Home / Headline / Yang Tersisa Dari Kerusuhan Fakfak, TNI Polri Dituding Pakai Peluru Tajam!

Yang Tersisa Dari Kerusuhan Fakfak, TNI Polri Dituding Pakai Peluru Tajam!

Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Yatiman
Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Yatiman

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Akun Lex Wu di twitter, sontak menjadi perhatian aparat keamanan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ditengah upaya meredam konflik dan mendinginkan suasana, akun ini memposting status yang menggegerkan jagat dunia maya. Katanya, aparat menggunakan peluru tajam!

Dalam statusnya pada 24 Agustus lalu, Lex Wu menunculkan postingan “press release” yang belum diketahui keabsahannya, bahwa press release tersebut dikeluarkan oleh Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

Dalam “press release” tertanggal 23 Agustus 2019 itu, ada tujuh poin yang intinya adalah, pertama; bahwa dewan adat dan forum anti kekerasan dan rasis Kabupaten Fakfak tidak melakukan atau menginstruksikan pembakaran fasilitas umum.

Kedua, mengutuk keras dan menuding pelaku pembakaran Kantor Dewan Adat Mbaham Matta dilakukan oleh aparat TNI/Polri dan oknum aparat TNI/Polri yang berpakaian sipil, serta pemuda yang diberi minuman keras dan difasilitasi alat tajam.

Ketiga, meminta agar pemerintah pusat mencopot Dandim 1803/Fakfak dan Kapolres Fakfak atas keterlibatannya dalam skenario konflik.

Keempat, adanya keterlibatan oknum anggota TNI/Polri berpakaian sipil dalam kericuhan yang dipicu oleh aparat, yang mengorbankan masyarakat Fakfak serta penggunaan peluru tajam dalam aksi damai tersebut.

Kelima, meminta lembaga pemerhati HAM untuk melakukan investigasi, dan keenam, mendesak pemerintah pusat agar ada rekonsiliasi pasca konflik.

Terhadap tuduhan yang dikatakan sebagai press release tersebut, Dandim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Yatiman, membantah keras. Bantahan ini disampaikan Dandim melalui media di ruang kerjanya Minggu (25/8) malam.

“Kami membantah. Tidak benar apa yang disampaikan dalam postingan tersebut. Dan kami sudah mencoba menghubungi Ketua Dewan Adat, namun belum berhasil. Sedangkan pimpinan lainnya tidak berani memberikan pernyataan,” ujar dandim.

Menurut Dandim, pihaknya akan meminta klarifikasi, apakah benar bahwa pernyataan di twitter tersebut adalah press release resmi yang dikeluarkan oleh Ketua dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Sir Zet Gwasgwas, atau itu merupakan press release palsu, untuk memperkeruh suasana Kabupaten Fakfak yang sudah mulai kondusif.

Pihak Kodim 1803 Fakfak sudah berusaha menemui Sir Zet Gwasgwas, namun rumahnya dalam keadaan terkunci. Sedangkan handphonenya tidak bisa dihubungi. Sedangkan beberapa wakil ketua yang dihubungi, mengaku tidak berwenang memberikan statemen.

Disinggung soal penggunaan peluru tajam, Dandim Fakfak menyatakan bahwa adanya peluru tajam dalam magazine sudah sesuai protap Pam konflik sosial.

“Itu sudah sesuai protap Pam konflik sosial. Ada peluru hampa, peluru karet, baru kemudian peluru tajam,” jelas Dandim. “Tapi kenyataannya, tidak ada orang yang terkena peluru tajam. Kita semua tahu itu,” tambahnya.

Dandim menghimbau, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, agar kondisi Kabupaten Fakfak semakin kondusif.

Pagi (26/8) ini, pasar, perkantoran, bank, sekolah dan pusat kegiatan masyarakat lainnya, sudah mulai normal. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Kapolres Fakfak, AKBP Deddy Foury Millewa, diapit Wakapolres (kiri) dan KBO Reskrim Polres Fakfak (kanan)

6 Orang Telah Diperiksa Terkait Rusuh 21 Agustus

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Kepolisian Resor Fakfak, Papua Barat, sejak Senin (26/8) kemarin, mulai melakukan pemeriksaan terhadap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>