Home / Headline / Proyek Tangguh Train 3: Hingga Kini Telah Pekerjakan 1.000 Orang Asli Papua

Proyek Tangguh Train 3: Hingga Kini Telah Pekerjakan 1.000 Orang Asli Papua

Pekerjaan di area pengeboran minyak (ilustrasi)
Pekerjaan di area pengeboran minyak (ilustrasi)

Sorong_ SKK Migas wilayah Papua dan Maluku bersama dengan BP Indonesia, Kamis (28/6) lalu, menggelar acara ramah tamah dengan insan media di Kota Sorong. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dengan para jurnalis, sekaligus juga sebagai ajang untuk memberikan beberapa update terkait proyek Tangguh Train 3, serta kaitannya dengan ketenagakerjaan lokal.

Pekerjaan konstruksi untuk proyek Tangguh Train 3 telah dimulai sejak bulan April tahun 2017. Proyek strategis nasional hulu migas ini, diharapkan dapat selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu, A. Rinto Pudyantoro membenarkan bahwa sebagai institusi pemerintah, SKK Migas adalah kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat, yang telah diberikan mandat untuk memastikan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

Salah satu aspek terpenting dalam proyek ini adalah, keterlibatan masyarakat asli Papua sebagai tenaga kerja. Dalam kesempatan temu media di Manokwari pada tanggal 23 Februari 2018 lalu, Dinas Tenaga Kerja provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa, terdapat sekitar 3.000 kesempatan kerja bagi masyarakat asli Papua selama masa konstruksi Tangguh Train 3.

“Saat ini, lebih dari 1.000 orang asli Papua yang berasal dari kampung-kampung sekitar Tangguh LNG, Kabupaten Sorong, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fakfak, telah dipekerjakan untuk proyek Tangguh Train 3.” pungkas Rinto.

Sesuai dengan prinsip-prinsip perekrutan proyek Tangguh Train 3 yang telah disetujui pemerintah, bahwa proses rekrutmen di tingkat kabupaten, hanya dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja setempat. Hal ini tentu saja dilakukan dengan koordinasi bersama SKK Migas dan Tangguh LNG.

“Masih banyak kesempatan bagi masyarakat asli Papua untuk dapat bekerja di proyek Tangguh Train 3.  Oleh karena itu, kami berharap dukungan penuh dinas tenaga kerja, baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi, dalam menjalankan proses perekrutan ini, agar masyarakat asli Papua sesuai dengan prioritas yang telah diatur di dalam UU No. 21 tahun 2001 mengenai Otonomi Khusus dan AMDAL proyek Tangguh Train 3, dapat terus menikmati manfaat dari kehadiran industri migas di Papua Barat.” tambahnya.

Komunikasi mengenai proses rekrutmen ini akan terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami, bahwa prosedur rekrutmen dijalankan sesuai dengan aturan. Selain itu, masyarakat juga butuh pemahaman yang baik, agar terhindar dari kesalahpahaman, termasuk anggapan bahwa untuk bekerja di Proyek Tangguh Train 3, ada pungutan biaya dan pendaftarannya harus melalui SKK Migas. Anggapan ini tidak benar. Tidak ada pungutan biaya untuk mendaftar di Proyek Tangguh Train 3 dan pendaftarannya dilaksanakan melalui Dinas Tenaga Kerja. (bp/wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Training of Trainer Local Tourism Guide mengundang partisipasi kita. Ayo!

Pelatihan Kewirausahaan Pariwisata Untuk Meningkatkan Penghasilan Di Sektor Pariwisata

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Pelatihan Inklusi Digital untuk Kewirausahaan lokal di Sektor Pariwisata di wilayah Papua Barat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>