<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fakfakkriminal &#8211; Infofakfak.com</title>
	<atom:link href="https://infofakfak.com/tag/fakfakkriminal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infofakfak.com</link>
	<description>Informasi Seputar Kota Fakfak</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2015 11:28:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>
	<item>
		<title>Kejaksaan Segera Terbitkan DPO Kasus Susu Fiktif Dinas Kesehatan</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/10/kejaksaan-segera-terbitkan-dpo-kasus-susu-fiktif-dinas-kesehatan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/10/kejaksaan-segera-terbitkan-dpo-kasus-susu-fiktif-dinas-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2015 11:28:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=1220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jefri Huwae, SH., Kamis (29/10) siang tadi, telah menandatangani Daftar Pencarian Orang atau DPO, atas nama MS, rekanan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dalam pengadaan susu bagi ibu hamil. “Kami keluarkan DPO agar permasalahan ini segera selesai. MS hingga kini masih kami cari. Jika sudah ada informasi akurat, tentu akan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/10/kejaksaan-segera-terbitkan-dpo-kasus-susu-fiktif-dinas-kesehatan/">Kejaksaan Segera Terbitkan DPO Kasus Susu Fiktif Dinas Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1221" aria-describedby="caption-attachment-1221" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari.jpg"><img decoding="async" class="size-large wp-image-1221" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari-1024x682.jpg" alt="Kajari Fakfak, Rilke Jeffri Huwae, SH." width="640" height="426" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari-1024x682.jpg 1024w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari-300x199.jpg 300w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari-84x55.jpg 84w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari-900x599.jpg 900w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/10/kajari.jpg 2000w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1221" class="wp-caption-text">Kajari Fakfak, Rilke Jeffri Huwae, SH.</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jefri Huwae, SH., Kamis (29/10) siang tadi, telah menandatangani Daftar Pencarian Orang atau DPO, atas nama MS, rekanan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dalam pengadaan susu bagi ibu hamil.</p>
<p>“Kami keluarkan DPO agar permasalahan ini segera selesai. MS hingga kini masih kami cari. Jika sudah ada informasi akurat, tentu akan segera ditangkap,” ujar Kajari.</p>
<p>Pengadaan susu yang menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2014 ini, diduga merugikan negara sebesar 219 juta. Kerugian ini timbul, lantaran MS tidak bisa mendatangkan susu yang dipesan Dinas Kesehatan, padahal uang sudah cair 100 %.</p>
<p>Kajari juga mengakui telah memeriksa beberapa pejabat di Dinas Kesehatan Fakfak. “Sudah diperiksa. Intinya, kasus ini akan jalan terus. Apalagi ini pengadaan fiktif,” lanjut Kajari.</p>
<p>MS selaku kontraktor, tidak bisa mengeluarkan susu yang dipesannya kepada distributor nestle di Sorong. Susu susu ratusan juta tersebut, tidak bisa keluar dari gudang Toko Cendrawasih Fakfak, karena MS belum membayar susu tersebut. Padahal, Dinas Kesehatan telah membayar 100% susu tersebut.</p>
<p>Dalam kasus ini, nampaknya pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, melakukan kesalahan telak. Pada 9 Desember 2014, mereka sempat melakukan pemeriksaan susu di gudang Toko Cendrawasih, melakukan penghitungan dan pemotretan. Tetapi, mereka tidak mengecek, apakah susu tersebut telah menjadi milik MS, sehingga bisa didistribusikan, atau masih milik distributor. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/10/kejaksaan-segera-terbitkan-dpo-kasus-susu-fiktif-dinas-kesehatan/">Kejaksaan Segera Terbitkan DPO Kasus Susu Fiktif Dinas Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/10/kejaksaan-segera-terbitkan-dpo-kasus-susu-fiktif-dinas-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagi, Janin 7 Bulan Dibuang Ke laut</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/06/lagi-janin-7-bulan-dibuang-ke-laut/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/06/lagi-janin-7-bulan-dibuang-ke-laut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2015 10:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wagom_ Siang tadi (4/6), Warga Tanjung Wagom, Kelurahan Wagom, Distrik Fakfak, heboh. Pasalnya, janin bayi laki-laki yang diperkirakan berusia 7 bulan, ditemukan telah mati dan terapung di laut. Karena lokasi penemuan janin ini di pinggir jalan, peristiwa ini membuat arus lalin macet. Kasat Sabhara Polres Fakfak, Iptu Sugeng menjelaskan bahwa, pihaknya menerima pemberitahuan masyarakat, bahwa ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/06/lagi-janin-7-bulan-dibuang-ke-laut/">Lagi, Janin 7 Bulan Dibuang Ke laut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_871" aria-describedby="caption-attachment-871" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/06/fakfakkriminal.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-871" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/06/fakfakkriminal.jpg" alt="Jasad janin laki-laki ditemukan mengapung di laut" width="710" height="473" /></a><figcaption id="caption-attachment-871" class="wp-caption-text">Jasad janin laki-laki ditemukan mengapung di laut</figcaption></figure>
<p>Wagom_ Siang tadi (4/6), Warga Tanjung Wagom, Kelurahan Wagom, Distrik Fakfak, heboh. Pasalnya, janin bayi laki-laki yang diperkirakan berusia 7 bulan, ditemukan telah mati dan terapung di laut. Karena lokasi penemuan janin ini di pinggir jalan, peristiwa ini membuat arus lalin macet.</p>
<p>Kasat Sabhara Polres Fakfak, Iptu Sugeng menjelaskan bahwa, pihaknya menerima pemberitahuan masyarakat, bahwa ada janin yang dibuang ke laut.</p>
<p>“Saya menerima pemberitahuan sekitar pukul 14.15. kemudian kami dating ke lokasi dan lakukan evakuasi, kemuadia janin dibawa ke rumah sakit. Menurut penjelasan Dokter Eri, diperkirakan janin dibuang 1 hingga 2 hari lalu. Sedang perkiraan usia janin 7 bulan,” jelas Sugeng.</p>
<p>Peristiwa ini, mengingatkan warga Wagom pada penemuan janin yang dibuang ke laut beberapa bulan lalu. Lokasi penemuan janin yang dulu dan saat ini, hanya berjarak sekitar 100 meter. Bedanya, janin saat ini bertubuh lengkap sehingga bisa diketahui jenis kelaminnya, sedangkan janin yang ditemukan saat itu, hanya ditemukan bagian perut ke atas.</p>
<p>“Kami belum mengetahui siapa yang membuang janin tersebut. Untuk itu, kami akan terus mendalami kasus ini,” tambah Iptu Sugeng.</p>
<p>Setelah dilakukan visum di UGD RSUD Fakfak, janin diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dimakamkan. Dinas Sosial lantas meminta bantuan Ustadz Djusman Ali Fidmatan, untuk mengurus pemakaman janin tersebut.</p>
<p>Ustadz Djusman, boleh dikatakan sebagai spesialis urusan mayat yang meninggal kurang wajar. Mayat-mayat kecelakaan, seperti kecelakaan laut, dimana kondisi mayatnya sering tidak utuh, biasanya selalu menjadi urusan Ustadz Djusman.</p>
<p>Tokoh agama yang sudah sepuh ini mengingatkan agar orang tua lebih memperhatikan anaknya, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi.</p>
<p>“Saya berharap, orang tua harus lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali,” harap khotib Masjid Raya Baitul Makmur ini.</p>
