Home / Headline / Untung Tamsil, “Kami telah siapkan program listrik murah dan air bersih untuk kampung-kampung.”

Untung Tamsil, “Kami telah siapkan program listrik murah dan air bersih untuk kampung-kampung.”

Untung Tamsil bersama penemu rumus mikro hidro
Untung Tamsil bersama penemu rumus mikro hidro

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_  Kelangkaan penerangan atau listrik di Kabupaten Fakfak, ternyata telah menjadi pemikiran salah satu calon Bupati Fakfak yang akan berlaga melalui jalur perseorangan, Untung Tamsil, S.Sos., M.Si.

Bersama tim yang telah melakukan survey di beberapa titik di Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil yang kini sering dipanggil UT, menguraikan bagaimana kiatnya membangun pembangkit listrik yang murah di kampung-kampung, dengan memanfaatkan potensi alam Fakfak.

“Kami telah siapkan program listrik murah dan air bersih untuk kampung-kampung. Untuk itu, kami membentuk tim kecil, untuk melakukan survey di beberapa lokasi di Kabupaten Fakfak. Dan kesimpulannya, untuk masalah listrik bisa diatasi dengan teknologi mikro hidro. Kami optimis, program ini akan sangat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kita, utamanya di kampung-kampung. Kami menamakan program ini dengan sebutan “Fakfak Terang” dan “Fakfak Banjir” atau Bangun Jaringan Air, ” ujar UT.

Menurut UT, dengan teknologi yang memanfaatkan potensi air dan alam Fakfak ini, maka akan tercipta listrik yang murah, serta ketersediaan air yang cukup bagi kampung-kampung di sekitar pembangkit listrik tersebut.

Ismani, pemilik rumus mikro hidro yang ikut melakukan survey menjelaskan bahwa, potensi alam Fakfak sangat memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

“Banyak yang ahli dalam teknologi mikro hidro ini. Namun saya menemukan satu rumus yang bisa memaksimalkan peran air untuk bisa membangkitkan listrik. Dengan adanya pembangkit listrik dengan teknologi mikro hidro ini, kebutuhan listrik bisa dicukupi, kebutuhan air pun bisa teratasi. Sebab program ini tidak bisa dipisahkan, antara listrik dengan air,” jelas Ismani.

Menurut Ismani, PLTMH yang ada di Werbah, Distrik Fakfak Barat, adalah skala besar. Sedangkan yang mereka tawarkan adalah skala kecil, yang berdaya 30.000 kVA hingga 200.000 kVA, tergantung air yang tersedia.

“Jika airnya besar, tentu bisa dibuat pembangkit yang menghasilkan daya hingga megawatt. Pembangkit ini, tidak menggunkan BBM sama seklai, sehingga sangat murah. Biaya awal dikisaran 400 jutaan, sudah bisa membuat pembangkit ini,” jelas Ismani. “Tidak dibutuhkan air yang besar. Cukup asal selalu ada air, dengan menerapkan rumus tersebut, air yang kecil tersebut menjadi kekuatan maksimal untuk menghasilkan listrik, sekaligus air bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dijelaskan Ismani, program pembangkit ini bisa dikerjakan secara padat karya, melibatkan masyarakat. Sehingga sejak awal, program ini menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

2

“Karena berbiaya murah, maka listrik bisa dinikmati dengan harga murah pula. Tentu ini sangat menguntungkan masyarakat. Nelayan bisa memanfaatkan untuk pembekuan ikan, juga menciptakan home industry baru,” timpal UT.

Ismani menceritakan, perihal rumus mikro hidro yang ditemukannya, pernah akan diminta oleh salah seorang petinggi parpol besar. Bukan sebuah kerjasama. Tentu saja permintaan tersebut ditolaknya. Sebab, jika dikuasai oleh orang yang kurang amanah, hanya akan jadi alat kekuasaan dan alat perekonomian. Sedangkan dirinya menginginkan, ilmu yang didapatnya, dapat dinikmati masyarakat luas.

Disinggung daerah mana yang telah mengadipsi teknologi ini, Imani menyebut bahwa teknologi ini banyak dimanfaatkan masyarakat di Kalimantan Timur.

“Yang paling banyak ada di Kalimantan Timur. Di kabupaten Berau ada. Di daerah Ganda, Sulawesi Utara. Ada juga di Kabupaten Gunung Kidul, Jawa Tengah. Bisa dilihat langsung di lokasi untuk menyaksikan, bagaimana cara kerja pembangkit tersebut, dan manfaatnya. Perusahaan pertambangan yang lokasinya ada sungai-sungai, juga memanfaatkan teknologi ini. Sebab bebas dari BBM yang harus mereka beli,” jelas Ismani.

UT juga berharap dapat memaksimalkan peran BUMD PD Mbiah Pohi, yang akan disinergikan dengan BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa. Dengan begitu, peran Mbiah Pohi bisa maksimal.

“Mbiah Pohi perlu kita dukung. Kita tempatkan putra-putra daerah terbaik, dana disupport dan bersinergi dengan BUMDES. Bila pembangkit listrik ini dipegang BUMDES, maka dana kampung akan berputar dan dinikmati masyarakat kampung,” harap UT. (iklan/wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Masjid As Sultan, diharapkan selesai sebelum bulan Ramadhan

Masjid As Sultan Di Dinas PUPR DItargetkan Selesai Sebelum Bulan Ramadhan

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Masjid As Sultan, yang saat ini sedang dalam pengerjaan, ditargetkan selesai sebelum bulan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>