<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fakfaksosialbudaya &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/fakfaksosialbudaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 22:16:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Masih Relevankah Prespektif Teologi Pembebasan Pada Gereja Di Era Modern ?</title>
		<link>https://infofakfak.com/2023/07/masih-relevankah-prespektif-teologi-pembebasan-pada-gereja-di-era-modern/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2023/07/masih-relevankah-prespektif-teologi-pembebasan-pada-gereja-di-era-modern/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 22:16:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=7909</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; &#160; &#160; Reporter : Jojie G M INFOFAKFAK.COM_ Meski gerakan Teologi Pembebasan muncul pada 1960-an dan 1970-an sebagai tanggapan terhadap konteks sosial dan politik Amerika Latin pada saat itu, prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan dalam situasi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Teologi Pembebasan menekankan pentingnya keadilan sosial, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan solidaritas dengan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/07/masih-relevankah-prespektif-teologi-pembebasan-pada-gereja-di-era-modern/">Masih Relevankah Prespektif Teologi Pembebasan Pada Gereja Di Era Modern ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7905" aria-describedby="caption-attachment-7905" style="width: 768px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230708-WA0126.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7905" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230708-WA0126.jpg" alt="" width="768" height="432" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230708-WA0126.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG-20230708-WA0126-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a><figcaption id="caption-attachment-7905" class="wp-caption-text">Ilustrasi orang beribadah di gereja modern. (Foto ist)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter : Jojie G M<br />
INFOFAKFAK.COM_ Meski gerakan Teologi Pembebasan muncul pada 1960-an dan 1970-an sebagai tanggapan terhadap konteks sosial dan politik Amerika Latin pada saat itu, prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan dalam situasi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.</p>
<p>Teologi Pembebasan menekankan pentingnya keadilan sosial, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan solidaritas dengan mereka yang tertindas.</p>
<p>Di era modern, masih ada banyak tantangan dan ketidakadilan sosial yang perlu dihadapi, seperti kesenjangan ekonomi yang meningkat, diskriminasi rasial dan gender, penindasan politik, dan perubahan iklim, akses pendidikan yang terbatas.</p>
<p>Pendeta dan juga dosen di STT GPI Papua, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Dr. Ronald Helweldery, M.Si dalam pandangannya, menjelaskan, Prinsip teologia pembebasan adalah gereja memilih untuk hidup, berdiri dan berjuang bersama kaum miskin, kaum tertindas, kaum terpinggirkan. Ini dalam bahasa inggris disebut sebagai preferential option for the poor. Ungkapnya lewat pesan singkat Messenger Facebook, pada Sabtu, 08 Juli, 2023.</p>
<p>“Berjuang bersama kaum miskin adalah prinsip yang harus dihidupi oleh gereja. Berjuang melalui kerja-kerja pembebasan seperti di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum dan lain-lain. Mengembalikan hak hak hidup orang miskin sebagai manusia,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya aspek rohani, tapi gereja harus memikul tanggung jawab sosial untuk umat dan masyarakat miskin.</p>
<p>“Jadi misalnya, yayasan pendidikan dan beasiswa bantuan pendidikan bagi kaum miskin adalah salah satu sarana pelayanan pembebasan di bidang pendidikan, begitu juga kesehatan dan ekonomi,” ungkapnya saat memberikan contoh.</p>