<p>Rencananya, jazad janin tersebut akan dimakamkan secepatnya, sebab janin sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/06/lagi-janin-7-bulan-dibuang-ke-laut/">Lagi, Janin 7 Bulan Dibuang Ke laut</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/06/lagi-janin-7-bulan-dibuang-ke-laut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Simpulkan Saridi Tewas Kecelakaan?</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-simpulkan-saridi-tewas-kecelakaan/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-simpulkan-saridi-tewas-kecelakaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2015 10:41:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=860</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kota_ Kepada keluarga Saridi serta perwakilan Ikatan Keluarga Sunda Jawa Madura (Ikasuwara) Kabupaten Fakfak, polisi menyampaikan kesimpulan, yang dikatakan sementara, bahwa kematian Saridi adalah kecelakaan lalu lintas. Demikian dijelaskan Ketua Ikasuwara, Hanung Sapto Raharjo. Hanung menyampaikan hal tersebut, dalam rapat Ikasuwara, setelah pada Sabtu (30/5) pagi, mendampingi keluarga Saridi serta perwakilan masyarakat Bomberay, bertemu dengan ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/polisi-simpulkan-saridi-tewas-kecelakaan/">Polisi Simpulkan Saridi Tewas Kecelakaan?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_861" aria-describedby="caption-attachment-861" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal1.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-861" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal1.jpg" alt="Hanung Sapto Raharjo, Ketua Ikasuwara Kabupaten Fakfak" width="710" height="533" srcset="https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal1.jpg 710w, https://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal1-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /></a><figcaption id="caption-attachment-861" class="wp-caption-text">Hanung Sapto Raharjo, Ketua Ikasuwara Kabupaten Fakfak</figcaption></figure>
<p>Kota_ Kepada keluarga Saridi serta perwakilan Ikatan Keluarga Sunda Jawa Madura (Ikasuwara) Kabupaten Fakfak, polisi menyampaikan kesimpulan, yang dikatakan sementara, bahwa kematian Saridi adalah kecelakaan lalu lintas. Demikian dijelaskan Ketua Ikasuwara, Hanung Sapto Raharjo.</p>
<p>Hanung menyampaikan hal tersebut, dalam rapat Ikasuwara, setelah pada Sabtu (30/5) pagi, mendampingi keluarga Saridi serta perwakilan masyarakat Bomberay, bertemu dengan Kapolres, di Mapolres Fakfak.</p>
<p>Sejatinya, kesimpulan (sementara) ini dianggap cukup kontroversi dengan pemikiran masyarakat. Sebab, keluarga dan masyarakat yang mengetahui masalah ini, menganggap bahwa Saridi meninggal tidak wajar.</p>
<p>Bahkan, Kepala KUA Distrik Bomberay, Ruslan La Puasa yang mengaku ikut dalam proses pemeriksaan jenazah Saridi oleh Dokter Arini, sangat tidak yakin jika Saridi meninggal karena kecelakaan. Hal itu bisa diduga dari hilangnya kedua pergelangan tangan dan satu pergelangan kaki korban.</p>
<p>“Saya ikut pencarian yang akhirnya menemukan jenazah Pak Saridi. Jadi saya tahu kondisinya saat itu. Kalau dikatakan hal itu merupakan kecelakaan, menurut saya, pasti banyak masyarakat yang kurang bisa menerima hal itu,” ujar Ruslan.</p>
<p>Jika disimpulkan sebagai korban kecelakaan lalu lintas atau laka lantas, merupakan satu hal yang luar biasa kebetulan, terkait hilangnya pergelangan tangan dan kaki korban. Lengan jaket korban juga tidak menunjukkan tanda-tanda laka lantas, padahal pergelangan tangannya putus. Selain itu, putusnya kaki korban seperti tampak dalam salah satu foto, terlihat cukup jelas terpotong “halus”. Jika kecelakaan, maka patahan atau potongan anggota tubuh, besar kemungkinan berpola lain.</p>
<p>Polisi Selidiki Data Telkomsel?</p>
<p>Kasat Reskrim yang coba dihubungi media ini, tidak membalas SMS yang dikirimkan. Media ini menanyakan, apakah polisi sudah mendapatkan data voice (rekaman) pembicaraan dan data SMS pada HP korban. Sebab, dari data tersebut, akan bisa ditarik benang merah, siapa saja yang berhubungan dengan korban sebelum tragedi tersebut. Hal ini perlu diketahui, untuk mendeteksi siapa saja yang mengetahui kepulangan Saridi ke Bomberay.</p>
