Home / Headline / Sidang Praperadilan: 3 Saksi Kejaksaan Dimentahkan Penasehat Hukum Frederik Iba

Sidang Praperadilan: 3 Saksi Kejaksaan Dimentahkan Penasehat Hukum Frederik Iba

2 orang saksi pihak termohon dihadirkan dalam sidang permohonan praperadilan di PN Fakfak siang tadi
2 orang saksi pihak termohon dihadirkan dalam sidang permohonan praperadilan di PN Fakfak siang tadi

Fakfak_ Sidang permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dan penahanan Frederik Iba, yang dimohon oleh kuasa hukum Frederik Iba, Achmad Junaedy, SH. MH., siang tadi (8/5) menghadirkan 3 orang saksi, yang dihadirkan oleh pihak termohon atau Kejaksaan Negeri Fakfak.

Ketiga saksi yang dihadirkan oleh termohon yang diwakili 3 jaksa, yakni Kasi Pidsus, Kasi Intel dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Fakfak, antara lain, Rico Letsoin, Yosep Kabes dan Yohana Hindom.

Dalam persidangan, Kasi Pidsus Kejari Fakfak, Bagir, SH. menyampaikan bahwa, ketiga saksi ini hampir sama, yakni pernah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Papua Barat senila 9,5 milyar, yang disangkakan kepada mantan Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Bangsa, yang membidani STIKIP Nuu War, Fakfak.

Kepada 2 saksi pihak termohon, yakni Rico Letsoin dan Yosep Kabes, kuasa hukum pemohon, Achmad Junaedy, SH. MH. menanyakan, apakah saksi tahu proses penahanan Frederik Iba. Baik Rico Letsoin maupun Josep Kabes, memberikan keterangan bahwa dirinya tidak mengetahui proses penahanan.

“Saya tahu penahanan tersebut dari kejaksaan, sebab saya juga meliput berita itu,” ujar Rico, yang merupakan wartawan sebuah koran harian di Sorong.

Mendapat jawaban tersebut, Junaedy menegaskan bahwa saksi tidak melihat langsung proses penahanan Frederik Iba, sehingga tak seharusnya dihadirkan dalam persidangan.

“Keterangan saksi tidak relevan dengan sidang permohonan praperadilan yang kami ajukan. