Home / Headline / Hasil Otopsi Simpulkan Jenazah Meninggal Karena Benturan, Bukan Tembakan

Hasil Otopsi Simpulkan Jenazah Meninggal Karena Benturan, Bukan Tembakan

Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK., M.H.
Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK., M.H. (dok IF/wah)

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Kepolisian Resor Fakfak, Papua Barat, dalam press release pada Selasa, 10 Desember 2019 pagi, menyampaikan kesimpulan dari hasil otopsi atas jenazah yang ditemukan di lokasi penggerebegan kegiatan TPNPB di Kampung Warpa, Distrik kayuni, Kabupaten Fakfak.

Jenazah berkelamin pria tersebut, ditemukan oleh pemilik kebun, Valentinus Iba,  pada 7 Desember 2019 atau seminggu pasca penggerebegan di lokasi tersebut. Posisi jenazah ditemukan telentang di tanah atau kebun, yang berjarak sekitar 300 meter dari atas. Artinya, posisi kebun di dalam jurang sedalam lebih kurang 300 meter.

Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK., M.H., menyampaikan bahwa, dari hasil otopsi pada 9 Desember 2019 yang dilakukan oleh dokter ahli forensik, dr. Mauludin, disimpulkan bahwa, jenazah meninggal karena benturan.

“Dari hasil otopsi disimpukan bahwa, jenazah meninggal karena benturan di kepala, punggung dan bahu. Luka-luka pada belakang kepala, punggung dan bahu, berpola benturan. Dan, tidak ditemukan tanda-tanda adanya luka karena tembakan,” jelas Kapolres. “Kesimpulan resmi ini, sekaligus menepis adanya isu yang beredar, yang menyebutkan jenazah tertembak. Jenazah akhirnya diketahui berinisial AH saat dilakukan otopsi,” tambah Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir, S.IK. yang mendampingi kapolres menambahkan, untuk menguatkan hasil otopsi, pihak polisi telah meminta saksi sipil untuk menyaksikan kondisi jenazah saat masih ada di TKP di Kampung Warpah, dan kondisi jenazah saat dilakukan otopsi di kamar jenazah RSUD Fakfak.

2

“Saat masih di TKP, kami tidak memeriksa isi noken, sebab kondisi jenazah sudah berbentuk kerangka, sehingga barang-barang yang ada di TKP langsung kami bawa ke RSUD Fakfak menunggu otopsi. Lalu, saat dilakukan otopsi, barulah noken tersebut kami buka. Di dalam noken ditemukan identitas korban berupa KTA atas nama Amos Herettrenggi yang lahir pada 10 Agustus 1989,” urai Munir.

Menurut Munir, penjelasan yang mudah dan bisa dilihat dengan mata telanjang, bahwa jenazah bukan meninggal karena tembakan adalah, tidak adanya muncratan darah di pakaian korban.

“Kalau ada tembakan, pasti di baju korban ada muncratan darah. Ini mudah diketahui oleh masyarakat awan sekalipun. Selain itu, saat otopsi akan ditemukan luka pada daging atau bekas peluru pada tulang. Tapi dari hasil otopsi, hal itu tidak ditemukan,” urai Munir, sambil memperlihatkan foto-foto kondisi jenazah.

Lebih jauh Munir menjelaskan, di TKP polisi meminta Kepala Distrik Kayuni dan seorang warga untuk menyaksikan kondisi jenazah dari dekat. Sedangkan saat otopsi, polisi melibatkan 3 staf RSUD, yakni Kepala Kamar Jenazah, Sahabudin, Abdul Auf Rumodar dan Aditya. Keduanya staf UGD RSUD Fakfak.

Terkait kondisi jenazah yang sudah tidak utuh dan tinggal kerangka, menurut Kapolres, hal tersebut bisa terjadi  karena kondisi alam.

“Hanya dalam waktu seminggu, kondisi jenazah sudah berupa kerangka. Dari penjelasan ahli, hal tersebut dimungkinkan karena kondisi alam. Posisi jenazah terlentang di tanah, sehingga kelembaban tanah juga mempercepat pembusukan. Namun soal kerangka, diduga karena ada unsur lain di alam, seperti bianatang. Sebab jenazah ditemukan sudah tidak utuh, seperti, Jari jemari tidak ditemukan,” jelas Kapolres.

Polisi  menyatakan terbuka, bila ada keluarga atau pihak lain yang meragukan hasil otopsi dari dokter ahli forensik.

“Silakan datang ke kami, kita diskusi dan bisa mencari pembanding,” tegas Kapolres.

Kapolres meminta masyarakat untuk tidak mudah menerima isu atau opini yang belum tentu kebenarannya. Sehingga, situasi keamanan di Kabupaten Fakfak tetap kondusif. (*)

Reporter: Ayu, Wahyu

Editor: Wahyu Hidayat

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Ribuan liter miras jenis sopi berhasil diamakan di perairan Tubir Seram, Fakfak (foto dok pol)

Diwarnai Letusan Senjata, Polisi Amankan 4.110 Liter Miras Lokal Di Perairan Tubir Seram

INFOFAKFAK.COM, Fakfak_ Tim darat dan laut Satuan Reserse Narkoba dan Satuan Polisi Perairan Polres Fakfak, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>