Home / Headline / Dana BOK Dinkes Fakfak Ternyata Dipinjam Banyak Orang, Puskesmas Kokas Kembalikan 100 Juta

Dana BOK Dinkes Fakfak Ternyata Dipinjam Banyak Orang, Puskesmas Kokas Kembalikan 100 Juta

Kejari Fakfak menyerahkan uang sitaan sebesar 100 juta Kepada BNI Fakfak untuk disimpan sebagai barang bukti. (Foto if)

 

Reporter :  Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Ada yang menarik dari kasus dugaan penyalahgunaan dana BOK atau Bantuan Operasional Kesehatan yang menjerat terduga AI, seorang bendahara di Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Salah satunya adalah, adanya fakta yang diungkap Kejaksaan Negeri Fakfak bahwa dana BOK tersebut dipinjamkan kepada banyak orang.

Kasus yang menjerat AI sendiri berawal dari penyelidikan jumlah stunting di Kabupaten Fakfak yang tinggi. Dari situlah terungkap adanya dana BOK yang seharusnya disalurkan kepada Puskesmas Weri di Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, namun hingga habis Tahun Anggaran 2022 dana tersebut tak kunjung dicairkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Nixon Nikolaus Nilla Mahuse, S.H., M.H. dalam press conference penyitaan uang 100 juta yang dikembalikan oleh Kepala Puskesmas Kokas pada Jumat, 13 Oktober 2023 yang bertempat di Aula Kejari Fakfak menyampaikan, uang sebesar 100 juta tersebut merupakan uang yang dipinjam oleh Kepala Puskesmas Kokas dari AI untuk operasional Puskesmas, karena dana Puskesmas belum cair.

“Terima kasih kepada Kepala Puskesmas Kokas yang telah mengembalikan dana tersebut. Untuk selanjutnya uang ini akan dimasukkan dalam rekening titipan di BNI Fakfak. Kepada orang-orang yang meminjam dana dari AI, saya berharap segera dikembalikan. Semakin cepat semakin baik,” tegas Nixon.

Nixon menyebutkan bahwa, beberapa orang meminjam kepada AI dalam jumlah yang bervariasi, dari 5 juta hingga jumlah yang cukup besar.

Meski belum terkonfirmasi, ada informasi bahwa dana BOK tersebut juga dipinjam oleh orang-orang yang namanya cukup dikenal.

<span;>Kejari Fakfak tak menampik bila nantinya dalam kasus ini bisa saja ada tersangka lain.

AI yang diduga menyelewengkan penggunaan dana BOK yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK tahun 2002 sebesar 460.301.780 itu, pada Kamis, 12 Oktober 2022 kemarin, telah ditahan oleh penyidik Kejari Fakfak di Lapas Kelas IIB Fakfak.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Fakfak, Arthur F Gerald menjelaskan bahwa, dana BOK dialokasikan bagi 10 Puskesmas, termasuk Puskesmas Weri, Distrik Fakfak Timur.

Alokasi anggaran yang diusulkan sebesar 1.437.52.000. Dalam realisasinya, hanya menggunakan 852.699.000

Puskesmas Weri dalam permintaan ganti uang atau GU tersebut dalam tahun anggaran 2022 dilakukan dalam dua tahap. Tahap I sebesar 63.300.000 telah disalurkan pada Juli 2022, namun untuk permintaan GU tahap II sebesar 789.399.000 belum disalurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak kepada Puskesmas hingga akhir tahun anggaran 2022.

Hasil pemeriksaan terhadap 10 saksi dan dari alat bukti yang ada, akhirnya ditetapkan satu tersangka serta dilakukan penahanan.

Penyidik Kejari Fakfak menemukan kerugian negara sebesar 460.301.780 yang penggunaannya tidak sesuai dengan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan DAK Non Fisik Bidang Kesehatan tahun anggaran 2022. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Harry L Marani Kunjungi Fakfak, Serap Aspirasi Dan Pantau Pelaksanaan Pemilu 2024

  Reporter: Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Harry L Marani, anggota Majelis Rakyat Papua Barat atau MRPB ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *