Home / Headline / Polemik Dokter Gigi, Bagai Buah Simalakama, Antara Praktek Ilegal Dan Kebutuhan

Polemik Dokter Gigi, Bagai Buah Simalakama, Antara Praktek Ilegal Dan Kebutuhan

drg. Lenny Guling Londong Salu
drg. Lenny Guling Londong Salu

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Nama drg. Lenny Guling Londong Salu, ASN yang melayani di Poli Gigi RSUD Fakfak dan buka praktek di Apotik Mbima, Fakfak, Papua Barat ini, beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat di grup whatsapp.

Awalnya, seseorang memposting keluhan seorang pasien yang akan meminta layanan di Poli Gigi di RSUD Fakfak. Dalam postingan dijelaskan bahwa, ketika ditanyakan di loket, pasien tidak bisa menerima pelayanan dengan menggunakan kartu BPJS, lantaran dokter tersebut merupakan dokter swasta.

Penelusuran media ini mendapati fakta bahwa, dokter gigi dimaksud adalah drg. Lenny Guling Londong Salu, seorang ASN yang sudah lama mengabdi di RSUD Fakfak dan membuka praktek di Apotik Mbima, Fakfak, Papua Barat.

Ditemui di ruang kerjanya, Drg. Lenny membenarkan bahwa pelayanannya tidak memungkinkan menerima pasien dengan kartu BPJS, karena STR atau Surat Tanda Regitrasi dan SIP atau Surat Ijin Praktek miliknya, telah kadaluarsa alias mati sejak sekira setahun lalu.

Dengan matinya STR dan SIP miliknya, maka pihak RSUD Fakfak tidak bisa mengklaim biaya pelayanan drg. Lenny kepada BPJS. Sebab, BPJS hanya menerima klaim pelayanan dari dokter yang sah dan legal, yang memiliki STR dan SIP, sebagaimana diatur oleh pemerintah.

“Memang benar STR dan SIP saya telah mati sejak setahun lalu,” kata drg. Lenny.

Ketika ditegaskan bahwa praktek tanpa STR dan SIP adalah ilegal, drg. Lenny mengaku mengerti dan paham konsekwensinya. Bahkan dirinya mengerti bahwa bila terjadi sesuatu dalam pelayanannya, bisa berakibat pidana, sebab prakteknya merupakan malpraktek.

Masalah ini sungguh bagai buah simalakama. Membiarkan drg. Lenny membuka praktek merupakan pelanggaran hukum yang terang benderang. Namun, bila menutup poli pelayanannya, tentu akan merugikan masyarakat. Sebab, drg. Lenny saat ini merupakan dokter gigi satu-satunya di Kabupaten Fakfak.

Drg. Lenny juga mengakui bahwa dirinya diminta BPJS untuk mengembalikan dana klaim pelayanannya yang dia terima dari RSUD Fakfak. Kabarnya, dana klaim yang diminta untuk dikembalikan mencapai kisaran 20 juta.

Lebih lanjut drg. Lenny meminta agar pimpinannya dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak membantu dirinya untuk mengurus STR dan SIP.

Permasalahan ini nampaknya tidak bisa diatasi dalam waktu singkat. Kursi CPNS untuk dokter gigi tak kunjung ada yang mengisi. Terakhir, drg. Hafil yang saat itu menjabat sebagai Direktur RSUD Fakfak, merupakan dokter gigi kedua selain drg. Lenny. Namun, dengan kepindahan drg. Hafil beberapa tahun lalu, maka drg. Lenny merupakan dokter gigi tunggal di Kabupaten penghasil pala ini.

Ketua IDI Kabupaten Fakfak, dr. Erry Anggraeni, MARS. tidak menyanggah bahwa STR dan SIP drg. Lenny telah mati sejak setahun lalu.

“Memang benar STR dan SIPnya sudah mati. Namun dari sisi organisasi, kami berbeda. STR itu didapat jika seorang dokter mengikuti kegiatan kedokteran seperti simposium. Jika sudah memenuhi syarat, maka STR akan diterbitkan. Selanjutnya, STR ini merupakan syarat terbitnya SIP,” terang dr. Erry.

Disinggung STR dan SIP dokter-dokter di RSUD Fakfak, dr. Erry menyampaikan bahwa, ada beberapa dokter di RSUD Fakfak, yang STRnya telah mati.

“Memang ada. Pak Direktur STRnya juga mati. Tinggal satu kali mengikuti simposium, maka syaratnya sudah lengkap. Begitu pula dengan dr. Karyani Kastela, STRnya juga sudah mati,” kata dr. Erry.

Apriyanto Pontjapu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Fakfak
Apriyanto Pontjapu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Fakfak

Sementara itu, Apriyanto Pontjapu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Fakfak, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menerima klaim, bila dokternya tidak dilengkapi dengan SIP. Sedangkan SIP bisa terbit bila ada STR.

“Iya tidak bisa diklaim, karena sesuai ketentuan regulasi Permenkes, yang bisa diklaim adalah dokter yang memiliki SIP,” jelas Apriyanto.

Apriyanto juga menegaskan bahwa, BPJS menerima semua jenis penyakit. Dengan begitu, rumah sakit tidak ada alasan menolak pasien dengan penyakit tertentu. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Massa yang mendatangi Kantor Bupati Fakfak menanyakan dana bantuan berobat

Seratusan Orang Datangi Pemda Tanyakan Bantuan Dana Berobat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Seratusan orang dari berbagai kampung, Selasa (09/4) sekira pukul 13.00 WIT, mendatangi Kantor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>