Home / Headline / Suami “Terong” Diduga Mengidap Sadomasokis

Suami “Terong” Diduga Mengidap Sadomasokis

Kar, saat diperiksa di Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak
Kar, saat diperiksa di Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Sat Reskrim Polres Fakfak, Papua Barat, saat ini sedang menangani dugaan kekerasan seksual seorang suami kepada istrinya. Kar (30), sang suami, sejak 1 April 2018 lalu, selalu menggunakan terong atau mentimun, bahkan tangannya, sebelum berhubungan badan yang semestinya. Tak hanya itu, Kar sering meminta WE (21), istrinya, mencarikan wanita lain, untuk melakukan hubungan badan bertiga

Sejak berperilaku menyimpang ini, WE mengaku kerap menderima kekerasan seksual dan fisik dari suaminya. Utamanya, bila dia tak menuruti permintaan suaminya dalam berhubungan badan.

Kapolres Fakfak, AKBP. Deddy Foury Millewa, S.H., S.IK., M.IK., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan, terkait dugaan kekerasan seksual tersebut.

“Kejadiannya, pada 20 Agustus lalu, kami menerima laporan tentang dugaan penyimpangan seksual, dengan menggunakan terong, mentimun atau benda lain yang diluar batas, yang dilakukan oleh suami terhadap istri. Ini merupakan penyimpangan seksual dan sudah melanggar UU 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, pasal 46 junto 44. Ancamannya maksimal 12 tahun,” jelas Kapolres.

Terhadap pelaku yang kini telah ditahan, nantinya akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

“Ini termasuk tindakan Sadomasokis, dimana untuk dapat menikmati hubungan badan, ada tindakan kekerasan terhadap pasangannya. Kadang pasangan juga menikmati. Namun karena sudah diluar batas, maka dilaporkan polisi. Nanti kejiwaannya akan kami periksa,” tambah Kapolres.

Kasus ini terbongkar, saat WE melaporkan tindak kekerasan fisik yang menimpanya. WE lapor dibantu oleh sorang wanita, yang malam itu dijadikan “partner main” bertiga.

“Kejadian terakhir, yakni pada 19 Agustus malam. Mereka main bertiga di rumah kost mereka antara Kar, WE dan sebut saja Intan. Sebelumnya, Kar dan WE sudah berhubungan dan menggunakan terong juga. Lalu Kar meminta istrinya untuk mencarikan wanita lain. Saat melakukan bertiga, WE menolak salah satu adegan, karena merasa jijik. Karena menolak, Kar menjadi emosi dan memukul WE dengan sapu,” terang Kanit PPA Reskrim Polres Fakfak, Aipda. Rizal Rusli, S.H.

Awalnya, WE lapor karena dianiaya suaminya. Namun setelah didalami, akhirnya terungkap adanya dugaan kekerasan seksual dengan menggunakan terong tersebut.

Sementara itu, Kar yang sedang diperiksa di Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak siang tadi (06/8), mengaku bahwa, tindakannya menggunakan terong atau kadang mentimun, adalah untuk merangsang dirinya.

“Iya, untuk merangsang,” jawabnya pendek.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kar sering memberikan penjelasan yang berubah-ubah. Menurut Kar, istrinya tidak merasa kesakitan dan justru menikmatinya.

“Tidak kesakitan. Tapi dia lapor polisi karena dia marah, karena saya sudah tidak suka dia lagi,” ungkap Kar.

Kar bahkan menuding istrinya pernah berselingkuh. Namun Kar juga mengakui bahwa dirinya juga berselingkuh. Bahkan, penyidik mendapati komunikasi di HP Kar, dengan seorang wanita.

Polisi kini telah menyita 2 buah terong, handbody dan sapu ijuk sebagai barang bukti. Sedangkan WE, memilih mengasingkan diri di rumah keluarganya. Kabarnya, siang tadi pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Fakfak, menemui WE untuk melakukan konseling dan pendampingan pasca trauma.

Sadomasokis, merupakan gabungan antara kata sadis dan masokis, yang bisa dikatakan sebagai bentuk penyimpangan seksual, karena kenikmatan diraih dengan cara menyakiti atau disakiti pasangan. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

AK, sesaat sebelum ditahan di rutan Fakfak oleh jaksa Kejari Fakfak

AK, PPK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Ditahan Kejari Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ AK, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pada Dinas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>