<p>Tentu masyarakat sangat berharap agar, polisi yang memiliki kewajiban dan kewenangan dapat mengungkap hal yang sebenarnya. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/polisi-simpulkan-saridi-tewas-kecelakaan/">Polisi Simpulkan Saridi Tewas Kecelakaan?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-simpulkan-saridi-tewas-kecelakaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Tepis Isu Seputar Kematian Saridi</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-tepis-isu-seputar-kematian-saridi/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-tepis-isu-seputar-kematian-saridi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2015 11:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kota_ Kematian Saridi, salah seorang tokoh masyarakat Distrik Bomberay beberapa waktu lalu, memunculkan banyak isu. Bahkan, isu yang beredar nampak bagai benar-benar telah terjadi. Salah satu isu krusial yang beredar dari mulut ke mulut dan melalui SMS ialah, dikatakan bahwa tersangka pembunuh Saridi berjumlah 3 orang telah menyerahkan diri ke polisi. Bahkan disebut jelas, bahwa ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/polisi-tepis-isu-seputar-kematian-saridi/">Polisi Tepis Isu Seputar Kematian Saridi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_838" aria-describedby="caption-attachment-838" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakhukum.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-838" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakhukum.jpg" alt="Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Yudi Arvian" width="710" height="533" /></a><figcaption id="caption-attachment-838" class="wp-caption-text">Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Yudi Arvian</figcaption></figure>
<p>Kota_ Kematian Saridi, salah seorang tokoh masyarakat Distrik Bomberay beberapa waktu lalu, memunculkan banyak isu. Bahkan, isu yang beredar nampak bagai benar-benar telah terjadi.</p>
<p>Salah satu isu krusial yang beredar dari mulut ke mulut dan melalui SMS ialah, dikatakan bahwa tersangka pembunuh Saridi berjumlah 3 orang telah menyerahkan diri ke polisi. Bahkan disebut jelas, bahwa salah satu pelaku adalah masih kerabat korban.</p>
<p>Disinggung masalah ini, Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Yudi Arvian, membantah adanya tersangka yang menyerahkan diri.</p>
<p>“Tidak betul informasi itu. Hingga kini kami masih mendalami kasus ini. Dan berdasarkan olah TKP, kemungkinan kematian korban karena kecelakaan lalu lintas. Kalau memang sudah ada informasi jelas, tentu kami akan sampaikan. Untuk itu, jangan mudah terpancing isu yang belum tentu benar,” jelas Yudi.</p>
<p>Kasat Reskrim mengaku bahwa anggotanya masih mencari informasi tambahan. Anggota diperintahkan untuk mempertajam informasi sekecil apapun, agar masalah ini cepat terungkap, sehingga tidak menimbulkan asumsi negatif di masyarakat.</p>
<p>Kinerja polisi memang tengah diuji dalam kasus ini. Sebab, banyak hal yang dikaitkan dengan kematian pawang reog ini.</p>
<p>Selain dikaitkan dengan dugaan persaingan jabatan kepala desa, serta adanya informasi bahwa korban akan melaporkan dana dana yang tidak beres, kematian korban kini terseret dalam arus isu adanya masalah keluarga. Kita tunggu saja hasil kerja polisi. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/polisi-tepis-isu-seputar-kematian-saridi/">Polisi Tepis Isu Seputar Kematian Saridi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/05/polisi-tepis-isu-seputar-kematian-saridi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seminggu Lebih, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Saridi</title>
		<link>https://infofakfak.com/2015/05/seminggu-lebih-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-saridi/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2015/05/seminggu-lebih-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-saridi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2015 10:29:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=834</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kota_ Kepala Bagian Operasional Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki, belum memastikan penyebab kematian salah seorang tokoh masyarakat Distrik Bomberay, Saridi. Menurut Sawaki, pihaknya belum memperoleh penjelasan pasti dari pihak dokter, apakah Saridi meninggal karena pembunuhan, ataukah karena kecelakaan lalu lintas. “Coba cari informasi ke dokter, apa penyebab kematiannya. Sebab kami belum tahu juga,” jelas Sawaki. ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/seminggu-lebih-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-saridi/">Seminggu Lebih, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Saridi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_835" aria-describedby="caption-attachment-835" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-835" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2015/05/fakfakkriminal.jpg" alt="Kabag Ops Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki. (insert) kondisi kaki Saridi" width="710" height="533" /></a><figcaption id="caption-attachment-835" class="wp-caption-text">Kabag Ops Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki. (insert) kondisi kaki Saridi</figcaption></figure>
<p>Kota_ Kepala Bagian Operasional Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki, belum memastikan penyebab kematian salah seorang tokoh masyarakat Distrik Bomberay, Saridi. Menurut Sawaki, pihaknya belum memperoleh penjelasan pasti dari pihak dokter, apakah Saridi meninggal karena pembunuhan, ataukah karena kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>“Coba cari informasi ke dokter, apa penyebab kematiannya. Sebab kami belum tahu juga,” jelas Sawaki.</p>
<p>Saridi yang hilang selama tiga hari sejak Senin 11 Mei lalu, ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan pada Kamis, 14 Mei 2015, dalam posisi tertindih motornya.</p>
<p>Kepala KUA Distrik Bomberay, Ruslan La Puasa, yang terlibat pencarian Saridi dan menemukan Saridi saat itu, menjelaskan bahwa posisi jasad Saridi tertindih motornya.</p>
<p>“Saat kami temukan, kondisinya sudah mengeluarkan bau. Semula dikira bau bangkai ular. Kalau dari jalan memang tidak nampak adanya jenazah manusia, sebab tertutupi oleh rerimbunan. Ada tiga bagian tubuhnya yang hilang, yakni bagian tangan kanan dan kiri sebatas pergelangannya, serta pergelangan kaki kiri. Juga ada bekas terbakar di atas kaki yang putus itu,” jelas Ruslan.</p>
<p>Ruslan tidak bisa memastikan penyebab kematian pawang reog tersebut, namun secara pribadi Ruslan berpendapat bahwa, kematian Saridi menimbulkan banyak tanda tanya, dan berujung keraguan jika kematiannya dianggap kecelakaan.</p>
<p>“Secara pribadi saya meragukan jika dikatakan akibat kecelakaan. Putusnya anggota tubuh, apalagi sampai tiga organ, sangat berbeda antara akibat kecelakaan, dimangsa binatang atau karena akibat kesengajaan. Saya bisa melihat cukup jelas, karena saya yang memegangi senter saat dokter memeriksanya,” tambah Ruslan.</p>
<p>Mantan Ketua Paguyuban Arema Kabupaten Fakfak, Sholikin, yang menghubungi media ini menjelaskan bahwa, sebelum kepindahan dirinya ke Malang, Saridi sempat mengutarakan niatnya untuk membongkar kasus dana pertanian.</p>
<p>“Semoga informasi ini ada gunanya. Pak Saridi orangnya memang agak vokal. Selain itu, Pak Saridi kan juga akan dilantik sebagai kepala kampung,” kata Sholikin.</p>
<p>Masyarakat sangat berharap, agar polisi segera bisa mengungkap misteri kematian Saridi. Apakah murni karena kecelakaan, atau karena sebab lain. (wah)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2015/05/seminggu-lebih-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-saridi/">Seminggu Lebih, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Saridi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2015/05/seminggu-lebih-polisi-belum-pastikan-penyebab-kematian-saridi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Jumsiah Menyisakan Tanda Tanya</title>
		<link>https://infofakfak.com/2014/12/kematian-jumsiah-menyisakan-tanda-tanya/</link>