<p>Begitu relevannya teologi pembebasan pada gereja era modern, ia mengutip Injil Lukas 4 : 18 – 19 yang isinya menjelaskan tentang  kabar baik dan pembebasan bagi setiap orang tertindas yang mengilhami semangat teladan kristus.</p>
<p>“Melalui pendidikan manusia dibebaskan dari ketidaktahuan, miskin pengetahuan dan ketidakmampuan masuk ke dalam dunia kerja mandiri dan lain-lain. Dengan pendidikan manusia beremansipasi dalam kehidupan dimana daya-daya hidupnya diperkuat,” tutupnya, sambil kembali mempertegas betapa relevannya teologi pembebasan di era gereja modern saat ini.</p>
<p>Teologi pembebasan berakar dalam keyakinan bahwa gereja harus berada di pihak orang miskin dan tertindas serta berperan dalam perjuangan untuk pembebasan mereka. Teolog-teolog pembebasan meyakini bahwa Allah memiliki preferensi khusus terhadap orang-orang miskin dan bahwa misi gereja harus mencakup keadilan sosial dan transformasi sosial.</p>
<p>Selama beberapa dekade terakhir, gerakan sosial dan keadilan telah menggunakan prinsip-prinsip Teologi Pembebasan sebagai landasan etis dan spiritual dalam memperjuangkan perubahan. Aktivis dan teolog dari berbagai latar belakang masih merujuk pada prinsip-prinsip ini dalam upaya mereka untuk mengatasi ketidakadilan dan membangun masyarakat yang inklusif.</p>
<p>Meskipun konteks dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat terus berkembang, nilai-nilai dan prinsip dasar Teologi Pembebasan dapat terus memberikan inspirasi dan bimbingan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan pembebasan manusia di era modern. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2023/07/masih-relevankah-prespektif-teologi-pembebasan-pada-gereja-di-era-modern/">Masih Relevankah Prespektif Teologi Pembebasan Pada Gereja Di Era Modern ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2023/07/masih-relevankah-prespektif-teologi-pembebasan-pada-gereja-di-era-modern/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GKI Klasis Fakfak,  Pemasangan Pohon Natal Capai 85%</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/11/gki-klasis-fakfak-pemasangan-pohon-natal-capai-85/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/11/gki-klasis-fakfak-pemasangan-pohon-natal-capai-85/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 21:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=7144</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Reporter : Jojie Muskita Matitaputty Editor : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM &#8211;  Proses pekerjaan pembuatan pohon Natal, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2022 yang telah dimulai dari Selasa, 22 November 2022 hingga Selasa, 29 November 2022, untuk tahap pertama pekerjaan bagian rangka pohon natal sudah mencapai 85%. Demikian disampaikan Andry Hegemur, Ketua Pemuda ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/11/gki-klasis-fakfak-pemasangan-pohon-natal-capai-85/">GKI Klasis Fakfak,  Pemasangan Pohon Natal Capai 85%</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7145" aria-describedby="caption-attachment-7145" style="width: 576px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-7145" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204-576x1024.jpg 576w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204-169x300.jpg 169w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204-768x1365.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204-864x1536.jpg 864w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221129-WA0204.jpg 900w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></a><figcaption id="caption-attachment-7145" class="wp-caption-text">Suasana pemasangan persiapan pemasangan pohon natal. (Foto Jojie)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter : Jojie Muskita Matitaputty<br />
Editor : Wahyu Hidayat</p>
