<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Solusi Pemkab &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/solusi-pemkab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jun 2025 10:08:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.14</generator>
	<item>
		<title>Tangis Nenek Aura di Jalan Baru: Tak Melawan, Hanya Ingin Bertahan Hidup dan Bertemu Bupati</title>
		<link>https://infofakfak.com/2025/06/tangis-nenek-aura-di-jalan-baru-tak-melawan-hanya-ingin-bertahan-hidup-dan-bertemu-bupati/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2025/06/tangis-nenek-aura-di-jalan-baru-tak-melawan-hanya-ingin-bertahan-hidup-dan-bertemu-bupati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[infocom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 10:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Arguni]]></category>
		<category><![CDATA[durian fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Baru Fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Karas]]></category>
		<category><![CDATA[Keluh Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[kokas]]></category>
		<category><![CDATA[Lapak Jualan]]></category>
		<category><![CDATA[pala fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[papua barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Keliling]]></category>
		<category><![CDATA[Pembongkaran Lapak]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Reklamasi Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Satpol PP]]></category>
		<category><![CDATA[siboru]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Thumburuni]]></category>
		<category><![CDATA[Tibum]]></category>
		<category><![CDATA[toran beach]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=9945</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; Wartawan: Sri Mariati INFOFAKFAK.COM_ Suara hati Ibu Nursia yang akrab disapa Nenek Aura, pecah dalam tangis saat menyampaikan keluh kesahnya kepada petugas di kawasan Jalan Baru Fakfak, pada Minggu, 8 Juni 2025. Baru dua hari jualan, ia kembali diminta membongkar lapaknya. Namun bukan perlawanan yang ditunjukkan, melainkan harapan yang sederhana: diberi tempat layak ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2025/06/tangis-nenek-aura-di-jalan-baru-tak-melawan-hanya-ingin-bertahan-hidup-dan-bertemu-bupati/">Tangis Nenek Aura di Jalan Baru: Tak Melawan, Hanya Ingin Bertahan Hidup dan Bertemu Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_9947" aria-describedby="caption-attachment-9947" style="width: 618px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-9947 size-large" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0078-1024x461.jpg" alt="" width="618" height="278" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0078-1024x461.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0078-300x135.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0078-768x346.jpg 768w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0078.jpg 1280w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /><figcaption id="caption-attachment-9947" class="wp-caption-text"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tangis Nenek Aura, Saat Mengungkapkan keluh kesahnya di hadapan petugas di Jalan Reklamasi/Jalan Baru Fakfak. (Foto: Ayu)</span></span></span></span></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Wartawan: Sri Mariati</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">INFOFAKFAK.COM_ Suara hati Ibu Nursia yang akrab disapa Nenek Aura, pecah dalam tangis saat menyampaikan keluh kesahnya kepada petugas di kawasan Jalan Baru Fakfak, pada Minggu, 8 Juni 2025.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Baru dua hari jualan, ia kembali diminta membongkar lapaknya. Namun bukan perlawanan yang ditunjukkan, melainkan harapan yang sederhana: diberi tempat layak untuk mencari nafkah.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&#8220;Kalau memang tidak diizinkan di sini, saya siap bongkar. Tapi tolong, cari tempat untuk kami. Saya hanya mau kerja, cari makan,&#8221; ungkapnya dengan suara bergetar, sesekali menyeka air mata yang jatuh.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Ibu Nursia mengaku tidak pernah berniat melanggar aturan. Menurutnya, sudah ada kesepakatan informal yang disampaikan oleh seseorang dari pengelola pasar, bahwa penjualan di sore hari boleh dilakukan, asal bersih kembali sebelum pagi.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&#8220;Saya enggak tahu namanya, katanya Kepala Pasar Kelapa Dua. Bilangnya tidak apa-apa kalau malam, asal bersih pagi,&#8221; katanya.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Lebih buruk lagi, ia mengaku ingin sekali menyampaikan langsung ke Bupati Fakfak soal kondisi yang ia dan pedagang kecil alami lainnya. Tapi, kesempatan itu tak kunjung datang.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&#8220;Saya bukan melawan, Pak. Cuma ingin ketemu Bupati, sampaikan langsung. Supaya tahu kita ini susah sekali,&#8221; ucapnya lirih.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Di balik gerobak jualannya yang sederhana, ada harapan besar. Ia mengaku sedang mengumpulkan uang bersama pedagang lainnya untuk bisa membuat gerobak sendiri.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&#8220;Kami kumpul-kumpul uang buat gerobak. tapi sekarang hujan terus, belum ada tempat. Kami pasang bongkar sendiri, tidak ada yang suruh,&#8221; keluhnya.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Sejumlah pedagang lain yang berada di lokasi juga mengamini kisah Ibu Nursia. Mereka sama-sama hanya ingin bekerja, bukan melawan aturan.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&#8220;Kalau memang kami tak boleh di sini, tolong cepat carikan solusinya. Kami siap ikut memerintah, tapi tolong kami juga mau hidup,&#8221; harap mereka kompak.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Fenomena ini menjadi potret nyata cerminan pedagang kecil di tengah kota. Di saat kebutuhan hidup semakin tinggi dan akses ekonomi semakin sempit, mereka hanya minta diberi ruang untuk bertahan.</span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kini masyarakat menantikan: apakah suara tangis Nenek Aura dan pedagang kecil lainnya akan sampai ke telinga pemimpin daerah? Atau akankah kembali tenggelam di tengah kebijakan yang tak menyentuh hati? ***</span></span></span></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2025/06/tangis-nenek-aura-di-jalan-baru-tak-melawan-hanya-ingin-bertahan-hidup-dan-bertemu-bupati/">Tangis Nenek Aura di Jalan Baru: Tak Melawan, Hanya Ingin Bertahan Hidup dan Bertemu Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2025/06/tangis-nenek-aura-di-jalan-baru-tak-melawan-hanya-ingin-bertahan-hidup-dan-bertemu-bupati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
