<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fakfakmusibah &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/fakfakmusibah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jan 2018 06:15:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/01/bandara-torea-belum-tahu-kapan-dibuka-benarkah-wings-nekat-terbang-tanpa-ijin-besok/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/01/bandara-torea-belum-tahu-kapan-dibuka-benarkah-wings-nekat-terbang-tanpa-ijin-besok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2018 06:15:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Memasuki hari ketiga pasca musibah tebing bergeser dan longsor pada Rabu (10/1) lalu di Bandara Torea Fakfak, pihak bandara belum bisa memastikan, kapan bandara akan dibuka untuk penerbangan. Sebelumnya, pihak Bandara Torea telah meminta ijin perpanjangan Notam Closed. Demikian dijelaskan Kepala Bandara Torea Fakfak, Khalek Ginuni siang tadi (13/1) di lokasi musibah. “Kami belum ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/bandara-torea-belum-tahu-kapan-dibuka-benarkah-wings-nekat-terbang-tanpa-ijin-besok/">Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2912" aria-describedby="caption-attachment-2912" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2912" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakbandara1.jpg" alt="Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu" width="710" height="400" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakbandara1.jpg 710w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakbandara1-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /><figcaption id="caption-attachment-2912" class="wp-caption-text">Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Memasuki hari ketiga pasca musibah tebing bergeser dan longsor pada Rabu (10/1) lalu di Bandara Torea Fakfak, pihak bandara belum bisa memastikan, kapan bandara akan dibuka untuk penerbangan. Sebelumnya, pihak Bandara Torea telah meminta ijin perpanjangan Notam Closed. Demikian dijelaskan Kepala Bandara Torea Fakfak, Khalek Ginuni siang tadi (13/1) di lokasi musibah.</p>
<p>“Kami belum sanggup, belum bisa memastikan kapan bandara akan kembali dibuka. Tergantung kesiapan di lapangan,” jelas Khalek. “Notam closed yang kami minta akan berakhir Minggu, 14 Januari besok. Melihat kondisi saat ini, nampaknya akan kami minta ijinn perpanjangan kembali,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, ditengah situasi semrawut ini, benarkah pilot wings air akan nekat terbang besok?</p>
<p>“Tadi pilotnya melihat situasi landasan. Dia bilang, dia berani terbang di landasan sepanjang 1.000 meter, tanpa penumpang. Rencananya Minggu besok. Tetapi kami tidak memberikan ijin. Kalau mereka nekat terbang, itu tanggung jawab mereka,” terang Khalek.</p>
<p>Mike, pimpinan agen Wings Air di Fakfak, melalui SMS mengaku belum mendapat informasi perihal akan terbangnya pesawat wings air, besok.</p>
<p>“Selamat sore. Belum ada info, Pak,” jawabnya singkat.</p>
<p>Siang tadi, di area landasan ujung timur, dimana musibah tebing bergeser sejauh 50 meter mendekati landasan, sehingga mengakibatkan 1 orang pekerja tertimbun dan telah ditemukan meninggal dunia, masih dilakukan pembersihan.</p>
<p>3 ekskavator dan 5 truk dikerahkan untuk membersihkan sisi utara landasan, yang masih banyak teronggok lonsoran berupa batu-batu besar dan tanah.</p>
<p>Menurut Khalek, pihaknya mentargetkan pekerjaan pembersihan akan membersihkan minimal 7 meter dari landasan.</p>
<p>“Untuk sementara 7 meter dulu agar bandara bisa dibuka,” kata Khalek.</p>
<p>Selain itu, beberapa staf dan pekerja Bandara Torea Fakfak, menyapu landasan serta memungut sampah-sampah yang ditiinggal masyarakat, saat menyaksikan upaya pencarian dan evakuasi korban beberapa hari lalu.</p>
<p>“Kalau di Bandara kelas I, ada alat khusus untuk membersihkan landasan. Kalau disini, Bandara kelas III, tidak ada. Makanya kami menggunakan sapu. Nanti juga akan disemprot air,” ujar salah seorang pekerja.</p>