<p>INFOFAKFAK.COM &#8211;  Proses pekerjaan pembuatan pohon Natal, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2022 yang telah dimulai dari Selasa, 22 November 2022 hingga Selasa, 29 November 2022, untuk tahap pertama pekerjaan bagian rangka pohon natal sudah mencapai 85%. Demikian disampaikan Andry Hegemur, Ketua Pemuda GKI Klasis Fakfak sekaligus Koordinator tim pembuatan dan pemasangan pohon natal, Selasa 29 November 2022 Di halaman Gereja GKI Kalvari, Wrikapal.</p>
<p>Andry menuturkan, konsep pohon natal kali ini yang akan dipasang di pantai reklamasi, Jl. Dr. Salasa Namudat, berbeda konsep dengan dua tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Untuk tahun 2022, pohon natal berbentuk menara Eiffel yang dibuat menggunakan besi holo, direncanakan pohon natal ini setinggi 13 m dan lebar/diameter 2&#215;2 m, dan tentunya ada hal-hal unik yang menjadi kejutan dari konsep pohon natal kali ini,” tutur Andry.</p>
<p>Kemudian Andry mengakui masalah finansial menjadi sedikit hambatan pada proses pembuatan pohon natal ini.</p>
<p>“Dan yg menjadi kendala dalam kegiatan pembuatan pohon natal ini adalah finansial (pembiyaan). Sejauh ini kami masih sangat kekurangan biaya dalam proses tahap ke dua yaitu pemasangan dan tahap ke tiga dekorasi. Yg berikut masalah jaringan listrik yg harus menjadi kendala serius dengan pihak terkait untuk mendapatkan jaringan listrik,” ungkap Andry</p>
<p>Andry berharap, apa yg dibuat dapat memberikan susana dan menambah keindahan untuk kota tercinta, Fakfak di bulan Desember. Karena apa yang kami konsep berlandaskan satu tungku tiga batu. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/11/gki-klasis-fakfak-pemasangan-pohon-natal-capai-85/">GKI Klasis Fakfak,  Pemasangan Pohon Natal Capai 85%</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/11/gki-klasis-fakfak-pemasangan-pohon-natal-capai-85/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun Vakum, Forum Tembang Kembali Hadir</title>
		<link>https://infofakfak.com/2022/07/dua-tahun-vakum-forum-tembang-kembali-hadir/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2022/07/dua-tahun-vakum-forum-tembang-kembali-hadir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 21:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=6669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reporter : Jojie Matitaputty INFOFAKFAK.COM_ &#60;span;&#62;Setelah dua tahun vakum karena pandemi,  Forum Temu Kebangsaan Orang Muda atau Forum Tembang, kini hadir kembali. Forum pertemuan penggerak muda lintas iman dan kepercayaan ini, telah dilaksanakan pada 1-3 Juli 2022 lalu, di Cico Resort, Bogor. Hingga saat ini, Forum Tembang telah mencapai lima generasi angkatan sejak 2016 dengan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/07/dua-tahun-vakum-forum-tembang-kembali-hadir/">Dua Tahun Vakum, Forum Tembang Kembali Hadir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6670" aria-describedby="caption-attachment-6670" style="width: 497px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220706-WA0164.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6670" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220706-WA0164.jpg" alt="" width="497" height="335" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220706-WA0164.jpg 497w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220706-WA0164-300x202.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220706-WA0164-110x75.jpg 110w" sizes="(max-width: 497px) 100vw, 497px" /></a><figcaption id="caption-attachment-6670" class="wp-caption-text">Peserta Forum Tembang 2022 yang dilaksanakan pada 1-3 Juli 2022 lalu, di Cico Resort, Bogor.</figcaption></figure>
<p>Reporter : Jojie Matitaputty</p>
<p>INFOFAKFAK.COM_ &lt;span;&gt;Setelah dua tahun vakum karena pandemi,  Forum Temu Kebangsaan Orang Muda atau Forum Tembang, kini hadir kembali.</p>
<p>Forum pertemuan penggerak muda lintas iman dan kepercayaan ini, telah dilaksanakan pada 1-3 Juli 2022 lalu, di Cico Resort, Bogor.</p>
<p>Hingga saat ini, Forum Tembang telah mencapai lima generasi angkatan sejak 2016 dengan jumlah alumni mencapai lebih dari 420 orang.</p>
