<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Hebat &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/generasi-hebat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2026 23:43:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Bunda PAUD Fakfak Ingatkan Bahaya Ketergantungan HP, Ajak Orang Tua Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng</title>
		<link>https://infofakfak.com/2026/06/bunda-paud-fakfak-ingatkan-bahaya-ketergantungan-hp-ajak-orang-tua-hidupkan-kembali-budaya-mendongeng/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2026/06/bunda-paud-fakfak-ingatkan-bahaya-ketergantungan-hp-ajak-orang-tua-hidupkan-kembali-budaya-mendongeng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amrin Bro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 23:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fakfak News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Arguni Taver]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Mendongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda PAUD Fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[durian fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Fakfak Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Karas]]></category>
		<category><![CDATA[kokas]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Nurwidayati Samaun Dahlan]]></category>
		<category><![CDATA[pala fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[papua barat]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD Fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Tungku Tiga Batu]]></category>
		<category><![CDATA[siboru]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Ketergantungan HP]]></category>
		<category><![CDATA[Thumburuni]]></category>
		<category><![CDATA[Tombor Magh]]></category>
		<category><![CDATA[toran beach]]></category>
		<category><![CDATA[winder tuare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=16938</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Reporter: Sri Mariati INFOFAKFAK.COM,- Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan pegangan telepon (HP) kepada anak usia dini. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menghambat perkembangan literasi serta mengurangi minat anak untuk belajar dan membaca. Pesan tersebut sampaikan saat menghadiri Pelepasan dan Penamatan Peserta ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/06/bunda-paud-fakfak-ingatkan-bahaya-ketergantungan-hp-ajak-orang-tua-hidupkan-kembali-budaya-mendongeng/">Bunda PAUD Fakfak Ingatkan Bahaya Ketergantungan HP, Ajak Orang Tua Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16940" aria-describedby="caption-attachment-16940" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-scaled.jpg"><img decoding="async" class="wp-image-16940 size-medium" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-300x300.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-1024x1024.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-150x150.jpg 150w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-768x768.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-1536x1536.jpg 1536w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/06/20260619_083752-2048x2048.jpg 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-16940" class="wp-caption-text"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Bunda PAUD Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak orang tua membatasi penggunaan HP pada anak usia dini dan membiasakan budaya membaca serta mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.</span></span></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Reporter: Sri Mariati</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">INFOFAKFAK.COM,- Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan pegangan telepon (HP) kepada anak usia dini. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menghambat perkembangan literasi serta mengurangi minat anak untuk belajar dan membaca.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pesan tersebut sampaikan saat menghadiri Pelepasan dan Penamatan Peserta Didik PAUD se-Distrik Teluk Patipi Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung di Distrik Teluk Patipi, Kamis 18 Juni 2026.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dalam berbagai hal, Ibu Nurwidayati menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak usia dini melalui kebiasaan membaca buku cerita di lingkungan keluarga.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Anak usia dini sebaiknya lebih banyak dikenalkan dengan buku cerita daripada HP. Di PAUD memang bukan diajarkan membaca secara formal, tetapi mereka sudah diperkenalkan pada dunia literasi. Jika sejak kecil terbiasa dengan buku, maka anak tidak akan bergantung pada telepon genggam,” ujarnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia mengakui bahwa mengurangi ketergantungan anak terhadap HP bukanlah hal yang mudah. Namun, menurutnya, perubahan kebiasaan harus dimulai dari rumah dengan pendekatan yang penuh kasih dan pengertian.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Anak-anak perlu diberikan pemahaman secara bertahap. Jangan dengan paksaan, tetapi dengan cara yang baik dan menyenangkan agar mereka terbiasa melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat,” katanya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Selain membatasi penggunaan gawai, Ibu Nurwidayati juga mengajak para orang tua untuk kembali menghidupkan budaya mendongeng kepada anak sebelum tidur. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai memiliki manfaat besar bagi perkembangan emosional, bahasa, dan imajinasi anak.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">&#8220;Jangan biasakan anak tidur ditemani HP. Mari kita kembali mendongeng seperti yang dilakukan orang tua kita dahulu. Ceritakan kisah-kisah menarik dengan bahasa yang sederhana agar anak senang mendengarkan dan berimajinasi,&#8221; pesannya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar mengenal kehidupan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pada kesempatan itu, Bunda PAUD juga menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat terkait penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Aspirasi tersebut antara lain meliputi kebutuhan seragam peserta didik, alat permainan edukatif, hingga peningkatan kesejahteraan guru PAUD.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ibu Nurwidayati menegaskan komitmennya untuk menggalang berbagai kebutuhan tersebut agar dapat ditindaklanjuti bersama perangkat daerah dan instansi terkait.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Saya akan mengawali aspirasi ini semampu saya. Tugas saya bukan hanya hadir dalam kegiatan seperti ini, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat dapat diteruskan ke dinas terkait untuk diperjuangkan bersama,” tegasnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain mengemban amanah sebagai Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, ia juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Fakfak.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Melalui berbagai peran tersebut, ia terus berupaya mendorong penguatan pembangunan keluarga, peningkamasyarakat, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah melalui UMKMtan layanan kesehatan, kerajinan batik khas Fakfak, kuliner lokal, dan berbagai produk unggulan lainnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kita ingin produk-produk Fakfak semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif harus terus digalakkan,” ujarnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Menutup Sambutannya, Ibu Nurwidayati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui pola asuh yang positif, budaya membaca yang kuat, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Anak-anak yang kita lepas hari ini adalah generasi penerus Fakfak. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak baik, dan mampu bersaing di masa depan. Oleh karena itu, mari kita jaga dan didik mereka bersama-sama,” tutupnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan pelepasan peserta didik PAUD se-Distrik Teluk Patipi tersebut berlangsung meriah dan penuh haru. Acara yang menampilkan para guru PAUD, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta pemerintah yang distrik juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Fakfak.***</span></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/06/bunda-paud-fakfak-ingatkan-bahaya-ketergantungan-hp-ajak-orang-tua-hidupkan-kembali-budaya-mendongeng/">Bunda PAUD Fakfak Ingatkan Bahaya Ketergantungan HP, Ajak Orang Tua Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2026/06/bunda-paud-fakfak-ingatkan-bahaya-ketergantungan-hp-ajak-orang-tua-hidupkan-kembali-budaya-mendongeng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