<p>Mengingat pembersihan masih akan memakan waktu yang cukup lama, Khalek Ginuni meminta perhatian dan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.</p>
<p>“Pemerintah daerah harus membantu kami. Kan banyak rekanan pemda yang memiliki alat dan bisa dibantukan disini, agar bandara cepat bisa beroperasi,” pinta Khalek.</p>
<p>Mengutip ilmuterbang.com, yang dimaksud Notam (Notices To Airmen) adalah informasi terbaru yang belum tercantum di peta atau charts, mengenai keadaan bandara, sistem lalu lintas udara nasioanl (National Airspace System) termasuk navigasi. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/bandara-torea-belum-tahu-kapan-dibuka-benarkah-wings-nekat-terbang-tanpa-ijin-besok/">Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/01/bandara-torea-belum-tahu-kapan-dibuka-benarkah-wings-nekat-terbang-tanpa-ijin-besok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/01/setelah-40-jam-korban-tebing-bergeser-bandara-torea-akhirnya-ditemukan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/01/setelah-40-jam-korban-tebing-bergeser-bandara-torea-akhirnya-ditemukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2018 04:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Setelah sekitar 40 jam tertimbun material longsoran setinggi 20 meter sejak Rabu (10/1) siang lalu, Jumat (12/1) dini hari sekira pukul 00.36 WIT, akhirnya jasad Epifanius Nakung, ditemukan. Tim penyelamat menemukan jasad Fandi, sapaan Epifanius, terhimpit body ekskavator yang dioperasikannya. Evakuasi korban ini mendapat kendala cukup besar, sebab posisi ekskavator dan korban, berada di ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/setelah-40-jam-korban-tebing-bergeser-bandara-torea-akhirnya-ditemukan/">Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2909" aria-describedby="caption-attachment-2909" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-2909" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakmusibah1.jpg" alt="Jenazah Fandi tiba di ruang jenazah RSUD Fakfak" width="710" height="533" /><figcaption id="caption-attachment-2909" class="wp-caption-text">Jenazah Fandi tiba di ruang jenazah RSUD Fakfak</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Setelah sekitar 40 jam tertimbun material longsoran setinggi 20 meter sejak Rabu (10/1) siang lalu, Jumat (12/1) dini hari sekira pukul 00.36 WIT, akhirnya jasad Epifanius Nakung, ditemukan. Tim penyelamat menemukan jasad Fandi, sapaan Epifanius, terhimpit body ekskavator yang dioperasikannya.</p>
<p>Evakuasi korban ini mendapat kendala cukup besar, sebab posisi ekskavator dan korban, berada di kedalaman sekitar 6 meter dari lokasi material lonsoran yang berhasil dibongkar oleh 4 ekskavator yang dikerahkan.  Bahkan, “tangan” ekskavator harus dipergunakan secara maksimal agar dapat menjangkau posisi korban. Tim penyelamat harus menggergaji body ekskavator agar jasad Fandi bisa dikeluarkan.</p>
<p>Posisi korban sebenarnya sudah diketahui sejak sore, setelah 4 ekskavator membongkar dan membuat jalan serta lobang terfokus ke posisi bangkai body ekskavator dan korban yang terhimpit. Namun karena material longsoran adalan batu-batu besar “khas Fakfak”, evakuasi baru bisa berhasil setelah tim bekerja berjam-jam kemudian.</p>
<p>Duka mendalam terpancar jelas dari raut wajah istri dan keluarga Fandi yang menunggu proses evakuasi. Tangis pecah ketika jasad Fandi berhasil diangkat dari lobang galian menuju ambulan yang selalu siaga sejak hari pertama.</p>
<p>Fandi meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung usia 4 bulan anak kedua mereka, dan seorang anak berusia 4 tahun.</p>
<p>Edo, yang mengaku masih keluarga korban mengaku belum mengetahui rencana keluarga, apakah korban akan dimakamkan di Fakfak. sebab informasi sebelumnya, korban akan dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Longo, Desa Pongleko, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Tengah, Flores.</p>
<p>“Saya belum tahu, tapi informasinya memang begitu. Jenazah akan dimakamkan di tanah kelahirannya. Kita lihat saja besok, “ kata Edo.</p>