					<comments>https://infofakfak.com/2014/12/kematian-jumsiah-menyisakan-tanda-tanya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2014 11:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[HukRim]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://infofakfak.com/?p=242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakfak_ Kematian Jumsiah, wanita belia berusia sekitar 20 tahunan asal Palopo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (21/12) lalu, masih menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, wanita yang kos di Wagom ini, dipulangkan ke tempat kosnya, diperkirakan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Selain itu, konon jasad Jum diantar oleh taksi yang di dalamnya terdapat orang-orang mabuk. &#160; Suryono, ...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2014/12/kematian-jumsiah-menyisakan-tanda-tanya/">Kematian Jumsiah Menyisakan Tanda Tanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_243" aria-describedby="caption-attachment-243" style="width: 550px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2014/12/infofakfakpembunuhan.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-243" src="http://infofakfak.com/wp-content/uploads/2014/12/infofakfakpembunuhan.jpg" alt="Jumsiah, kematiannya misterius" width="550" height="413" /></a><figcaption id="caption-attachment-243" class="wp-caption-text">Jumsiah, kematiannya misterius</figcaption></figure>
<p>Fakfak_ Kematian Jumsiah, wanita belia berusia sekitar 20 tahunan asal Palopo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (21/12) lalu, masih menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, wanita yang kos di Wagom ini, dipulangkan ke tempat kosnya, diperkirakan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Selain itu, konon jasad Jum diantar oleh taksi yang di dalamnya terdapat orang-orang mabuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suryono, yang tinggal di dekat kos Jumsiah mengaku bahwa, dirinya melihat taksi kuning berhenti di depan jalan masuk tempat Jumsiah kos.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya melihat, sepertinya oang-orang dalam taksi itu dalam keadaan mabuk. Tapi saya memang tidak bisa memastikan apakah saat itu Jum sudah meninggal atau belum. Yang saya tahu, orang-orang tersebut akhirnya menuju rumah, dimana jenazah Jum saat ini berada (poliklinik Polres Fakfak, red),” ujar Suryono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Informasi dari para pelayat pada malam pertama dikatakan bahwa, Jum yang berwajah jelita ini meninggalkan kosnya pada Jumat (19/12) lalu. Dalam salah satu SMSnya kepada kerabatnya, dikatakan bahwa dia berpesan agar tidak dicari, sebab akan ke acara aqiqoh saudaranya di daerah Seberang. Sejak saat itulah, kabar dan keadaan Jum tidak diketahui.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Farah, yang mengaku sempat membuka kain penutup wajah jenazah, melihat bahwa ada darah keluar dari telinga jenazah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya melihat ada darah yang keluar dari telinga. Saya juga melihat anting-anting korban masih ada,” ujar Farah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehebohan sempat terjadi, tatkala nomor HP korban (HP korban hilang, red) tiba-tiba menghubungi salah seorang HP kerabatnya. Tentu saja hal ini membuat pelayat kaget. Anehnya, saat ditanya siapa yang memegang HP korban tersebut, penelepon malah bertanya, apakah jenazah sudah diurus. Penelepon mengaku bahwa dirinya berada di Biak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belum diketahui pasti, apa penyebab kematian lulusan D3 kesehatan itu. Polisi harus bisa menguak misteri kematian Jum, sebelum jasad Jum diterbangkan ke Palopo, yang direncanakan hari ini. (wah)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com/2014/12/kematian-jumsiah-menyisakan-tanda-tanya/">Kematian Jumsiah Menyisakan Tanda Tanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://infofakfak.com">Infofakfak.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infofakfak.com/2014/12/kematian-jumsiah-menyisakan-tanda-tanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
