Home / Headline / Kitong Bisa Learning Center Fakfak, Membangun Pendidikan Indonesia Dari Papua

Kitong Bisa Learning Center Fakfak, Membangun Pendidikan Indonesia Dari Papua

Suasana Adora's Class di Kampung Adora
Suasana Adora’s Class di Kampung Adora

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Pendidikan adalah senjata terkuat yang dapat mengubah dunia, demikian rangkaian kata bijak yang lahir dari buah pikiran dari seorang sosok hebat dunia, Nelson Mandela.

Hal ini pula yang melandasi seorang putra Papua, Billy Mambrasar, untuk membentuk dan mengembangkan sebuah pusat pendidikan kewirausahaan berbasis bahasa Inggris di berbagai wilayah Papua dan Papua Barat, bernama Kitong Bisa Learning Center (KBLC).

Awal didirikan kurang lebih 9 tahun lalu, KBLC perdana beroperasi di Pulau Yapen, daerah asal Billy. Bertujuan mengenalkan dan meningkatkan intuisi wirausaha dengan bahasa Inggris bagi anak-anak negeri di wilayah perkampungan di Papua dan Papua Barat.

Pengajaran bahasa Inggris yang diterapkan disesuaikan dengan kurikulum KBLC yaitu: RESPECT yang merupakan nilai dasar wirausaha yang dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu Baby Shark Class untuk siswa usia pra sekolah, PAUD dan TK, kemudian untuk siswa SD ada White Horse Class (kelas 1-3 SD) dan Evangelion Class (kelas 4-6 SD), sementara untuk siswa usia SMP dan SMA tersedia Cenderawasih Class.

KBLC telah beroperasi di berbagai kabupaten di Papua dan Papua Barat, diantaranya Merauke, Jayapura, dan kini di kabupaten kita tercinta, Fakfak. KBLC akan juga segera dioperasikan di Biak,  Sorong dan Raja Ampat.

“KBLC Fakfak telah melaksanakan opening class (kelas perdana) pada tanggal 15 September 2018 lalu di Kampung Adora, Teluk Patipi. Siswa KBLC Fakfak mencapai kurang lebih 150 orang, meliputi anak-anak di Kampung Adora, Us, Degen, Tetar, Ovi, Timar dan sekitarnya, “ ujar Sakeos Iha, M.Pd. selaku Leader KBLC Fakfak.

Saat opening class dilaksanakan, sang CEO sekaligus pendiri KBLC: Billy Mambrasar turut hadir dan langsung berkomunikasi dan memberikan motivasi bagi para siswa, ditengah kesibukan mengikuti perkuliahan masternya di Oxford University, Inggris.

Menurut Sakeos Iha, M.Pd., saat ini jumlah volunteer atau relawan serta pengurus KBLC Fakfak mencapai 20 orang yang telah melalui proses seleksi. Para volunteer ini datang dari latar belakang yang berbeda, dimana ada yang berprofesi sebagai PNS, Dosen, dan mayoritas adalah mahasiswa yang kesemuanya disatukan oleh keinginan memberikan kontribusi terbaik bagi tanah Papua, khususnya Kota Pala tercinta.

Mendatang, KBLC Fakfak juga akan membuka pusat belajar di berbagai tempat di wilayah Fakfak. Berbagai program juga tengah digodok, diantaranya, bagaimana mengembangkan sektor pariwisata sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan dalam format program Volunteerism.

“Even you can make a change (Andapun bisa membuat perubahan, red),” ujar Deisya Alhamid, yang menangani Bidang Kurikulum dan Pengajaran.

Even you can make a change merupakan jargon KBLC. Bukan sekedar perubahan besar namun hanya bertahan sementara, melainkan perubahan yang walaupun kecil namun bisa berjalan terus ke arah perbaikan generasi muda Papua dan Papua Barat.

Tnetu saja, dukungan dari berbagai pihak terkait, sangat diharapkan demi impian bersama membangun Indonesia dari tanah Papua.

 

Reporter : Zakaria Ir

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Palang Kampus "Air Merah" Politeknik Negeri Fakfak akhirnya dibuka

Setelah 24 Hari, Akhirnya Palang Kampus “Air Merah” Politeknik Negeri Fakfak Dibuka

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Semua pihak akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, pemalangan Politeknik Negeri Fakfak atau Polinef ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>