<p>Musibah bergesernya tebing di Bandara Torea Fakfak sepanjang 250 meter ini, mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat Fakfak. Bahkan malam tadi, ratusan orang dengan sabar menunggu proses penggalian dan evakuasi korban. Mereka bahkan turut mengantar jenazah hingga ruang jenazah RSUD Fakfak.</p>
<p>Kegigihan para operator alat berat juga luar biasa. Mereka secara bergantian bekerja hampir 24 jam. Tekadnya hanya satu, temukan korban dan segera melakukan pembesihan landasan pacu.</p>
<p>Saat ini, material longsoran harus segera dibersihkan dari pinggir landasan. Sebab pinggir landasan atau yang disebut dengan runway end safety are (RESA) harus bersih dari benda apapun yang berpotensi mengganggu penerbangan. Setidak-tidaknya, sisi kanan dan kiri landasan pacu sejauh 90 meter, atau dua kali lebar landasan, harus bersih tanpa hambatan. (wah)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/setelah-40-jam-korban-tebing-bergeser-bandara-torea-akhirnya-ditemukan/">Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/01/setelah-40-jam-korban-tebing-bergeser-bandara-torea-akhirnya-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duka Di Bandara Torea,  1 Pekerja Tertimbun Longsoran Belum Ditemukan</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/01/duka-di-bandara-torea-1-pekerja-tertimbun-longsoran-belum-ditemukan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/01/duka-di-bandara-torea-1-pekerja-tertimbun-longsoran-belum-ditemukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2018 10:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2905</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Tebing sepanjang sekitar 250 meter yang berada di ujung landasan Bandara Torea sebelah timur, Rabu (10/01) sekira pukul 09:00 WIT tadi, tiba-tiba bergerak ke arah landasan dan terjadi longsoran besar. Akibatnya, 1 orang pekerja atau operator ekskavator hilang, dan 2 ekskavator tertimbun material longsoran yang terdiri atas batu-batu ukuran besar dan tanah. Sedangkan 1 ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/duka-di-bandara-torea-1-pekerja-tertimbun-longsoran-belum-ditemukan/">Duka Di Bandara Torea,  1 Pekerja Tertimbun Longsoran Belum Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2906" aria-describedby="caption-attachment-2906" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-2906" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakbandara.jpg" alt="3 ekskavator dikerahkan untuk menggali timbunan material longsoran" width="710" height="400" /><figcaption id="caption-attachment-2906" class="wp-caption-text">3 ekskavator dikerahkan untuk menggali timbunan material longsoran</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Tebing sepanjang sekitar 250 meter yang berada di ujung landasan Bandara Torea sebelah timur, Rabu (10/01) sekira pukul 09:00 WIT tadi, tiba-tiba bergerak ke arah landasan dan terjadi longsoran besar. Akibatnya, 1 orang pekerja atau operator ekskavator hilang, dan 2 ekskavator tertimbun material longsoran yang terdiri atas batu-batu ukuran besar dan tanah. Sedangkan 1 ekskavator dan 1 bulldozer tertimbun setengah badan.</p>
<p>Epifanius Nakung yang biasa disapa Fandi, berusia 30 tahun, berasal dari Desa Pongleko, Kampung longgo, Kec. Ruteng, Kabupaten Manggari Tengah, Flores NTT, hingga sore ini belum berhasil ditemukan, meski 3 ekskavator dikerahkan membongkar timbunan batu dan tanah. Kabarnya, Fandi memiliki seorang anak berusia 3 tahun, dan kini istrinya tengah mengandung anak keduanya 4 bulan.</p>
<p>Hingga berita ini di-upload, pembongkaran timbunan longsoran, baru menampakkan sedikit bagian dari body ekskavator yang tertimbun. Sedangkan korban tertimbun dan 1 ekskavator lagi, belum ditemukan.</p>
<p>Kepala Bandara Torea, Khalik Ginuni menjelaskan, batu dan tanah yang bergerak, posisi awalnya berada cukup jauh dari landasan pacu.</p>
<p>“Posisi awalnya sekitar 50 meter dari posisi longsoran saat ini. Jadi, tebing ini bergeser dan terjadi longsoran, yang menyebabkan 1 orang pekerja belum ditemukan. Korban diperkirakan masih tertimbun material longsoran,” jelas Khalik.</p>
