Home / Headline / Miliki Dokumentasi Pepera, Bingung Harus Diserahkan Siapa

Miliki Dokumentasi Pepera, Bingung Harus Diserahkan Siapa

Rajab Leasa, pemilik dokumentasi bersejarah, peristiwa Pepera
Rajab Leasa, pemilik dokumentasi bersejarah, peristiwa Pepera

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Rajab Leasa, pensiunan pegawai Departemen Penerangan Kabupaten Fakfak (saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika), mengaku bingung, lantaran dokumentasi foto peristiwa penting, yakni Pepera atau Penentuan Pendapat Rakyat yang terjadi pada 1969 lalu, tak tahu harus diserahkan kepada siapa.

“Saya memiliki banyak foto yang terkait langsung dengan peristiwa Pepera, sebab saat itu saya sebagai juru foto yang ditugaskan oleh kantor saya. Selain foto, saya juga memiliki klise atau negatif filmnya. Selama ini masih tersimpan baik, dan sebenarnya saya ingin menyerahkan dokumentasi bersejarah ini, tetapi harus kepada pihak yang tepat,” ujar Rajab.

Rajab tidak ingin, dokumentasi bersejarah tersebut diberikan kepada pihak yang tidak tepat dan tak bisa merawatnya, sehingga bukti sejarah tersebut akan hilang atau rusak.

Komandan Kodim 1706/Fakfak, Lekol Inf. Yatiman, A.Md. ketika dihubungi media ini menyarankan agar dokumentasi tersebut diserahkan kepada Pemda atau Kodim.

“Itu dokumentasi yang sangat penting, sebab merekam peristiwa bersejarah. Untuk itu, saya sarankan diserahkan ke pemerintah daerah saja. Atau bisa menghubungi intel Kodim Fakfak,” saran Dandim.

Dijelaskan Rajab, bahwa saat peristiwa Pepera tersebut, dirinya bertugas sendirian. Sedangkan video saat itu belum ada.

“Saya yang ambil gambarnya sekaligus yang memproses hingga menjadi foto. Memang ada beberapa foto yang ketika itu, dikirim ke Jakarta. Namun apakah dokumentasi tersebut masih ada atau sudah musnah, saya belum tahu. Jika yang di Jakarta tidak ada, berarti dokumentasi yang saya miliki, merupakan dokumentasi satu-satunya,” ujar Rajab.

Dalam dokumentasi tersebut, terekam banyak peristiwa. Salah satunya peristiwa kedatangan tim ortisan dari luar negeri, serta suasana sidang saat itu. Sayangnya, satu peristiwa lain, yakni tertangkapnya seseorang yang membawa granat dan berhasil diamankan aparat saat itu, tidak terdokumentasikan.

Atas saran dari beberapa pihak, saat ini foto-foto tersebut telah digandakan secara digital, agar tidak mudah hilang atau rusak.

Dikutip dari wikipedia, Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera sendiri, merupakan referendum yang diadakan pada tahun 1969 di Papua Barat, yang untuk menentukan status daerah bagian barat Pulau Papua  antara milik Belanda atau Indonesia. Pemilihan suara ini menanyakan, apakah sisa populasi mau bergabung dengan Republik Indonesia atau merdeka. Para wakil yang dipilih dari populasi dengan suara bulat memilih persatuan dengan Indonesia dan hasilnya diterima oleh PBB, meskipun validitas suara telah ditantang dalam retrospeksi. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BP Indonesia dan KPNI

BP Tandatangani Perjanjian Dengan Komite Paralimpik Nasional Indonesia

INFOFAKFAK.COM, SURAKARTA_ BP Indonesia, kemarin (28/02) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (KPNI) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>