<p>Forum yang diinisiasi oleh lima organisasi yaitu Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja &#8211; Gereja di Indonesia (PGI), Jaringan GUSDURian, Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN PERADAH), dan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) ini, memiliki visi misi mempertemukan penggerak muda dari berbagai organisasi lintas iman dan kepercayaan, untuk membicarakan isu-isu sosial seperti permasalahan pendidikan, korupsi, media digital, isu lingkungan hidup dan kewirausahaan.</p>
<p>Kali ini kegiatan Forum Tembang mengusung tema “Optimalisasi Peran Orang Muda Dalam Merawat Indonesia Sebagai Rumah Bersama”.</p>
<p>&lt;span;&gt;Ketua Acara Forum Tembang 2022, Thomas Albertin, menyampaikan bahwa, pertemuan penggerak lintas iman dan kepercayaan ini membutuhkan interaksi lebih aktif dan bonding satu sama lain untuk menjadi sebuah tim.</p>
<p>“Kami memang tidak menggelar acara secara daring karena mengingat pertemuan penggerak lintas iman dan kepercayaan ini membutuhkan interaksi lebih aktif dan bonding satu sama lain untuk menjadi sebuah tim. Pasca acara ini, semua penggerak yang bertemu akan melakukan rencana tindak lanjut ke depan. Untuk itu dibutuhkan perjumpaan secara langsung. Tentunya akan melalui serangkaian protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya</p>
<p>Forum Tembang tahun ini meletakkan fokus diskusinya pada tema “Indonesia sebagai Rumah Bersama”. “Indonesia sebagai Rumah Bersama” yang dimaksud adalah pemenuhan hak-hak setiap warga negaranya secara inklusif dan nondiskriminatif.</p>
<p>“Pertemuan ini juga menjadi penting untuk mendorong orang muda berkontribusi dalam mengawal pesta demokrasi 2024. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa, kendala pesta demokrasi selalu menghasilkan polarisasi di masyarakat. Maka, kami menilai penting untuk melibatkan anak muda agar tercipta iklim demokrasi yang sehat,” ujar Thomas menambahkan.</p>
<p>Acara yang digelar selama tiga hari ini menghadirkan Sandrayati Moniaga (Komisioner Komnas HAM RI) sebagai keynote speaker, Gita Putri Damayana (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan), Tri Santoso Prabasworo Yudonegoro (Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden), dan Firman Kurniawan (Akademisi, Pakar Komunikasi) sebagai pembicara dalam diskusi panel.</p>
<p>Kemudian pada Focus Group Discussion,  hadir M. Ananto Setiawan (Youth and Tolerance Programme Officer YAPPIKA-ActionAid) sebagai fasilitator FGD pendidikan, Raynaldo Sembiring (Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law) sebagai fasilitator FGD Lingkungan, Gloria Fransisca Khatarina (Division of Education Alliance of Independent Journalists Indonesia – Jakarta Office) sebagai fasilitator FGD Media, Diky Anindiya (Program Officer at Indonesia Corruption Watch) sebagai fasilitator FGD Antikorupsi, dan Hieronymus Kopong Bali (Marketing Manager KUMPUL) sebagai fasilitator FGD Kewirausahaan.</p>
<p>Forum Tembang tahun 2022 berhasil menyeleksi 70 peserta dari 142 calon peserta yang mendaftar. Pada tahun ini, peserta yang terpilih berasal dari organisasi lintas iman dan kepercayaan seperti Jaringan GUSDURian, Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia, Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja &#8211; Gereja di Indonesia, Pandu Ahlulbait, PAKIN (Pemuda Agama Khonghucu Indonesia) Cibinong, AMSAW (Ahmadiyya Muslim Students Association for Woman), Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), Pemuda Ahmadiyah, Pemuda Lintas Agama Padang, GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta, Banjarmasin, Makassar, dan Padang, GASA (Global Active Student Association) dan Komunitas MAGIS Jakarta. ***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2022/07/dua-tahun-vakum-forum-tembang-kembali-hadir/">Dua Tahun Vakum, Forum Tembang Kembali Hadir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2022/07/dua-tahun-vakum-forum-tembang-kembali-hadir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Warung Pojok Itu, Membuahkan Dua Anak Sarjana</title>
		<link>https://infofakfak.com/2019/10/dari-warung-pojok-itu-membuahkan-dua-anak-sarjana/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2019/10/dari-warung-pojok-itu-membuahkan-dua-anak-sarjana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2019 05:15:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=4236</guid>

					<description><![CDATA[<p>17 tahun lalu, sekadar bermimpipun, mungkin Rohayanti tak berani. Bagi ibu tiga anak ini, yang penting bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan menyekolahkan anaknya, itu sudah cukup. Kini, melihat anaknya bisa kuliah hingga S-2, baginya benar-benar sebuah anugerah luar biasa, yang harus disyukuri. Seperti kebanyakan warga Sragen, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah pada ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2019/10/dari-warung-pojok-itu-membuahkan-dua-anak-sarjana/">Dari Warung Pojok Itu, Membuahkan Dua Anak Sarjana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4237" aria-describedby="caption-attachment-4237" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-4237" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2019/10/1-1024x576.jpg" alt="Rohayanti, dari berjualan jamu gendong dan warung, membuahkan 2 anak sarjana" width="618" height="347" /><figcaption id="caption-attachment-4237" class="wp-caption-text">Rohayanti, dari berjualan jamu gendong dan warung, membuahkan 2 anak sarjana</figcaption></figure>
<p>17 tahun lalu, sekadar bermimpipun, mungkin Rohayanti tak berani. Bagi ibu tiga anak ini, yang penting bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan menyekolahkan anaknya, itu sudah cukup. Kini, melihat anaknya bisa kuliah hingga S-2, baginya benar-benar sebuah anugerah luar biasa, yang harus disyukuri.</p>
<p>Seperti kebanyakan warga Sragen, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah pada umumnya, perantauannya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada 2002 lalu, tak lebih dari upaya menyambung hidup, mencoba peruntungan di negeri orang, daripada “berdesak-desakan” di kampung halaman.</p>
<p>Tekad Mbak Yatik, panggilannya, dimulai dengan berjualan jamu keliling. Ada cabe lempuyang, beras kencur, serta jamu lainnya yang handmade alias dibuat sendiri.</p>
<p>Tahun pertama, dilaluinya berjualan jamu gendong dengan berjalan kaki. Sekira jam 9 pagi, Mbak Yatik sudah keluar kosnya yang berada di daerah puncak, Fakfak, menyusuri jalanan naik turun yang menjadi ciri khas daerah Fakfak. Langkah kakinya juga harus mengikuti tatanan batu batu di sela-sela rumah warga, untuk menawarkan jamunya.</p>
<p>“Awalnya jalan kaki. Namanya saja masih baru memulai dan saya juga belum mengenal Fakfak. Lama-lama, jika berjualan di sekitar daerah Puncak ternyata jamunya mash tersisa, saya naik ojek dan berjualan di daerah Wagom. Begitu terus sampai beberapa bulan. Ya, namanya berjualan, kadang jamu tidak habis. Kalau sudah begitu, jamu harus dibuang. Sebab tidak bisa tahan hingga dua hari,” urai Mbak Yatik, kedua matanya melihat atap warungnya, mengenang “awal karirnya” berjualan jamu gendong keliling.</p>
<p>Kerinduannya sebagai seorang ibu dari tiga anak yang masih diasuh neneknya di kampung, harus ia redam. Bercengkerama dengan teman-teman sedaerah, menyapa para pelanggan jamunya, adalah upayanya menyisihkan rasa kangen itu. Tekadnya bulat, suatu saat ia harus bisa membawa anaknya ke Fakfak, atau, dirinya kembali pulang kampung membawa kegagalan.</p>
<p>“Dari tabungan, akhirnya saya bisa membeli sepeda motor bekas. Murah meriah, yang penting bisa dinaiki, berjualan hingga cukup jauh, pulang dan istirahat. Rutin begitu. Kadang muncul juga rasa lelah dan bosan,” katanya. “Lalu, tahun 2008 saya putuskan untuk menjemput dua anak saya, Muhammad Misbachudin dan adiknya, Nur Sakinah. Kebetulan saat itu pas waktunya mereka masuk SMA. Jadi begitu tiba di Fakfak, mereka saya masukkan ke SMK Yapis Fakfak. Sedangkan adiknya yang bungsu, masih diasuh neneknya di kampung,” tambahnya.</p>
