<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Indonesia &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/sejarah-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 08:29:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Sekru, Titik Awal Sejarah Misi Katolik di Papua yang Menyatu dalam Jejak Persaudaraan</title>
		<link>https://infofakfak.com/2026/05/sekru-titik-awal-sejarah-misi-katolik-di-papua-yang-menyatu-dalam-jejak-persaudaraan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2026/05/sekru-titik-awal-sejarah-misi-katolik-di-papua-yang-menyatu-dalam-jejak-persaudaraan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amrin Landupa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 08:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Arguni Taver]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Sekru]]></category>
		<category><![CDATA[Karas]]></category>
		<category><![CDATA[kokas]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pala fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[papua barat]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan Lintas Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Tungku Tiga Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[siboru]]></category>
		<category><![CDATA[Thumburuni]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Tombor Magh]]></category>
		<category><![CDATA[toran beach]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[winder tuare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=16131</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, &#8211; Jejak awal misi Katolik di Tanah Papua tercatat bermula di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894. Misi tersebut dibawa oleh Pater Cornelis Le Cocq d&#8217;Armandville. Warga setempat kini mengusulkan agar lokasi bersejarah itu dijadikan monumen. Usulan juga datang dari keluarga besar umat Islam di Sekru. Mereka menilai peristiwa ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/05/sekru-titik-awal-sejarah-misi-katolik-di-papua-yang-menyatu-dalam-jejak-persaudaraan/">Sekru, Titik Awal Sejarah Misi Katolik di Papua yang Menyatu dalam Jejak Persaudaraan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16132" aria-describedby="caption-attachment-16132" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/20260520_171738-scaled.jpg"><img decoding="async" class="wp-image-16132 size-medium" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/20260520_171738-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><figcaption id="caption-attachment-16132" class="wp-caption-text"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Refleksi 132 tahun Misi Katolik di Fakfak, tokoh masyarakat Kampung Sekru mengusulkan monumen sejarah sebagai simbol persaudaraan.</span></span></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pewarta: Amryn Landupa</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">INFOFAKFAK.COM, &#8211; Jejak awal misi Katolik di Tanah Papua tercatat bermula di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894. Misi tersebut dibawa oleh Pater Cornelis Le Cocq d&#8217;Armandville.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Warga setempat kini mengusulkan agar lokasi bersejarah itu dijadikan monumen. Usulan juga datang dari keluarga besar umat Islam di Sekru. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah bersama masyarakat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Gagasan itu disampaikan dalam kegiatan Pendalaman dan Kesaksian Iman 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua di Graha Le Cocq d&#8217;Armandville, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang sejarah dan hubungan antarumat refleksia.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tokoh masyarakat sekaligus imam masjid Sekru, Taip Biarpruga, meminta agar jejak sejarah tersebut tidak hilang.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Saya Islam, saya imam masjid, tapi saya minta agar umat Katolik membangun monumen di tempat pertama Pastor Le Cocq tiba, supaya generasi kami tetap mengingat sejarah ini,” ujarnya.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tokoh masyarakat lainnya, Nasar Serkanasa, menjelaskan nama Sekru diyakini berasal dari ungkapan “Secru… Secolarum” yang diucapkan Pater Le Cocq saat pertama kali tiba. Ungkapan itu dimaknai sebagai ucapan terima kasih.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sebelumnya, wilayah itu dikenal sebagai Mondo Gendik. Nama Sekru mulai digunakan sejak kedatangan misi pada tahun 1894.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kedatangan kapal misionaris di Sekru awalnya disangka kapal dagang dari Maluku. Namun kemudian diketahui membawa seorang misionaris.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masyarakat tetap menyambut kedatangan tersebut dengan terbuka, meski tidak ada kesamaan bahasa dan latar belakang.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Catatan sejarah menyebutkan, Pater Le Cocq sempat mengucapkan “Secru… Secolarum” sebelum turun ke daratan. Ungkapan itu dimaknai sebagai rasa syukur atas perjalanan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Prefektur Apostolik Batavia mencatat, pada tanggal 22 Mei 1894 ia tiba di Pantai Kapaur, Sekru, dan diterima warga setempat.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia sempat tinggal di rumah warga dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dalam 10 hari pelayanan, ia membaptis sekitar 73 orang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Seram, Kasewui, dan Langgur di Kepulauan Kei.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kini, Sekru dikenang sebagai titik awal misi Katolik di Papua sekaligus ruang perjumpaan lintas iman yang lahir dari sikap saling menerima.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Warga berharap lokasi tersebut dapat dijadikan monumen agar sejarah tetap terjaga bagi generasi berikutnya.***</span></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/05/sekru-titik-awal-sejarah-misi-katolik-di-papua-yang-menyatu-dalam-jejak-persaudaraan/">Sekru, Titik Awal Sejarah Misi Katolik di Papua yang Menyatu dalam Jejak Persaudaraan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2026/05/sekru-titik-awal-sejarah-misi-katolik-di-papua-yang-menyatu-dalam-jejak-persaudaraan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kirab Merah Putih 1.200 Meter Meriahkan Peringatan 1 Mei 1963 di Fakfak</title>
