<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fakfakpasar &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/fakfakpasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2015 11:01:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Tingkat Keselamatan Pasar Thumburuni Minim</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/07/tingkat-keselamatan-pasar-thumburuni-minim/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/07/tingkat-keselamatan-pasar-thumburuni-minim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2015 11:01:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Sebagai pasar terbesar di Kabupaten Fakfak, tingkat keselamatan bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Thumburuni, perlu ditingkatkan. Pendukung keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, akses tangga darurat, harus disediakan dan siap pakai. Hingga saat ini, pengelola pasar, dalam hal ini DPPKAD Kabupaten Fakfak, belum menyediakan alat pemadam kebakaran dengan spesifikasi yang pas untuk sebuah pasar. ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/07/tingkat-keselamatan-pasar-thumburuni-minim/">Tingkat Keselamatan Pasar Thumburuni Minim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_998" aria-describedby="caption-attachment-998" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/07/fakfakpasar.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-998" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/07/fakfakpasar.jpg" alt="Pasar Thumburuni dari kejauhan" width="610" height="458" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/07/fakfakpasar.jpg 610w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/07/fakfakpasar-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 610px) 100vw, 610px" /></a><figcaption id="caption-attachment-998" class="wp-caption-text">Pasar Thumburuni dari kejauhan</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Sebagai pasar terbesar di Kabupaten Fakfak, tingkat keselamatan bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Thumburuni, perlu ditingkatkan. Pendukung keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, akses tangga darurat, harus disediakan dan siap pakai.</p>
<p>Hingga saat ini, pengelola pasar, dalam hal ini DPPKAD Kabupaten Fakfak, belum menyediakan alat pemadam kebakaran dengan spesifikasi yang pas untuk sebuah pasar. Tangga-tangga di pasar tersebut juga jauh dari harapan, sebab para pedagang mencaplok hampir setengah lebar tangga.</p>
<p>Andai terjadi kebakaran, besar kemungkinan akan jatuh banyak korban. Selain alat pemadam kebakaran belum tersedia, orang akan sulit menyelamatkan diri melalui tangga, sebab tangga dengan lebar tak sampai 2 meter itu, akan penuh sesak barang dagangan dan manusia.</p>
<p>Ibu Umi, yang mengaku PNS ini misalnya, kuatir dengan kondisi pasar yang semakin padat itu.</p>
<p>“Sudah berjejal-jejalan begitu. Takut juga sih, kalau seandainya tiba-tiba ada musibah seperti kebakaran. Tidak berani membayangkan,” akunya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Mbak Jum, pedagang elektronik, yang mengkuatirkan kondisi tersebut.</p>
<p>“Memang sebaiknya ada tangga darurat. Saya lihat pemadam kebakaran juga belum ada. Biasanya kalau sebesar pasar kan hydrantnya juga besar,” kata Mbak Jum.</p>
<p>Masukan masyarakat serta pedagang inio tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Perlu ada pembenahan serius dari DPPKAD sebagai pengelola. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/07/tingkat-keselamatan-pasar-thumburuni-minim/">Tingkat Keselamatan Pasar Thumburuni Minim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/07/tingkat-keselamatan-pasar-thumburuni-minim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedagang Pasar Mengeluh, Minta Bantuan Bupati</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/01/pedagang-pasar-mengeluh-minta-bantuan-bupati/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/01/pedagang-pasar-mengeluh-minta-bantuan-bupati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2015 12:42:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Pembongkaran dan penertiban lapak dan kios pedagang di Pasar Thumburuni pada Rabu, 21 Januari lalu, menyisakan keluhan para pedagang. Mereka mengaku rugi dan berniat meminta bantuan Bupati Fakfak untuk meminta ganti rugi sekadarnya. &#160; Salah satu pedagang manik-manik di lantai 3, Supri, mengaku rugi cukup besar. Pasalnya, penertiban tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga dirinya ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/01/pedagang-pasar-mengeluh-minta-bantuan-bupati/">Pedagang Pasar Mengeluh, Minta Bantuan Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_312" aria-describedby="caption-attachment-312" style="width: 550px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/01/fakfakpasar.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-312" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/01/fakfakpasar.jpg" alt="Penertiban lapak dan kios pedagang Pasar Thumburuni" width="550" height="413" /></a><figcaption id="caption-attachment-312" class="wp-caption-text">Penertiban lapak dan kios pedagang Pasar Thumburuni</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Pembongkaran dan penertiban lapak dan kios pedagang di Pasar Thumburuni pada Rabu, 21 Januari lalu, menyisakan keluhan para pedagang. Mereka mengaku rugi dan berniat meminta bantuan Bupati Fakfak untuk meminta ganti rugi sekadarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu pedagang manik-manik di lantai 3, Supri, mengaku rugi cukup besar. Pasalnya, penertiban tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga dirinya belum persiapan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jelas Rugi. Sebab, selain rugi bahan bangunannya, juga rugi tidak dapat berjualan. Sampai hari ini (27/1) saya belum menanyakan dimana istri saya menitipkan dagangannya. Saya konsen mencari lokasi berdagang lagi,” aku Supri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Supri