<p>Lebih lanjut Khalik menjelaskan, saat peristiwa terjadi, para pekerja sedang melakukan penggalian material batu dan tanah, untuk penimbunan pekerjaan penambahan landasan pacu sepanjang 150 meter di ujung landasan bagian timur.</p>
<p>“Beberapa tahun lalu, dibagian atas tebing itu, pernah diledakkan dengan dinamit. Tanahnya dibor sedalam 13 meter, lalu dimasukkan dinamit dan diledakkan. Tujuannya, mempermudah pengambilan materialnya yang terdiri atas batu-batu. Mungkin dari ledakan itu, timbul retakan-retakan di dalam tanah, yang berakibat tanah bergeser saat ini,” jelas Kepala Bandara asli Fakfak ini.</p>
<p>Sementara itu, Rudi Rahakbauw, salah satu operator alat berat yang selamat menjelaskan, peristiwa itu terjadi dengan sangat tiba-tiba.</p>
<p>“Saya pegang bulldozer dan tiba-tiba terdengar suara keras, lalu saya lari. Kami saat itu tiga orang sedang bekerja. Dua teman saya sebagai operator ekskavator. Saya lihat salah seorang teman saya, Danu, juga keluar. Namun Fandi yang sedang pegang breaker, mungkin  tidak mendengar suara keras tersebut, sebab suara breaker sendiri juga keras,” kata Rudi.</p>
<p>Saat musibah terjadi, sebuah pesawat wings air yang akan bertolak menuju Sorong, sedang bergerak keluar apron menuju ujung landasan pacu bagian timur. Untunglah, pilot mengetahui kejadian tersebut, dan melakukan pengereman mendadak. Akhirnya, pesawat putar balik masuk apron kembali. Sedangkan penumpang langsung diturunkan.</p>
<p>Samaun Dahlan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Fakfak, salah satu penumpang dalam pesawat tersebut menuturkan, pesawat berhenti mendadak dan berbalik.</p>
<p>“Penumpang sempat kaget karena direm mendadak. Akhirnya kami mencari tahu. Saat melihat keluar jendela pesawat, terlihat asap tebal di ujung landasan yang akan kami datangi. Selanjutnya penumpang diminta turun dari pesawat, dan penerbangan dibatalkan,” terang Samaun.</p>
<p>Terkait jadwal penerbangan, Khalik Ginuni belum bisa memastikan sampai kapan penerbangan dari dan ke Bandara Torea Fakfak dihentikan.</p>
<p>“Masih melihat situasi di lapangan. Jika korban sudah ditemukan, barulah longsoran yang kemungkinan bisa mengganggu landasan bisa dibersihkan, maka penerbangan bisa dilanjutkan. Tapi kami belum memastikan hingga berapa hari. Tentu kami berharap, agar jadwal penerbangan segera bisa dilakukan,” kata Khalik.</p>
<p>Hingga sore ini, masyarakat mulai mendatangi bandara dan bahkan masuk landasan. Pihak bandara belum bisa berbuat banyak untuk membatasi warga yang datang, karena pintu masuk “jalan tikus” ada beberapa. Bahkan, ada beberapa warga yang memanfaatkan moment itu untuk foto selfi. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/duka-di-bandara-torea-1-pekerja-tertimbun-longsoran-belum-ditemukan/">Duka Di Bandara Torea,  1 Pekerja Tertimbun Longsoran Belum Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/01/duka-di-bandara-torea-1-pekerja-tertimbun-longsoran-belum-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mobil Damkar Masih Dibahas, Gudang Pala “Bandara” Terbakar</title>
		<link>https://infofakfak.com/2018/01/mobil-damkar-masih-dibahas-gudang-pala-bandara-terbakar/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2018/01/mobil-damkar-masih-dibahas-gudang-pala-bandara-terbakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2018 01:08:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Lagi, musibah kebakaran terjadi di Fakfak, disaat pemerintah daerah ingin membeli mobil pemadam kebakaran. Kali ini, tempat memanggang pala atau tempat asar pala milik Mbak Tum, yang berlokasi sekitar 50 meter dari Bandara Torea Fakfak, habis dimakan si jago merah. Akibat kebakaran tempat asar pala yang terjadi pada Minggu (07/1) sore ini, satu bangunan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/mobil-damkar-masih-dibahas-gudang-pala-bandara-terbakar/">Mobil Damkar Masih Dibahas, Gudang Pala “Bandara” Terbakar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2897" aria-describedby="caption-attachment-2897" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-2897" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2018/01/fakfakmusibah.jpg" alt="Gudang Pala dekat Bandara Torea Fakfak ludes terbakar" width="710" height="399" /><figcaption id="caption-attachment-2897" class="wp-caption-text">Gudang Pala dekat Bandara Torea Fakfak ludes terbakar</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Lagi, musibah kebakaran terjadi di Fakfak, disaat pemerintah daerah ingin membeli mobil pemadam kebakaran. Kali ini, tempat memanggang pala atau tempat asar pala milik Mbak Tum, yang berlokasi sekitar 50 meter dari Bandara Torea Fakfak, habis dimakan si jago merah.</p>
<p>Akibat kebakaran tempat asar pala yang terjadi pada Minggu (07/1) sore ini, satu bangunan beserta pala yang tengah diasar untuk dikeringkan, ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun diperkirakan, kerugian akibat kebakaran ini lebih dari seratus juta rupiah.</p>
<p>Api yang diketahui berkobar sekira pukul 15.30 WIT,  baru bisa dipadamkan seluruhnya sekitar 2 jam berikutnya. Seperti pada kasus kebakaran sebelumnya, pemadaman api dilakukan oleh 1 mobil penjual air, 1 mobil tangki penjual air ukuran besar dan 1 mobil air milik BNPB.</p>
<p>Adi, seorang saksi mata menuturkan, “Kebakarannya mungkin sekitar 3.30. lalu saya panggil masyarakat untuk membantu. Kami putuskan sambungan dari bangunan yang terbakar dengan bangunan di depannya agar api tidak merembet,”</p>
<p>Jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran, membuat mobil-mobil pengangkut air sempat kesulitan memadamkan api. Ditambah, belasan motor parkir di sepanjang jalan sempit tersebut.</p>
<p>Hebatnya, selain dipadamkan dengan air dari mobil tangki air, pemadaman juga diupayakan dengan menyiramkan puluhan karton air minum mineral berbagai merk yang juga disimpan dalam gudang tersebut.</p>
<p>Penyiraman puing-puing yang masih mengepulkan asap, tetap dilakukan hingga menjelang maghrib. Air minum mineral berbagai merk masih diguyurkan di tumpukan kayu yang masih berasap.</p>
<p>Sebelumnya, Informasi awal yang beredar, yang terbakar adalah gudang Bandara Torea. Sehingga, belasan personel polisi merapat ke lokasi musibah. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2018/01/mobil-damkar-masih-dibahas-gudang-pala-bandara-terbakar/">Mobil Damkar Masih Dibahas, Gudang Pala “Bandara” Terbakar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2018/01/mobil-damkar-masih-dibahas-gudang-pala-bandara-terbakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Musibah, Mobil Damkar Harus Siaga</title>
		<link>https://infofakfak.com/2017/12/belajar-dari-musibah-mobil-damkar-harus-siaga/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2017/12/belajar-dari-musibah-mobil-damkar-harus-siaga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2017 00:05:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Manusia memang luar biasa. Allah menciptakannya berbeda dengan makhluk lainnya. Nalurinya, membuat manusia saling tolong menolong, meski itu bukan tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan mempertaruhkan jiwa. Kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik yang meluluhlantakkan sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani, Fakfak, Sabtu (30/12) sekira pukul 14.30 WIT kemarin, merenggut korban seorang balita. Caca yang ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2017/12/belajar-dari-musibah-mobil-damkar-harus-siaga/">Belajar Dari Musibah, Mobil Damkar Harus Siaga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2885" aria-describedby="caption-attachment-2885" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah-copy.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-2885" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah-copy.jpg" alt="Seuah rumah di Jl. A Yani Fakfak terbakar. 1 balita menjadi korban" width="710" height="400" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah-copy.jpg 710w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah-copy-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2885" class="wp-caption-text">Sebuah rumah di Jl. A Yani Fakfak terbakar. 1 balita menjadi korban</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Manusia memang luar biasa. Allah menciptakannya berbeda dengan makhluk lainnya. Nalurinya, membuat manusia saling tolong menolong, meski itu bukan tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan mempertaruhkan jiwa.</p>
