Home / Headline / Gandeng LIPI, MUI Papua Barat Akan Teliti Sejarah Islam Di Papua Barat

Gandeng LIPI, MUI Papua Barat Akan Teliti Sejarah Islam Di Papua Barat

Ketua dan Sekretaris MUI Kabupaten Fakfak, Drs. Mohammadon Dg Husein, M.Pd. dan Aslan B Mabubessy
Ketua dan Sekretaris MUI Kabupaten Fakfak, Drs. Mohammadon Dg Husein, M.Pd. dan Aslan B Mabubessy

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Ketua dan pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Provinsi Papua Barat, beserta pengurus serta Komisi Litbang MUI Pusat yang dipimpin Dr. Ridha Salamah, besok sabtu (14/7) dijadwalkan tiba di Fakfak. Kehadiran rombongan MUI tersebut, dalam rangka monitoring dan evaluasi, serta mengunjungi beberapa situs Islam bersejarah di Fakfak, antara lain Masjid Patimburak.

“Rencananya kunjungan ini berlangsung selama empat hari. Dalam kunjungan ini, selain agenda rutin berupa monitoring dan evaluasi, juga akan mengunjungi situs Islam bersejarah dan bertemu beberapa tokoh sejarah Islam,  serta akan dibicarakan rencana seminar nasional tentang sejarah Islam di Papua Barat atau bahkan di Papua,” terang Ketua MUI Kabupaten Fakfak, Drs. Mohammadon Dg Husein, M.Pd. “Informasi yang kami terima, penelitian tersebut akan melibatkan LIPI,” sambungnya.

Mohammadon atau Pak Don, lebih jauh menerangkan bahwa, untuk rencana seminar nasional sejarah Islam di Papua, akan dibicarakan dengan Bupati Fakfak. Sebab, dalam kajian MUI Papua Barat, Fakfak merupakan daerah yang direkomendasikan sebagai lokasi penyelenggaraan seminar tersebut, selain Kabupaten Raja Ampat yang kabarnya, mereka sudah bersedia menjadi tuan rumah seminar nasional, yang diharapkan menjadi rujukan sejarah masuknya Islam di tanah Papua tersebut.

Dalam rapat persiapan kunjungan yang dibahas pada Rabu (11/7) lalu, pengurus MUI Kabupaten Fakfak sangat berharap, agar Pemerintah Kabupaten Fakfak mengambil peran aktif dalam masalah seminar tersebut.

“Kami berharap, Pemda Fakfak berperak aktif dan bersedia menjadi tuan rumah bagi seminar tersebut. Sebab Fakfak merupakan kota tua yang memiliki sejarah dalam penyebaran Islam di Papua,” harap H. Ibrahim Uswanas, pembina MUI Kabupaten Fakfak.

Meski jadwal seminar masih akan dibicarakan, namun MUI Kabupaten Fakfak sudah berancang-ancang menjadi tuan rumah yang baik, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari sisi hasil seminar itu sendiri.

Rencananya, MUI Kabupaten Fakfak akan membentuk tim pendahulu untuk seminar tersebut. Tim ini akan merumuskan penelusuran sejarah masuknya Islam ke Papua, langsung dari sumbernya, yakni di Kesultanan Tidore.

“Selain itu, agar seminar ini memiliki kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan, maka peserta seminar akan dipilih. Mereka yang memiliki pengetahuan sejarah Islam di Papua akan diundang, termasuk akademisi dan intelektual,” ujar Pak Don.

Sebagaimana kita paham, bahwa sejarah adalah sangat penting, maka pelurusan sejarah Islam di Papua ini akan didokumentasikan secara lengkap dan dipublikasikan hingga jenjang internasional, termasuk dibukukan. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Penghijauan Lembah Furia, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Program Penanaman 1111 Pohon di Lembah Furia sebagai Rangkaian Kegiatan Hari Lingkungan di Kota Jayapura

Jayapura_ Pada Jumat, 29 Juni 2018, PLN bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>