Home / Headline / Tanah Di Bomberay Dan Tomage Masam, Ini Beberapa Rekomendasinya

Tanah Di Bomberay Dan Tomage Masam, Ini Beberapa Rekomendasinya

Dr. Aser Rouw, SP., M.Si., dari BPTP Provinsi Papua Barat
Dr. Aser Rouw, SP., M.Si., dari BPTP Provinsi Papua Barat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Dr. Aser Rouw, SP, M.Si. dari BPTP Provinsi Papua Barat, kepada Infofakfak.com pada Rabu (18/12), terkait Bimtek yang menyasar para petani dan penyuluh pertanian yang dilaksanakan di Bomberay sejak Senin (16/12) lalu, menyampaikan beberapa saran dan masukkan tehnis dan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak.

Dalam cacatan Aser, ada beberapa hal yang harus ditindaklanjuti bersama oleh dinas setempat bahkan pihak dari BPTP, hal utama yaitu kendala lahan masam Bomberay dan Tomage. Secara keseluruhan lahannya masam dan keracunan (Fe) itu menjadi potensial terjadi pada beberapa lahan sawah.

Untuk mengatasi tanah masam dan keracunan (Fe) ini, pihak BPTP merekomendasikan inovasi teknologi untuk mengatasi lahan masam seperti itu, yakni menggunakan varietas yang tahan masam. Penggunaan bahan organik, juga salah satu kunci keberhasilan meningkatkan produktivitas pertanian di Bomberay dan Tomage. Beberapa rekomendasi telah disampaikan kepada dinas pertanian, untuk menjadi perhatian rekomendasi di lapangan.

“Terkait irigasi, ada hal perlu dicermati oleh dinas pertanian yaitu terkait kualitas air irigasi itu sendiri. Karena kalau kualitas air irigasi itu ada kandungan (Fe) ada sulfat masam, maka itu akan mempengaruhi kualitas tanaman. Dan indikasi seperti itu, karena air-air permukaan kita terlihat warna merah, seperti kandungan (Fe) tinggi. Kalau menjadi air sumber irigasi hal itu akan berdampak besar pada tanaman kita di sana,” urai Aser.

Lebih lanjut, pada bimtek mengenai tata guna lahan dan tanah yang pertama adalah, para penyuluh yang ada di Bomberay dan Karas, menurut Aser, sudah bisa menggunakan perangkat uji tanah untuk menentukan rekomendasi pupuk secara spesifik lokasi, itu artinya rekomendasi atau penggunaan pupuk di lapangan sudah bisa berimbang, kemudian yang berikut mereka sehingga bisa mengajukan kebutuhan pupuk daerah secara tepat.

Yang kedua; penyuluh juga telah dibekali dan sudah memahami mengenai irigasi. Bagaimana menentukan jumlah kebutuhan air bagi tanaman padi, lalu bagaimana pengelolaan irigasi terkait dengan tugas dari kelompok pemakai air. Pemahaman itu kita sudah suplay kepada penyuluh dan itu dalam rangka mengantisipasi beroperasinya bendungan sumber air, yang kemungkinan akan beroperasi pada tahun 2021. (ayu)

 

Editor: Wahyu Hidayat

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Telur ikan, kemoditi laut yang banyak dicari di perairan Fakfak (foto bulelengkab.go.id)

“Mantan” Sekretaris DKP, “Perlu dibangun pos pemeriksaan dan antisipasi kapal ikan.”

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ “Mantan” Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Fakfak, Untung ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>