Home / Fakfak News / Ekonomi / Diresmikan Bupati Fakfak, Rimbun Air Justru Belum Layani Fakfak

Diresmikan Bupati Fakfak, Rimbun Air Justru Belum Layani Fakfak

Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas meresmikan pengoperasian pesawat perintik milik Rimbun Air
Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas meresmikan pengoperasian pesawat perintik milik Rimbun Air

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si., Senin (08/10) pagi,  meresmikan pengoperasian pesawat twin otter DHC6 Seri  400 keluaran pabrik De Havilland Canada, di Bandara Torea Fakfak. Pesawat ini, merupakan satu dari tiga pesawat yang dioperasikan oleh Rimbun Air. Uniknya, meski diresmikan di Fakfak, pesawat bermesin PT6A-34/35 dari Pratt & Whitney Canada ini, justru belum beroperasi di Fakfak.

Dalam sambutannya, Mohammad Uswanas menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya, karena pengusaha asli Fakfak dapat mengoperasikan pesawat terbang yang melayani masyarakat Papua dan Papua Barat.

Dimulai dengan ritual adat, Bupati lantas meresmikan pengoperasian pesawat bergambar burung kakak tua tersebut, dengan memecahkan kendi di moncong pesawat dan dilanjutkan dengan menempelkan stiker nama pesawat, yakni “Bomberay”. Infonya, dua pesawat lain diberi nama “Kokas” dan “Karas”. Ketiga nama tersebut merupakan nama-nama distrik atau kecamatan di Kabupaten Fakfak.

 “Saat ini kami memiliki tiga pesawat, dan nama pesawat kami, semuanya dinamai khusus nama daerah-daerah di Kabupaten Fakfak,” Ujar Kapten Roy Yulius Rumuat, mewakili Direktur Utama Rimbun Air, Jeff Winata.

Menurut Roy, pihaknya menargetkan memiliki 10 unit pesawat sejenis untuk melayani masyarakat Papua dan Papua Barat.

“Untuk saat ini, tiga pesawat kami masih melayani Nabire, Timika dan Merauke,” tambah Roy.

 Dikutip dari detiknews, pesawat kecil keluaran pabrik De Havilland Canada ini dikenal handal untuk mendarat di bandara-bandara kecil di wilayah pelosok Indonesia.

Angka 6 dari DHC6, menunjukkan seri ke-6 dari rumpun pesawat kecil yang dibuat pabrikan, sedangkan nama Twin Otter merujuk pada 2 buah mesin turbopropeler yang dicangkokkan pada sayap yang menggantung di atas badan pesawatnya.

Selain itu, Pesawat pesawat perintis ini memiliki panjang 15,77 meter dan lebar sayap 19,8 meter,  mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 340 km/jam atau 210 mph dengan jarak penerbangan terjauh 1.690 km dan daya ketinggian 26.700 kaki.

DHC6 seri 400 juga dilengkapi peralatan elektronik dalam pesawat yang lebih maju dan bahan pesawat dari komposit yang lebih ringan.

Selain Bupati Fakfak, hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Fakfak, Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Kasdim 1706/Fakfak, Direktur Utama Rimbun Air, pimpinan OPD, serta  undangan lainnya. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara BP dengan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk alokasi 40 kursi penumpang tetap

BP Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dengan Garuda Indonesia

INFOFAKFAK.COM, NUSA DUA_ Perusahaan minyak dan gas, BP, pada Kamis (30/8) lalu, menandatangani perjanjian kerja ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>