<p>Udin, panggilan Misbachudin dan Nur, keduanya beranjak remaja. Tentu kebutuhannya juga bertambah. Dibantu kedua anaknya, Mbak Yatik lantas menyewa rumah papan di depan RRI Fakfak. Bagian atas dipakai untuk membuka usaha warung makan, dan di bagian bawah digunakan sebagai dapur dan tempat tinggal.</p>
<p>“Tiap hari naik turun tangga. Kentol (betis) jadi besar dan kuat,” kata Mbak Yatik lalu tertawa.</p>
<p>Mbak Yatik merasa sangat beruntung, biaya pendidikan di Fakfak banyak disubsidi pemerintah. Dengan begitu, penghasilannya bisa difokuskan pada kelangsungan hidup. Kalaupun ada biaya tambahan untuk sekolah Udin dan Nur, paling sebatas beli seragam dan buku. Udin dan Nur juga cukup berjalan kaki untuk ke sekolah yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari warungnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, soal biaya pendidikan benar-benar terbantu. Seandainya keduanya sekolah di Jawa, tentu biayanya akan memberatkan saya. Selain itu, mereka termasuk cerdas. Saya mesyukuri hal itu. Bagi saya, anak-anak saya bagaikan sinar rembulan. Terangnya tak menyilaukan, namun cukup untuk menerangi langkah kaki,” kata Mbak Yatik, seraya ujung jemarinya mempermainkan ujung bajunya.</p>
<p>Tak terasa, tiga tahun berlalu, dan mengutip kalimat Mbak Yatik, tibalah masa pusing kembali. Ya, orang tua mana yang tidak pusing memikirkan pendidikan anan-anaknya. Bahkan, dua anak sekaligus. Dirinya tak tega bila membiarkan anaknya tak kuliah. Sedangkan biaya kuliah, tentu tak sedikit.</p>
<p>“Kalau ingat saat itu, inginnya kuliah di Jawa, begitu. Teman-teman banyak yang kuliah di luar Fakfak. Tapi tentu saya harus tahu diri. Kasihan Ma’e bila harus kuliah jauh-jauh. Akhirnya, saya dan Mas Udin memilih kuliah di Politeknik Negeri Fakfak saja. Toh, statusnya negeri,” kata Nur bercerita, ketika dihubungi melalui telepon sellulernya.</p>
<p>Nur akhirnya memilih jurusan manajemen informatika, sedangkan Udin masuk jurusan teknik mesin. Ternyata, keputusan mereka untuk kuliah di Politeknik Negeri Fakfak, tidak salah. Dari kampus yang berada “di tengah hutan” dan cukup jauh dari keramaian inilah, alur garis tangan mereka berubah.</p>
<p>“Saat itu, pihak kampus bekerjasama dengan BP, salah satu perusahaan minyak yang beroperasi di Kabupaten Bintuni. Intinya, tahun 2015 BP menyediakan beasiswa bagi kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni D-4. Saya dan Mas Udin mendapat beasiswa meraih D-4  di Politeknik Sriwijaya, Palembang. Bedanya, saya jurusan manajemen informatika, sedangkan Mas Udin jurusan teknis mesin. Dengan pendidikan itu, setelah lulus kami harus kembali dan mengajar di kampus kami, Politeknik Negeri Fakfak,” terang Nur. “Judulnya, kami jadi dosen, gitu. Sesuatu yang sebelumnya tidak kami bayangkan. Alhamdulillah, kami mengajar,” imbuh Nur yang meraih predikat “Dengan Pujian” saat lulus D-3 Politeknik Negeri Fakfak ini.</p>
<p>Bagi Mbak Yatik, prestasi kedua anaknya membawa kebahagiaan tersendiri. Dua anaknya sekaligus, lulus D-3 dalam waktu bersamaan dari kampus yang sama. Kemudian keduanya mendapat beasiswa untuk kuliah lanjutan. Dan, keduanya mengajar. Jadi dosen!</p>
<p>“Syukur, mereka bisa mengajar di Politeknik Negeri Fakfak. Dan saat ini, Udin dan Nur kuliah lagi menempuh S-2. Alhamdulillah, Gusti,” bulir-bulir air mata bahagia dan bangga merembes turun membasahi pipi wanita berusia 49 tahun itu.</p>
<p>“Saya setahun lalu mendapat beasiswa dari Dikti untuk kuliah lagi, kejar S-2 di  Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Sedangkan Mas Udin ambil jurusan teknik mesin di Universitas Brawijaya, Malang. Hal ini merupakan buah doa dari Ma’e dan keluarga. Kami belum mampu membaas semua jerih payah Ma’e. Dan kami tak mungkin bisa membalasnya, kecuali dengan doa kami,” ujar Nur, ada isak disela-sela kalimatnya.</p>