dan pedagang lainnya mengeluhkan situasi tersebut. Sebab, berdagang merupakan satu-satunya sumber nafkah keluarganya. Untuk itu menurut Supri, sejak Senin (26/1) lalu, beberapa temannya telah menghadap Bupati meminta bantuan atau ganti rugi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Beberapa teman sudah menghadap Bupati. Infonya mereka diberi bantuan 1 juta perorang. Ada juga teman yang meminta bantuan kepada Wakil Bupati. Makanya, saya dan beberapa teman lain juga akan meminta bantuan Bupati,” jelas Supri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Permasalahan penertiban lapak dan kios pedagang di pasar terbesar di Fakfak itu, sedikit bercampur isu politik. Salah satu contoh adalah masalah bantuan tersebut. Dikabarkan bahwa, pedagang mendapat bantuan 1 juta dari Bupati, dan Wakil Bupati memberikan lebih dari itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi ini belum dapat dicek kebenarannya. Namun isu politik dapat menjadi lebih panas. Nampaknya, apapun langkah pemerintah akan mudah dijadikan bahan politik. Lawan politik di luar pemerintahan, lebih gampang mengolah bahan politik, agar menguntungkan dirinya. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/01/pedagang-pasar-mengeluh-minta-bantuan-bupati/">Pedagang Pasar Mengeluh, Minta Bantuan Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/01/pedagang-pasar-mengeluh-minta-bantuan-bupati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Digusrak” Satpol PP, Belasan Pedagang Bingung dan Hanya Bisa Mengeluh</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/01/digusrak-satpol-pp-belasan-pedagang-bingung-dan-hanya-bisa-mengeluh/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/01/digusrak-satpol-pp-belasan-pedagang-bingung-dan-hanya-bisa-mengeluh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2015 12:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakpasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Lebih dari 20 orang anggota Satpol PP Kabupaten Fakfak, siang kemarin (21/1) kembali menertibkan lapak-lapak pedagang di Pasar Thumburuni, utamanya pedagang di bawah jembatan penyeberangan dan sekitar tangga jembatan penyeberangan. &#160; “Ini masih kelanjutan dari operasi penertiban yang kami lakukan pada Senin lalu. Tujuannya agar tercipta suasana nayaman dan aman,” terang Kepala Satpol PP, ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/01/digusrak-satpol-pp-belasan-pedagang-bingung-dan-hanya-bisa-mengeluh/">“Digusrak” Satpol PP, Belasan Pedagang Bingung dan Hanya Bisa Mengeluh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_303" aria-describedby="caption-attachment-303" style="width: 550px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/01/fakfaksatpolpp.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-303" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/01/fakfaksatpolpp.jpg" alt="Satpol PP tertibkan lapak dan kios pedagang di Pasar Thumburuni" width="550" height="413" /></a><figcaption id="caption-attachment-303" class="wp-caption-text">Satpol PP tertibkan lapak dan kios pedagang di Pasar Thumburuni</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Lebih dari 20 orang anggota Satpol PP Kabupaten Fakfak, siang kemarin (21/1) kembali menertibkan lapak-lapak pedagang di Pasar Thumburuni, utamanya pedagang di bawah jembatan penyeberangan dan sekitar tangga jembatan penyeberangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini masih kelanjutan dari operasi penertiban yang kami lakukan pada Senin lalu. Tujuannya agar tercipta suasana nayaman dan aman,” terang Kepala Satpol PP, Arif H Rumagesan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anak buah Arif membongkar sejumlah kios yang berada di dekat pintu masuk jembatan penyeberangan yang menghubungkan Pasar Thumburuni dan Terminal, di lantai 2. Sedangkan beberapa pedagang yang membuka lapak dan gerobak di bawah jembatan, memilih untuk mengangkut gerobaknya sendiri dengan menyewa mobil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Operasi ini menjadi tontonan pedagang dan pengunjung pasar. Nampak wajah kuyu para pedagang yang lapak dan kiosnya dibongkar petugas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>La Uba, pedagang yang beruntung karena kiosnya adalah kios permanen, mengaku kasihan dengan nasib pedagang lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kios itu sudah sekitar 10 tahun berdiri. Ada nomor urutnya. Mereka juga membayar restribusi 60.000/bulan. Iuran tahunan 100.000. Sekarang malah naik jadi 90.000/bulan. Kalau tidak mendapat ijin dari pengelola pasar, tidak mungkin mereka membuat kios disitu. Mereka tidak menerima surat pemberitahuan sebelumnya,” ujar La Uba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>La Uba juga mengaku sudah mendatangi Kantor DPPKAD untuk menanyakan operasi Satpol PP. Dari Kantor DPPKAD diperoleh informasi bahwa, sebenarnya operasi Satpol PP hanya menyasar lapak pedagang di bawah jembatan. Bukan kios di lantai 2.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mbak Sri, pedagang aksesoris dan bunga, mengaku was-was, sebab kios sebelah kios miliknya terkena penertiban. Pedagang yang lain juga mengeluh, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Pedagang yang terkena “gusrak” alias digusur dan dirusak, mengaku bingung, dimana lagi mereka bisa berdagang. Berdagang merupakan satu-satunya lahan penghidupan mereka, dan kini telah tiada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala DPPKAD Endro, belum bisa dikonfirmasi. SMS yang dikirim kepadanya, belum dibalas. Sedangkan Kepala Pasar, tidak terlihat di lokasi. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/01/digusrak-satpol-pp-belasan-pedagang-bingung-dan-hanya-bisa-mengeluh/">“Digusrak” Satpol PP, Belasan Pedagang Bingung dan Hanya Bisa Mengeluh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/01/digusrak-satpol-pp-belasan-pedagang-bingung-dan-hanya-bisa-mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
