Home / Headline / Ayo, Lestarikan Daerah Tabungan Ikan Di Fakfak

Ayo, Lestarikan Daerah Tabungan Ikan Di Fakfak

Nur Ismu Hidayat (tengah) mempresentasikan potensi kelautan Fakfak
Nur Ismu Hidayat (tengah) mempresentasikan potensi kelautan Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ 70.000 hektar daerah tabungan ikan yang masuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Teluk Berau yang berlokasi di Distrik Kokas dan Arguni, serta di Teluk Nusalasi Van Den Bosch yang berlokasi di Distrik Karas, diharapkan menjadi daerah yang bersih dari “kenakalan” tangan manusia, agar benar-benar menjadi tabungan ikan bagi warga Fakfak. Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi yang membahas isu-isu lingkungan di Fakfak, antara Conservatioan International Indonesia (CII) dan wartawan Fakfak, Rabu (20/2) kemarin.

“Daerah tabungan ikan ini terdapat di beberapa titik, dengan luas 70.000 hektar. Daerah tersebut, merupakan tempat dimana ikan-ikan berkumpul. Daerah ini harus mendapat perhatian kita, agar tetap lestari. Jika area tabungan ikan ini rusak, maka sumber ikan akan habis dan tentu ini merugikan,” ujar Nur Ismu Hidayat, pimpinann CII Fakfak. “Sebaliknya, jika daerah tabungan ikan ini terjaga, maka potensi Ikan komersial, seperti, ikan kerapu, ikan kakap, ikan pelagis, kepiting bakau dan ikan terbang akan tetap tinggi,” lanjutnya.

Dari diskusi yang diselenggarakan di kantor CII Fakfak tersebut terungkap, Laut Fakfak merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan karang dan lebih dari 450 spesies karang. Dan, Teluk Nusalasi di selatan Fakfak, memiliki keragaman karang tertinggi, dengan lebih dari 280 spesies per luas terumbu karang. Peneliti bahkan mencatat terdapat hingga 30 spesies karang baru di teluk tersebut.

Sayangnya, dibandingkan dengan Kabupaten Kaimana yang kaya ikan, Fakfak telah terkena dampak penangkapan ikan berlebihan. Untuk itulah, Conservatioan International Indonesia (CII), mendukung keberlanjutan potensi perikanan ini dan melestarikan megafauna beserta keunikannya.

Diharapkan, 350.000 hektar kawasan korservasi taman pesisir di Fakfak yang meliputi perairan Kokas, Bintuni dan Karas, dapat terlindungi dan bermanfaat bagi sekitar 83.000 warga Fakfak yang bergantung pada sumber daya laut ini.

Survei yang dilakukan Gerry Allen dan Mark Erdmann pada rentang waktu 2007 hingga 2016, menemukan beberapa spesies endemik baru dari pesisir Fakfak, termasuk di daerah Kokas di mulut Teluk Bintuni.

Survei biofisika dan sosio-ekonomi terbaru yang dilakukan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menemukan sembilan spesies ikan berpotensi baru di kawasan konservasi kabupaten tersebut. Sebanyak 6 spesies ditemukan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Berau dan 3 di Teluk Nusalasi Van Den Bosch.

Sembilan spesies ikan tersebut yaitu Choeroichthys new species (Syngnathidae)/pipefish, Pomacentrus new species (Pomacentridae), Amblyeleotris new species (Gobiidae), Eviota new species (Gobiidae)/coral dwarf-goby, Chrysiptera species (Pomacentridae), Halichoeres species (Labridae), Trichonotus species (Trichonotidae)/sanddivers, Ecsenius species (Blennidae), Myersina species (Gobiidae).

Jadi, mulai saat ini, mari kita jaga laut kita, dengan memperbaiki perilaku kita yang bisa merusak potensi kelautan kita. Membuang sampah, utamanya sampah plastik secara sembarangan, dapat merusak ekosistem laut. Pembangunan daerah yang kurang memperhatikan alam, juga bisa merusak potensi laut. Bukankah konservasi dimaksudkan agar pembangunan dan kelestarian alam dapat berjalan berdampingan? (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Ayam yang tak dilengkapai Health Certificate, dimusnahkan dalam incenerator

Kantor Karantina Fakfak Musnahkan Hewan Tanpa Dokumen

INFOFAKFAK.COM, TOREA_ Kantor Karantina Fakfak, Jumat (15/03) pagi tadi, memusnahkan hewan yang dimasukkan ke Fakfak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>