Home / Headline / Terkait Smelter, Bupati Fakfak Tanggapi Statemen Bupati Mimika

Terkait Smelter, Bupati Fakfak Tanggapi Statemen Bupati Mimika

Bupati Fakfak Untung Tamsil menggelar press conference terkait rencana pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kabupaten Fakfak. (Foto if)

 

Reporter: Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Bupati Fakfak Untung Tamsil, dalam press conference di Rumah Negara atau rumah dinas Bupati Fakfak, pada Sabtu, 25 November 2023, menanggapi pernyataan Bupati Mimika, Papua Tengah, Eltinus Omaleng, yang menolak rencana pembangunan smelter PT. Freeport Indonesia di Kabupaten Fakfak Papua Barat.

Bupati untung Tamsil mengingatkan sejarah bahwa, Mimika dulu menjadi satu kesatuan dengan Kabupaten Fakfak hingga adanya pemekaran menjadi Kabupaten Mimika.

“Menurut saya, Kabupaten Fakfak memenuhi kualifikasi. Tidak masalah meski dengan topografi pegunungan. Saya yakin, pemerintah telah melakukan kajian secara teknis, Fakfak telah memenuhi standar,” ujar Untung Tamsil.

Untung Tamsil kembali mengingatkan bahwa, Fakfak merupakan ibu kandung yang telah melahirkan Mimika.

“Jadi jika smelter dibangun di Kabupaten Fakfak, itu tidak salah lagi dan telah memenuhi keadilan, dan ini telah menjawab selama ini apa yang diperoleh Pemerintah Fakfak dari Mimika. Dan hari ini, pemerintah pusat telah memberikan kembali haknya kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak. Jadi untuk alasan topografi dan sebagainya, menurut kami tidak beralasan. Mari kita membuka diri.  Investasi yang berkeadilan tentu untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Fakfak khususnya dan Papua Barat dan Papua pada umumnya,” urai Bupati Fakfak.

Sebelumnya, di beberapa media diberitakan adanya penolakan Bupati Mimika, Papua Tengah, atas rencana pembangunan smelter di Kabupaten Fakfak. Bahkan Bupati Mimika mengancam akan memimpin demo untuk menutup Freeport.

Menurut Eltinus Omaleng, sesuai undang-undang minerba, pembangunan smelter harus dilakukan di daerah dimana perusahaan itu beroperasi.

“Kenapa Freeport harus bawa keluar terus. Negara yang terbitkan undang-undang tersebut aturannya kan bangun smelter di daerah yang kelola tambang itu sendiri, tapi anehnya bawa keluar Mimika,” kata Bupati Omaleng di Kantor DPRD Mimika, Rabu (15/11), dikutip dari <span;>fajarpapua.com. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Harry L Marani Kunjungi Fakfak, Serap Aspirasi Dan Pantau Pelaksanaan Pemilu 2024

  Reporter: Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Harry L Marani, anggota Majelis Rakyat Papua Barat atau MRPB ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *