Home / Fakfak News / Ekonomi / Menhub Benarkan Adanya Kucuran Dana Pusat Untuk Pembangunan Bandara Di Papua Dan Papua Barat

Menhub Benarkan Adanya Kucuran Dana Pusat Untuk Pembangunan Bandara Di Papua Dan Papua Barat

Suasana Ramah Tamah dan Jamuan Makan Malam Peringatan HPN 2019 di Grahadi, Surabaya
Suasana Ramah Tamah dan Jamuan Makan Malam Peringatan HPN 2019 di Grahadi, Surabaya

INFOFAKFAK.COM, SURABAYA_ Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membenarkan adanya kucuran dana untuk pembangunan bandara di Papua dan Papua Barat. Budi Karya menjelaskan hal ini, ketika diwawancarai wartawan pada acara Ramah Tamah dan Jamuan Makan Malam dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, malam kemarin  (8/2).

“Kita akan mobilisasikan Tahun 2019, baik itu tahap pengucuran anggaran maupun tahap pelaksanaan pekerjaan proyek. Seluruhnya 210 miliar,” ujar Budi Karya.

Menurut Menhub, dana tersebut akan dialokasikan untuk satu bandara di Nabire, Papua, dan tiga bandara di Papua Barat, termasuk bandara di Kampung Siboru, Kabupaten Fakfak.

Sebelumnya, pada Senin (4/2) lalu, Kementerian Perhubungan menggelar “Deklarasi KM Doro Londa”, untuk komitmen pengembangan tol laut. Dari deklarasi yang disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional Tol Laut “Melanjutkan Konektivitas, Membuka Jalur Logistik dan Menekan Disparitas Harga” di Aula KM Doro Londa, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini, lahir enam poin, yang secara umum menegaskan untuk menguatkan komitmen dari pengembangan tol laut di Indonesia.

Enam poin “Deklarasi KM Doro Londa” ialah, pertama, segera melakukan digitalisasi sistem dan proses pengangkutan laut sehingga lebih efektif, efisien dan transparan.

Kedua, perlu adanya peningkatan sosialisasi keberadaan program tol laut dengan metode yang lebih kreatif dan inovatif, kepada seluruh pemangku kepentingan terutama di daerah-daerah jalur tol laut

Ketiga, merasa perlu memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas pelayanan jasa pelabuhan dan pengurangan tarif bongkar muat kargo di pelabuhan.

Keempat, mengharapkan untuk dilakukan pemetaan ulang dan lanjutan dari konsep tol laut ke depan, dengan melibatkan semua pihak, termasuk pihak swasta dan pemerintah daerah yang dilalui tol laut.

Kelima, meminta agar pelaksanaan sistem tol laut memperhatikan dan mengikutsertakan pelayaran rakyat yang sudah ada lebih dulu. Sehingga mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari simpul tol laut.

Keenam, Mengharapkan konsistensi dan keberlajutan dengan pengembangan transportasi laut di Indonesia sehingga memberikan kepastian usaha di sektor angkutan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa, pihaknya akan menyerahkan 100 kapal untuk mendukung tol laut.

“Pada awalnya kita hadirkan cuma dua kapal, tetapi tahun ini kita menyerahkan 100 kapal dengan pembagian 50 unit kapal untuk BUMN dan 50 unit diberikan pada swassta,” ujar Budi Karya Sumadi.

Menhub berharap, program tol laut bisa menekan disparitas harga di daerah-daerah, termasuk Papua. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Leo Fajar Kristono, Pemimpin Cabang BRI Fakfak menyerahkan dana CSR 350 juta kepada Dandim 1803/Fakfak

BRI Salurkan CSR 350 Juta Untuk Rehab 10 Rumah Veteran Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ BRI Cabang Fakfak, Kamis (10/10) pagi tadi, menyerahkan bantuan CSR atau Corporate Social ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>