahayakan penikmat pantai.</p>
<p>Pantauan media ini pada Minggu pagi (31/7), pengunjung terpaksa saling mengingatkan untuk menjauhi lokasi tangga yang rusak, karena dikuatirkan besinya menusuk badan. Apalagi dalam kondisi air bergelombang, dikuatirkan pengunjung yang berenang, akan terseret ke arah besi-besi tersebut.</p>
<p>Safiqa, beserta rombongannya, berkali-kali mengingatkan pengunjung lain untuk menjauhi lokasi tangga yang rusak.</p>
<p>“Untuk orang dewasa saja sudah berbahaya. Apalagi untuk anak-anak yang lalai dari pantauan orang tuanya. Apalagi, saat ini gelombang cukup kuat. Badan dengan mudah terhempas ke tangga dan tertarik ke laut kembali. Sebaiknya pemda perlu segera memperhatikan masalah ini. apalagi, lokasi ini ramai pengunjung,” kata Safiqa.</p>
<p>Potensi berbahaya akan semakin membesar, tatkala sore hari. Sebab, pada sore hari jumlah pengunjung semakin banyak. Kelalaian orang tua dalam mengawasi anaknya, bisa berakibat fatal. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2016/07/wisata-pantai-jalan-baru-berlumut-besi-mencuat-membahayakan-pengunjung/">Wisata Pantai Jalan Baru Berlumut, Besi Mencuat, Membahayakan Pengunjung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2016/07/wisata-pantai-jalan-baru-berlumut-besi-mencuat-membahayakan-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Warisan” Mayor Jadi Lokasi Wisata Baru</title>
		<link>https://infofakfak.com/2016/04/warisan-mayor-jadi-lokasi-wisata-baru/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2016/04/warisan-mayor-jadi-lokasi-wisata-baru/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2016 10:43:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=1736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Jalan baru atau Jl. Dr. Salasa Namudat yang identik dengan debu dan lokasi mesum, kini menjelma menjadi destinasi atau tujuan wisata baru. Dulu, lokasi sepanjang 1,5 Km ini merupakan timbunan batu batu besar, hasil proyek reklamasi pantai. Area reklamasi yang berlokasi tak jauh dari Pelabuhan Fakfak itu, utamanya di hari libur, kini dikunjungi ratusan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2016/04/warisan-mayor-jadi-lokasi-wisata-baru/">“Warisan” Mayor Jadi Lokasi Wisata Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1737" aria-describedby="caption-attachment-1737" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1737" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2016/04/fakfakwisata.jpg" alt="Suasana wisata pantai  Jalan Baru" width="710" height="399" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2016/04/fakfakwisata.jpg 710w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2016/04/fakfakwisata-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /><figcaption id="caption-attachment-1737" class="wp-caption-text">Suasana wisata pantai Jalan Baru</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Jalan baru atau Jl. Dr. Salasa Namudat yang identik dengan debu dan lokasi mesum, kini menjelma menjadi destinasi atau tujuan wisata baru. Dulu, lokasi sepanjang 1,5 Km ini merupakan timbunan batu batu besar, hasil proyek reklamasi pantai. Area reklamasi yang berlokasi tak jauh dari Pelabuhan Fakfak itu, utamanya di hari libur, kini dikunjungi ratusan warga Fakfak untuk refreshing.</p>
<p>Adalah Penjabat Bupati Fakfak, Oktovianus Mayor, S.Sos. yang memprakarsai pembangunan lokasi wisata itu. Timbunan batu-batu besar disulap menjadi tangga-tangga bersentuhan langsung dengan air laut, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana laut, sembari duduk-duduk menikmati kuliner, bahkan berenang.</p>
<p>“Inovasi yang hebat. Kalau perlu pembangunan yang sudah dimulai itu, Bupati Fakfak saat ini bisa melanjutkan. Jangan sampai Fakfak kalah dengan daerah lain,” kata Kajari Fakfak, Rilke Jeffry Huwae.</p>
<p>Jeffry menambahkan, akan lebih baik jika sejak mula, lokasi berjualan dan lokasi untuk pengunjung diatur dengan baik. “Bisa meniru daerah lain. Sebaiknya, lokasi orang berjualan dipisah dengan lokasi pengunjung, agar pengunjung lebih bebas. Kalau tidak diatur sejak awal, bisa menimbulkan masalah dikemudian hari,”</p>
<p>Safitriani, warga Fakfak asal Lombok mengaku senang dengan adanya lokasi wisata baru ini. “Lokasi wisata yang lain, cukup jauh dari kota. Kalau lokasi ini, memang berlokasi di kota. Sehingga, warga bisa kapanpun kesini,”</p>
<p>Dengan semakin membludaknya masyarakat yang berkunjung, saat-saat tertentu, polisi menutup satu jalur jalan, agar keamanan pengunjung lebih terjamin. Kedepan, pemerintah daerah sebaiknya menyediakan fasilitas pertolongan pertama, serta menyiagakan tim penyelamat di laut.</p>
<p>Hal tersebut wajib, sebab lokasi tersebut bersinggungan langsung dengan laut yang cukup dalam, dan terdapat binatang laut yang berbahaya. Beberapa kali media ini menjumpai ular laut belang hitam putih yang muncul dari balik batu. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2016/04/warisan-mayor-jadi-lokasi-wisata-baru/">“Warisan” Mayor Jadi Lokasi Wisata Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2016/04/warisan-mayor-jadi-lokasi-wisata-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
