Home / Headline / Banyak Balon Memilih Jalur Independen, Fenomena Apa Ini?

Banyak Balon Memilih Jalur Independen, Fenomena Apa Ini?

Pasangan "Suci" mendapat restu Raja Fatagar, Taufik Heru Uswanas
Pasangan “Suci” mendapat restu Raja Fatagar, Taufik Heru Uswanas

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Pasangan bakal calon bupati Fakfak dan bakal calon wakil bupati Fakfak yang akan berlaga di Pilkada tahun ini, bertambah satu. Minggu (5/1/2020), Sulaiman Uswanas – Hermanus Kerryanto mendeklarasikan keseriusannya untuk maju dan bersaing dengan pasangan bakal calon atau balon lain yang lebih dulu muncul. Pasangan Sulaiman Uswanas – Hermanus Kerryanto menamakan diri dengan sebutan “Suci”.

Bertempat di Pantai Raja, deklarasi yang dihadiri oleh banyak orang ini, diawali dengan minum kopi bersama secara adat, yang dipimpin oleh H. Moi Ginuni yang menjabat Warnemen Dulanpokpok.

Dalam sambutannya, Raja Fatagar, Taufik Heru Uswanas menyampaikan bahwa, deklarasi yang dilaksanakan di rumah Petuanan Fatagar, merupakan pengulangan sejarah seperti pada 2010. Saat itu, pasangan Mohammad Uswanas-Donatur Nimbitkendik berhasil menjadi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2010-2015.

“Kami membawa calon yang mampu untuk menjadi pemimpin yang baik dan ingin membangun Fakfak, kalau mau Fakfak lebih baik, harus memiliki hati yang ikhlas dan jika ingin Fakfak lebih maju, maka masyarakat yang menentukan untuk menjadi lebih baik, “ ujar Heru Uswanas.

Raja Fatagar juga mengingatkan, bahwa yang menentukan kemenangan balon adalah Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Sementara itu, balon bupati Fakfak, Drs. Ec. Sulaeman Uswanas, menegaskan bahwa, mereka maju melalui jalur independen.

Menyinggung pemilihan Hermanus Kerryanto sebagai balon wakil bupati, Sulaeman yang biasa dipanggil Nanang menjelaskan bahwa, pemilihan tersebut karena ada sejarah bahwa, di Petuanan Fatagar pernah ada orang cina yang menjabat sebagai kapitan.

Nanang juga menyampaikan, pasangan “Suci” tidak memiliki uang yang banyak, namun hanya memiliki hati yang ingin menyatukan perbedaan dan menjadi pelita dalam kegelapan yang ada dan berharap kepada penyelenggara dan keamanan, agar kegiatan pelaksanaan pemilu 2020 dapat berjalan dengan aman dan damai.

Terkait calon yang melalui jalur independen, jauh sebelumnya, pasangan balon bupati dan wakil bupati Fakfak Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom, telah mendedikasikan tekadnya untuk maju dalam Pilkada melalui jalur independen. Bahkan, pasangan yang dikenal dengan sebutan UTAYOH ini, mengklaim medapatkan dukungan lebih dari syarat minimal, yakni dukungan 8.006 lembar KTP dan masih akan terus bertambah.

Lantas, beberapa waktu lalu, Abdulrahim Fatamasya – Jemy Liusanda, juga mempublish keseriusannya mengikuti laga Pilkada 2020, melalui jalur independen. Satu lagi, meski belum menentukan siapa balon wakil bupatinya, Donatus Nimbitkendik juga telah menyampaikan bahwa, jalur independent bakal dilaluinya.

Dengan begitu, setidaknya ada 3 pasangan yang telah mendeklarasikan diri melalui jalur independen, dan 1 balon bupati yang masih mencari pasangannya, yang juga siap menggunakan jalur independen.

Ternyata meski rumit, jalur independen ramai peminat. Tiga pasangan balon ini akan berjuang keras untuk mengumpulkan dukungan KTP, yang secara teori, berpotensi memunculkan dukungan ganda. Bila terdapat dukungan ganda, maka KPU akan melakukan verifikasi faktual, untuk menentukan, kepada siapa pemilik KTP tersebut memberikan dukungannya.

Moment inilah yang akan menjadi momok menakutkan para kandidat. Banyak faktor yang bisa menjungkirbalikkan dukungan KTP. Cukup banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk mengaduk dukungan KTP ini, agar bisa dinyatakan memilih satu pasangan balon. Moment inilah yang memerlukan pengawasan ekstra dari masing-masing tim sukses para balon.

Lalu, bila secara teori melalui jalur independen lebih rumit, mengapa masih banyak yang meminati jalur ini? Mengapa tidak memilih jalur partai politik saja?

Boleh jadi, adanya pernyataan yang menyebutkan bahwa partai politik telah diborong habis salah satu pasangan kandidat, mempengaruhi keputusan untuk menggunakan jalur independen. Dan hingga saat ini, pasangan lengkap yang telah menyatakan menggunakan jalur partai politik adalah pasangan Samaun Dahlan-Cliford Ndandarmana (SADAR) dan H. Khaerudin Pawoloy Namudat-Said Hindom.

Hingga saat ini, beberapa pasangan yang melalui jalur dukungan partai politik telah mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari partai politik tertentu. Tentu, saling klaim ini adalah wajar dan akan berhenti pada saat membuka lembaran rekomendasi partai politik.

Banyaknya pasangan yang rela bersusah payah melalui jalur independen, juga memunculkan spekulasi bahwa, boleh jadi upaya tersebut merupakan langkah strategi untuk menghadang langkah pasangan balon lain. Pemikiran ini, bila dikaitkan dengan adanya potensi dobel dukungan KTP, yang bisa saja berubah saat dilakukan verifikasi faktual oleh KPU nanti, bisa saja benar. (*)

Reporter : Ayu

Editor : Wahyu Hidayat

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Samaun Dahlan usai mengikuti fit and proper test di DPP PKS selasa (7/1) siang tadi. (foto dok. PKS)

2 Balon Bupati Fakfak Telah Ikuti Fit And Proper Test Di DPP PKS, 2 Balon Lainnya Belum Hadir

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Dua bakal calon atau balon bupati Fakfak yang akan berlaga di Pilkada 2020, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>