		<link>https://infofakfak.com/2026/05/kirab-merah-putih-1-530-meter-meriahkan-peringatan-1-mei-1963-di-fakfak/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2026/05/kirab-merah-putih-1-530-meter-meriahkan-peringatan-1-mei-1963-di-fakfak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amrin Landupa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 11:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[1 Mei 1963]]></category>
		<category><![CDATA[Arguni Taver]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[durian fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Karas]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[kokas]]></category>
		<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI Harga Mati]]></category>
		<category><![CDATA[pala fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[papua barat]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Tungku Tiga Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[siboru]]></category>
		<category><![CDATA[Thumburuni]]></category>
		<category><![CDATA[Tombor Magh]]></category>
		<category><![CDATA[toran beach]]></category>
		<category><![CDATA[winder tuare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=15663</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Reporter: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, &#8211; Kirab Merah Putih sepanjang 1.200 meter digelar di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026 dalam rangka memperingati peristiwa bersejarah 1 Mei 1963 terkait integrasi Irian Barat ke dalam NKRI. Kegiatan dimulai dari titik start di Kampung Sekru pada pukul 14.46 WIB. Kirab secara resmi dilepas oleh ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/05/kirab-merah-putih-1-530-meter-meriahkan-peringatan-1-mei-1963-di-fakfak/">Kirab Merah Putih 1.200 Meter Meriahkan Peringatan 1 Mei 1963 di Fakfak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15664" aria-describedby="caption-attachment-15664" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0072.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-15664 size-medium" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0072-300x170.jpg" alt="" width="300" height="170" /></a><figcaption id="caption-attachment-15664" class="wp-caption-text"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kirab Merah Putih sepanjang 1.200 meter di Fakfak berlangsung meriah dalam rangka memperingati 1 Mei 1963. Meski diguyur hujan, semangat persahabatan tetap berkobar. Jumat, 1 Mei 2026.</span></span></span></span></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Reporter: Amryn Landupa</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">INFOFAKFAK.COM, &#8211; Kirab Merah Putih sepanjang 1.200 meter digelar di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026 dalam rangka memperingati peristiwa bersejarah 1 Mei 1963 terkait integrasi Irian Barat ke dalam NKRI.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan dimulai dari titik start di Kampung Sekru pada pukul 14.46 WIB. Kirab secara resmi dilepas oleh Asisten Sekda Arif H Rumagesan, S.Sos., mewakili Bupati Fakfak, didampingi Letkol Inf. Eko Handono (Kasrem 182/JO), Kapten Inf. Ali Anwar (Pasi Bhakti TNI Korem 182/JO), serta jajaran TNI/Polri.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rombongan kirab menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, dikawal Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Fakfak melintasi rute Sekru – Kapaurtin – Tanama – Wagom, kemudian memasuki Jalan Patimura dan Jalan Ahmad Yani, sebelum singgah di Gedung Pepera.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Di Gedung Pepera, digelar seremoni berupa pembacaan deklarasi oleh Ketua BMP RI DPC Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran. Setelah itu, kirab dilanjutkan secara fisik sepanjang 1.200 meter menuju Lapangan Ruang Terbuka Hijau KH Ma&#8217;ruf Amin.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Namun, rangkaian acara di lokasi akhir tidak berjalan sesuai rencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Pantauan Infofakfak.com di lokasi menunjukkan agenda penjemputan di Lapangan Ruang Terbuka Hijau KH Ma&#8217;ruf Amin batal dilaksanakan. Meski demikian, sejumlah pejabat tetap hadir, di antaranya Asisten Sekda Fakfak Arif H. Rumagesan, serta perwakilan dari Korem 182/JO dan Kodim 1803/Fakfak.</span></span></span></span></p>
<p><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0090.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-15667" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0090-300x170.jpg" alt="" width="300" height="170" /></a><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dalam keterangannya, Arif H. Rumagesan, S.Sos., menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menandaskan bahwa kirab ini merupakan bagian dari upaya mengingatkan masyarakat akan pentingnya peristiwa 1 Mei 1963.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, mulai dari Kampung Sekru, ikrar di Gedung Pepera, hingga kirab menuju RTH Prof. Ma&#8217;ruf Amin. Kegiatan ini diprakarsai oleh BMP, Pemuda Panca Marga, dan FKPPI, serta mendapat respon luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia berharap kegiatan serupa dapat diadakan lebih meriah di tahun mendatang, dengan partisipasi lebih luas dari masyarakat Fakfak. Menurutnya, momentum ini penting untuk memperkuat pemahaman sejarah dan menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.</span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">“Kami ingin pesan sejarah ini terus tersampaikan dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. NKRI harga mati,” tegasnya.***</span></span></span></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/05/kirab-merah-putih-1-530-meter-meriahkan-peringatan-1-mei-1963-di-fakfak/">Kirab Merah Putih 1.200 Meter Meriahkan Peringatan 1 Mei 1963 di Fakfak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2026/05/kirab-merah-putih-1-530-meter-meriahkan-peringatan-1-mei-1963-di-fakfak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korem 182/JO: 1 Mei 1963 Momentum Kembalinya Irian Barat ke NKRI</title>
