Home / Headline / Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Ancam Perang, Pemda Akan Kirim Surat Protes

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Ancam Perang, Pemda Akan Kirim Surat Protes

Suasana aksi dengan latar belakang pintu ruang sidang paripurna yang dipalang massa
Suasana aksi dengan latar belakang pintu ruang sidang paripurna yang dipalang massa

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Sirzet Gwas Gwas, mengancam akan perang, jika masalah tanah adat tidak menemukan solusi. Pernyataan keras Sirzet yang selama ini santun, berawal dari dipasangnya patok atau tanda batas yang bertuliskan “batas tanah adat Suku Irarutu Kabupaten Teluk Bintuni”. Tanda batas ini sendiri, dipasang pada Jumat (27/7) di Kampung Mitimber.

Kegeraman Sirzet makin bertambah, tatkala dirinya bersama puluhan warga Selasa (31/7) siang tadi,  mendatangi ruang sidang paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Fakfak, namun tak satupun anggota DPRD hadir. Beberapa saat kemudian, barulah satu anggota DPRD yakni Abdul Karim Woretma hadir.  Akibatnya, dua pintu ruang sidang paripurna dipalang oleh massa menggunakan kayu.

“Hal ini masalah emergency bagi masyarakat Mhaham Matta, sebab ini masalah tanah. Orang Mbaham Matta harus datang dan bersatu. Tindakan terakhir adalah perang, jika tidak ada solusi lainnya,” tegas Sirzet.

Sirzet juga meminta agar pemerintah daerah aktif menjaga tanah adatnya. Dengan kata lain, Pemda harus hadir dalam masalah ini.

“Kejadian ini sudah terjadi pada Jumat lalu, namun hingga hari ini belum ada kejelasan solusi dari pemerintah daerah,” kata Sirzet. “Saya begitu menerima informasi ini langsung pulang dari Jakarta dan Minggu sudah ada di Bomberay. Baru jam 5 sore, Kepala Distrik Bomberay datang,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Fakfak, H. Nasrun P Elake menegaskan bahwa, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah.

“Bahkan hari ini, di Bomberay sedang terjadi pertemuan membahas hal ini. Masalah ini akan kami pantau dan laporkan kepada Bupati. Nantinya, kami akan mengirim surat protes kepada Pemerintah Kabupaten Bintuni, sebab kami menganggap hal ini telah mengesampingkan etika pemerintahan,” jelas Nasrun.

Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.T.P. yang mendampingi Sekda di ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional, yang bersebelahan dengan Kantor DPRD Kabupaten Fakfak, memberikan apresiasi atas aksi masyarakat.

“Aksi yang dilakukan masyarakat ini merupakan hal yang positif. Mereka juga mewakili kekuatiran kami atas masalah tanah adat ini.” Kata Ali Baham.

Menurut Ali Baham, masalah tanah adat merupakan masalah mendasar, seperti masalah makan.

“Di Manokwari beberapa waktu lalu dibicarakan masalah ini. Kemendagri sudah mengklarifikasi, bahwa batas pemerintahan sudah jelas. Untuk perbatasan dengan Kabupaten Bintuni, ada di Distrik Tomage. Begitu pula dengan Kabupaten Kaimana,  ada di Distrik Karas. Otomastis klaim ini gugur,” ujar Ali Baham.

Ali Baham menambahkan, “Kalau soal klaim mengklaim, Fakfak juga bisa melakukan. Untuk itu, antar masyarakat adat harus segera bertemu, dan Pemda akan memfasilitasi,”

Di ujung aksi, Sirset menegaskan bahwa pihaknya akan naik menuju Kampung Mitimber dan mencabut tanda batas yang dipasang sepihak tersebut.

“Kami akan naik dan cabut patok itu. Untuk itu, kami ingin agar kami bisa naik bersama pemerintah dan anggota DPRD, serta dikawal oleh aparat keamanan, baik dari Polres maupun Kodim Fakfak,” kata Sirzet.

Usai aksi, masyarakat kembali ke Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, menunggu koordinasi untuk mencabut patok di Kampung Mitimber. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Suasana pertemuan membahas pencaplokan tanah adat pada Selasa (31/7) malam

Ternyata, Pematokan Batas Tanah Adat Secara Sepihak Sudah Kali Keempat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Pemerintah Kabupaten Fakfak siap melayangkan gugatan hukum, jika masalah pencaplokan dan klaim sepihak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>