<p>Dua anaknya tahun depan meraih S-2. Meski begitu, Mbak Yatik akan tetap membuka warungnya. Racikan bumbunya akan selalu dirindukan pelanggannya. Dan, sinar rembulan mulai nampak dari celah awan-awan putih yang mulai tersibak. Terang dan menentramkan hatinya. (Wahyu Hidayat)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2019/10/dari-warung-pojok-itu-membuahkan-dua-anak-sarjana/">Dari Warung Pojok Itu, Membuahkan Dua Anak Sarjana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2019/10/dari-warung-pojok-itu-membuahkan-dua-anak-sarjana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anjangsana Alumni dan Ipmafa-Malang Ke Pondok Pesantren Hidayatullah</title>
		<link>https://infofakfak.com/2019/05/anjangsana-alumni-dan-ipmafa-malang-ke-pondok-pesantren-hidayatullah/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2019/05/anjangsana-alumni-dan-ipmafa-malang-ke-pondok-pesantren-hidayatullah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2019 08:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=3853</guid>

					<description><![CDATA[<p>INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan. Umat muslim berlomba-lomba beramal kebaikan di bulan ini. Kita sering sekali jumpai kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan aksi sosial, antara lain  dengan berbagi takjil di jalan raya. 40 orang Alumni Ipmafa-Malang misalnya, pada Minggu (26/5) kemarin, berlokasi di Pesantren Hidayatullah di Kampung Sekru, Distrik pariwari, menggelar buka puasa ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2019/05/anjangsana-alumni-dan-ipmafa-malang-ke-pondok-pesantren-hidayatullah/">Anjangsana Alumni dan Ipmafa-Malang Ke Pondok Pesantren Hidayatullah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3854" aria-describedby="caption-attachment-3854" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-3854" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2019/05/index-1024x768.jpg" alt="Alumni Ipmafa-Fakfak melakukan angjangsana ke Ponpes Hidayatulloh Fakfak" width="618" height="463" /><figcaption id="caption-attachment-3854" class="wp-caption-text">Alumni Ipmafa-Fakfak melakukan angjangsana ke Ponpes Hidayatulloh Fakfak</figcaption></figure>
<p>INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan. Umat muslim berlomba-lomba beramal kebaikan di bulan ini. Kita sering sekali jumpai kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan aksi sosial, antara lain  dengan berbagi takjil di jalan raya.</p>
<p>40 orang Alumni Ipmafa-Malang misalnya, pada Minggu (26/5) kemarin, berlokasi di Pesantren Hidayatullah di Kampung Sekru, Distrik pariwari, menggelar buka puasa bersama dan menyerahkan santunan kepada adik-adik yang ada di Pewsantren Hidayatullah, yang berupa sembako dan alat tulis.</p>
<p>Abu Salim Yarkuran, Ketua Pelaksana kegiatan dalam sambutannya menuturkan bahwa, alumni Ipmafa-Malang adalah lulusan mahasiswa asal Kabupaten Fakfak yang terhimpun dalam &#8220;Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Malang-Fakfak. Abu Salim berharap, semoga buka puasa bersama dan tali asih yang disrahkan dapat bermanfaat.</p>
<p>&#8220;Kedepannya, alumni Ipmafa-Malang harus memberikan terobosan-terobosan dan warna baru guna membangun citra positif di mata masyarakat. Perlu kiranya ada penataan di lintas generasi di lingkungan alumni Ipmafa-Malang, agar kedepannya dapat jauh lebih eksis dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Sementara itu, Pembina Pesantren Hidayatullah, Ustadz Taufik dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada alumni Ipmafa-Malang  serta menegaskan bahwa, salah satu ciri-ciri orang darmawan adalah orang yang memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada setiap bulir terdapat seratus biji, dan Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. (abu/wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2019/05/anjangsana-alumni-dan-ipmafa-malang-ke-pondok-pesantren-hidayatullah/">Anjangsana Alumni dan Ipmafa-Malang Ke Pondok Pesantren Hidayatullah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2019/05/anjangsana-alumni-dan-ipmafa-malang-ke-pondok-pesantren-hidayatullah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1 Desember Besok, Bupati Serukan Masyarakat Datang Ke Festival Budaya Fakfak</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/11/1-desember-besok-bupati-serukan-masyarakat-datang-ke-festival-budaya-fakfak/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/11/1-desember-besok-bupati-serukan-masyarakat-datang-ke-festival-budaya-fakfak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 07:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fakfaksosialbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=3577</guid>