		<link>https://infofakfak.com/2026/04/korem-182-jo-1-mei-1963-momentum-kembalinya-irian-barat-ke-nkri/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2026/04/korem-182-jo-1-mei-1963-momentum-kembalinya-irian-barat-ke-nkri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amrin Landupa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 06:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[1 Mei 1963]]></category>
		<category><![CDATA[Arguni Taver]]></category>
		<category><![CDATA[durian fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[Irian Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jazira Onim]]></category>
		<category><![CDATA[Karas]]></category>
		<category><![CDATA[kokas]]></category>
		<category><![CDATA[Korem 182/JO]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[pala fakfak]]></category>
		<category><![CDATA[papua barat]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Tungku Tiga Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[siboru]]></category>
		<category><![CDATA[Thumburuni]]></category>
		<category><![CDATA[Tombor Magh]]></category>
		<category><![CDATA[toran beach]]></category>
		<category><![CDATA[winder tuare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infofakfak.com/?p=15602</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, &#8211; Korem 182/JO menegaskan bahwa tanggal 1 Mei 1963 merupakan momen bersejarah kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penegasan tersebut disampaikan Komandan Korem 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Staf Korem (Kasrem) 182/JO, Letkol Inf Eko Handono, pada peringatan Kembalinya Irian Barat ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/04/korem-182-jo-1-mei-1963-momentum-kembalinya-irian-barat-ke-nkri/">Korem 182/JO: 1 Mei 1963 Momentum Kembalinya Irian Barat ke NKRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15604" aria-describedby="caption-attachment-15604" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260430-WA0026-scaled.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-15604 size-medium" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260430-WA0026-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><figcaption id="caption-attachment-15604" class="wp-caption-text">Kasrem 182/JO Letkol Inf Handono membacakan sambutan Danrem pada peringatan 1 Mei di Fakfak, Kamis 30 April 2026.</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pewarta: Amryn Landupa</p>
<p>INFOFAKFAK.COM, &#8211; Korem 182/JO menegaskan bahwa tanggal 1 Mei 1963 merupakan momen bersejarah kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Komandan Korem 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Staf Korem (Kasrem) 182/JO, Letkol Inf Eko Handono, pada peringatan Kembalinya Irian Barat ke NKRI yang digelar di Gedung Winder Tuare, Fakfak, Kamis, 30 April 2026.</p>
<p>Dalam sambutannya, Danrem 182/JO menekankan pentingnya pemahaman sejarah yang benar, khususnya bagi generasi muda, agar tidak terpengaruh oleh narasi yang menyimpang dari fakta sejarah.</p>
<p>“1 Mei 1963 adalah momen kembalinya Irian Barat ke NKRI, bukan bergabung. Sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, seluruh wilayah bekas jajahan Jepang, termasuk Papua, sudah menjadi bagian dari Indonesia,” ujar Danrem.</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, wilayah bekas jajahannya semestinya diserahkan kepada Indonesia. Namun, Belanda menolak dan justru membentuk entitas politik baru pada 1 Desember.</p>
<p>“Jangan sampai terbalik. Satu Desember bukan hari kemerdekaan Papua, melainkan hari pembentukan negara boneka oleh Belanda. Ini yang harus kita luruskan,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Danrem 182/JO menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aneksasi oleh Indonesia terhadap Papua. Menurutnya, proses yang terjadi merupakan pengembalian wilayah yang sah berdasarkan sejarah dan hukum internasional.</p>
<p>“Kita tidak mencaplok atau mengambil. Yang terjadi adalah kembalinya wilayah yang sah milik Indonesia, dan hal ini didukung oleh sejarah serta hukum internasional,” lanjutnya.</p>
<p><a href="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260430-WA0028-scaled.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-15605" src="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260430-WA0028-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a>Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Irwan juga mengapresiasi semangat para pemuda di Fakfak yang turut menyuarakan pemahaman sejarah yang benar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan 1 Mei sebagai momentum memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan.</p>
<p>“Fakfak adalah tanah damai dan tanah sejarah. Mari kita rawat persatuan dan wariskan pemahaman sejarah yang benar kepada generasi penerus,” ujarnya.</p>
<p>Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah yang mampu membangun kesadaran nasional di tengah masyarakat.***</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2026/04/korem-182-jo-1-mei-1963-momentum-kembalinya-irian-barat-ke-nkri/">Korem 182/JO: 1 Mei 1963 Momentum Kembalinya Irian Barat ke NKRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2026/04/korem-182-jo-1-mei-1963-momentum-kembalinya-irian-barat-ke-nkri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
