Home / Headline / Belum Ada Payung Hukum, Pemda Mungkin Belum Bisa Bantu Biaya Transport Jamaah Haji

Belum Ada Payung Hukum, Pemda Mungkin Belum Bisa Bantu Biaya Transport Jamaah Haji

Rajab Barawasi, S.Ag. Kepala Penyeleggara Haji dan Umroh Kemenag Fakfak
Rajab Barawasi, S.Ag. Kepala Penyeleggara Haji dan Umroh Kemenag Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ 79 calon jamaah haji asal Kabupaten Fakfak, yang nantinya akan berangkat menunaikann ibadah haji dari embarkasi Makassar, sebaiknya mempersiapkan biaya lebih. Hal ini terjadi, lantaran hingga hari ini belum ada kejelasan, pemerintah daerah Fakfak bisa membantu biaya tiket pesawat atau tidak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Fakfak, Rajab Barawasi, S.Ag., Selasa (2/4) pagi di kantornya.

“Beberapa waktu lalu, saat itu Pak Nasrun Elake masih menjabat sebagai Sekda Fakfak, beliau menyampaikan bahwa, belum ada payung hukum, sehingga pemda belum bisa membantu biaya transportasi bagi calon jamaah haji,” jelas Rajab.

Selain itu, ada himbauan dari Bupati Fakfak, bahwa seluruh calon jamaah haji akan dilepas dari Fakfak, sehingga mereka harus berada di Fakfak. Dengan begitu, para calon jamaah haji yang tinggal di luar Fakfak, akan merogoh kantong lebih dalam lagi, untuk transportasi dari tempat tinggal asal ke Fakfak. Menurut Rajab, calon jamaah haji asal Fakfak yang tinggal di luar Fakfak mencapai 30 orang.

Biasanya, payung hukum yang dimaksud adalah peraturan daerah atau perda. Hal ini dapat dilihat di beberapa daerah, yang telah memiliki perda untuk penyelenggaraan haji.

“Informasi yang kami terima, bantuan transportasi tersebut tidak bisa diberikan kepada perorangan. Namun diberikan kepada sebuah organisasi. Itu yang saya pahami,” terang Rajab. “Jamaah akan masuk embarkasi di Makassar tanggal 6 Juli. Berarti jamaah akan diberangkatkan dari Fakfak sebelum tanggal itu,” tambahnya.

Terkait besaran BPIH atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2019 ini, Rajab menyampaikan bahwa, besaran BPIH ialah 39.208.000 rupiah. BPIH ini akan mengcover jamaah, ketika jamaah masuk ke embarkasi hingga kembali ke embarkasi lagi. Biaya tersebut, tentu diluar biaya transportasi dari kota embarkasi dan pulangnya, serta biaya penginapan sebelum masuk embarkasi.

Dari BPIH tersebut, akan dikembalikan kepada jamaah berupa living cost atau biaya hidup selama di Arab Saudi sebesar 1500 riyal atau sekitar lima hingga enam juta rupiah. Juga, jamaah akan menerima pengembalian biya pembuatan paspor sebesar 355.000 rupiah.

 

Ilustrasi ibadah haji di Mekah
Ilustrasi ibadah haji di Mekah

Jamaah dari luar Fakfak akan habis tahun 2027

Disinggung soal banyaknya calon jamaah haji yang berasal dari luar Fakfak, Rajab membenarkan bahwa hal tersebut memang ada.

“Keberadaan calon jamah haji yang berasal dari luar Fakfak, akan terus ada dan diperkirakan habis pada tahun 2027 mendatang. Hal tersebut terjadi disebabkan aturan yang berlaku saat itu. Namun untuk saat ini, calon jamaah haji harus ber-KTP Fakfak. Sehingga, tahun 2027 nanti adalah jamaah murni dari Fakfak,” pungkas Rajab, yang juga Ketua PD Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Fakfak ini. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Dandim 1803/Fakfak dan Kapolres Fakfak

Dandim Akan Bertindak Sesuai UU, Kapolres Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Mengantisipasi perkembangan situasi Narasi Ekstrimisme dan Radikalisme di Kabupaten Fakfak, terkait situasi yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>