					<description><![CDATA[<p>INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Perhelatan agung Festival Budaya Fakfak, Sabtu (1/12) besok akan dibuka oleh Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. Festival budaya ini akan ditandai dengan parade budaya, yang dimulai dari halaman parkir Plasa Thumburuni menuju lokasi pelaksanaan Festival Buadaya Fakfak, di area reklamasi Jl. Dr. Salasa Namudat atau yang biasa disebut sebagai Jalan Baru. “InsyaAlloh ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/11/1-desember-besok-bupati-serukan-masyarakat-datang-ke-festival-budaya-fakfak/">1 Desember Besok, Bupati Serukan Masyarakat Datang Ke Festival Budaya Fakfak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3578" aria-describedby="caption-attachment-3578" style="width: 618px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-large wp-image-3578" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/2-1024x986.jpg" alt="Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. " width="618" height="595" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/2-1024x986.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/2-300x288.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/11/2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /><figcaption id="caption-attachment-3578" class="wp-caption-text">Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si.</figcaption></figure>
<p>INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Perhelatan agung Festival Budaya Fakfak, Sabtu (1/12) besok akan dibuka oleh Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. Festival budaya ini akan ditandai dengan parade budaya, yang dimulai dari halaman parkir Plasa Thumburuni menuju lokasi pelaksanaan Festival Buadaya Fakfak, di area reklamasi Jl. Dr. Salasa Namudat atau yang biasa disebut sebagai Jalan Baru.</p>
<p>“InsyaAlloh akan saya buka besok. Untuk itu saya serukan, masyarakat di kampung-kampung, yang memiliki seni budaya, untuk datang di pembukaan Festifal Budaya Fakfak. Biar meriah dan memperkenalkan budaya Fakfak ke dunia luar,” kata Bupati, pagi tadi (31/11) di rumah negara atau rumah dinas Bupati.</p>
<p>Selain akan menampilkan seni budaya asli Fakfak, Festival Budaya Fakfak ini tentu saja akan menampilkan seni budaya seluruh etnis-etnis yang ada di Fakfak.</p>
<p>“Semua suku atau etnis yang hidup di Fakfak ini adalah orang Fakfak. Tidak ada perbedaan. Untuk itu, dalam festival ini, tentu akan menampilkan seni budaya saudara-saudara kita yang berasal dari suku atau etnis yang lain, sebagai lambang persatuan dan kesatuan di Fakfak, yang menjunjung tinggi falsafah hidup masyarakat Fakfak, Satu Tungku Tiga Batu,” ujar Bupati.</p>
<p>Bupati juga ingin, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin yang bisa dijual, sebagai tujuan wisata di Fakfak.</p>
<p>“Kalau perlu, kami akan kita perkenalkan festival ini ke kementerian pariwisata,” ujar Bupati.</p>
<p>Dengan Festival Budaya Fakfak tahun 2018 ini, Bupati meminta masyarakat Fakfak tetap dalam persatuan, kesatuan dan rasa kekeluargaan yang tinggi, yang selama ini sudah diterapkan dalam kehidupan bersama. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/11/1-desember-besok-bupati-serukan-masyarakat-datang-ke-festival-budaya-fakfak/">1 Desember Besok, Bupati Serukan Masyarakat Datang Ke Festival Budaya Fakfak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/11/1-desember-besok-bupati-serukan-masyarakat-datang-ke-festival-budaya-fakfak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