<p>Kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik yang meluluhlantakkan sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani, Fakfak, Sabtu (30/12) sekira pukul 14.30 WIT kemarin, merenggut korban seorang balita. Caca yang berusia 4 tahun itu, ditemukan sudah wafat di salah satu kamar. Korban langsung dievakuasi ke UGD dan tak lama kemudian dipindahkan ke ruang jenazah RSUD Fakfak.</p>
<p>Kebakaran ini membuat duka bagi keluarga J Wally, anggota Polres Fakfak. Istri dan anak bayinya yang berusia beberapa bulan memang selamat, namun anak pertama mereka, meninggal dalam musibah ini.</p>
<p>Menurut Fachri, salah seorang yang membantu memadamkan api dan turut mengevakuasi korban, dirinya melihat asap hitam membubung dari rumah tersebut. Diakuinya, api berkobar dan merembet sangat cepat. Dinding yang terbuat dari papan, membuat api cepat membesar.</p>
<p>“Saya pulang dari RS lewat depan rumah itu, awalnya saya melihat asap hitam dan tak lama kemudian, nyala api sudah membesar,” kata Fachri.</p>
<p>Api baru baru bisa dikendalikan sekitar satu jam kemudian, setelah tiga mobil pickup penjual air dan satu mobil tangki air milik BNPB menyemprotkan air. Tiga mobil penjual air, harus bolak-balik mengisi air dan datang ke lokasi musibah, lantaran kapasitas tangkinya hanya 1.000 liter. Sedangkan mobil BNPB datang disaat api sudah mulai padam.</p>
<p>Sebelumnya, belasan anggota Polres Fakfak yang dibantu puluhan warga, berusaha memadamkan api. Mereka harus memecahkan kaca jendela serta membongkar atap seng, agar air dapat masuk ke dalam bangunan.</p>
<p>Inilah naluri manusia. Mereka tetap merengsek maju memadamkan api, meski keselamatan jiwanya tergadaikan dalam bahaya. Bahaya tertimpa seng dan kayu yang masih membara, tak membuat mereka surut. Bahkan sebagian memanjat seng berusaha masuk.</p>
<p>Dari peristiwa ini, seharusnya membuat kita belajar, bahwa meski kebakaran tak terjadi setiap hari, namun kesiapsiagaan mobil pemadam kebakaran atau mobil PMK mutlak diperlukan. Sayangnya, Fakfak belum memiliki mobil PMK, setidaknya mobil PMK yang selalu siaga.</p>
<p>Dulu, ada mobil PMK ukuran kecil, tapi nampaknya sudah mangkrak tak berfungsi. DPRD masih membahas anggaran daerah. Belum terlambat membahas masalah ini pula. Lalu, masih perlukah ada korban karena keterlambatan kita lagi? (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2017/12/belajar-dari-musibah-mobil-damkar-harus-siaga/">Belajar Dari Musibah, Mobil Damkar Harus Siaga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2017/12/belajar-dari-musibah-mobil-damkar-harus-siaga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Genap Tiga Hari, Akhirnya Jasad Marsiano Gevano Makatei Ditemukan</title>
		<link>https://infofakfak.com/2017/12/genap-tiga-hari-akhirnya-jasad-marsiano-gevano-makale-ditemukan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2017/12/genap-tiga-hari-akhirnya-jasad-marsiano-gevano-makale-ditemukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2017 11:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmusibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=2849</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Duka mendalam tak mampu disembunyikan oleh puluhan keluarga Marsiano Gevano Makatei, yang menunggu kedatangan jenazah Marsiano di ruang jenazah RSUD Fakfak, Kamis sore (14/12) tadi. Jasad Marsiano ditemukan pada 15.33 WIT, setelah menyembul ke permukaan sungai Kayuni. Lokasi ditemukannya jasad Marsiano, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad kedua temannya,  Nur Ahmad Aulia Basri dan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2017/12/genap-tiga-hari-akhirnya-jasad-marsiano-gevano-makale-ditemukan/">Genap Tiga Hari, Akhirnya Jasad Marsiano Gevano Makatei Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2850" aria-describedby="caption-attachment-2850" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-2850" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah.jpg" alt="Proses evakuasi jasad Marsiano dari Sungai Kayuni" width="710" height="399" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah.jpg 710w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2017/12/fakfakmusibah-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /><figcaption id="caption-attachment-2850" class="wp-caption-text">Proses evakuasi jasad Marsiano dari Sungai Kayuni</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Duka mendalam tak mampu disembunyikan oleh puluhan keluarga Marsiano Gevano Makatei, yang menunggu kedatangan jenazah Marsiano di ruang jenazah RSUD Fakfak, Kamis sore (14/12) tadi.</p>
<p>Jasad Marsiano ditemukan pada 15.33 WIT, setelah menyembul ke permukaan sungai Kayuni. Lokasi ditemukannya jasad Marsiano, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad kedua temannya,  Nur Ahmad Aulia Basri dan Aulia Wildan Heremba pada Selasa (12/12) lalu.</p>
<p>Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si. yang berada di lokasi musibah, turut menumpang perahu karet Basarnas, untuk mengevakuasi jasad Marsiano dari sungai ke darat. Selanjutnya, dengan menumpang truk Basarnas Pos Fakfak, jenazah Marsiano dibawa ke RSUD Fakfak yang berjarak perjalanan sekitar 45 menit.</p>
<p>“Bapak Wakil Bupati ikut turut mengevakuasi korban dari sungai ke darat. Jenazah saat itu menyembul di pinggir sungai, dekat dengan air terjun. Kami menemukan pukul 15.33 WIT,” terang Yosep Kabes, anggota SAR Pemda Fakfak.</p>
<p>Suara tangis keluarga Marsiano dan masyarakat yang menunggu kedatangan jenazahnya, membuncah, tatkala truk Basarnas yang berjalan mundur, tiba di depan ruang jenazah RSUD Fakfak. Mereka tak mengira, remaja 15 tahun, siswa SMA Negeri 1 Fakfak itu,  harus berpisah selamanya dengan cara terseret arus deras sungai Kayuni.</p>
<p>Jasad Marsiano selanjutnya dirawat petugas dalam ruang jenasah. Hingga berita ini diunggah, jenazah masih dalam proses perawatan.</p>
<p>Sebelumnya, Marsiano hilang diterjang air bah berarus kuat yang menerjangnya, beserta tiga teman lainnya. Dari keempat korban, Agung Ferdiansyah berhasil selamat. Sedangkan dua teman lainnya, yakni Nur Ahmad Aulia Basri dan Aulia Wildan Heremba, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (12/12) lalu.</p>
<p>Dari video yang direkam oleh pengunjung Wisata Air Terjun Kayuni, keempat korban diterjang air bah sebagai akibat hujan di puncak gunung. Keempat korban yang tak menyadari kedatangan air yang mematikan tersebut, tak bisa menghindar. Bahkan salah satu korban, tubuhnya sempat terhempas ke bibir sungai yang terdiri atas bebatuan.</p>
<p>Dengan ditemukannya jasad Marsiano, maka korban air bah wisata Air Terjun Kayuni telah berhasil ditemukan dan teridentifikasi seluruhnya. Dengan begitu, maka operasi pencarian dan penyelamatan yang digelar Pos SAR Fakfak, dihentikan.</p>
<p>Koordinator Pos SAR Fakfak, Nur Kholis Majid, mengucapkan terima kasih atas peran serta Pemerintah Daerah, keluarga dan masyarakat Fakfak, yang telah membantu proses pencarian korban.</p>
<p>“Dengan demikian, maka operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi kami hentikan. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pemda Fakfak, terutama keluarga korban serta masyarakat Fakfak,” ujar pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2017/12/genap-tiga-hari-akhirnya-jasad-marsiano-gevano-makale-ditemukan/">Genap Tiga Hari, Akhirnya Jasad Marsiano Gevano Makatei Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2017/12/genap-tiga-hari-akhirnya-jasad-marsiano-gevano-makale-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
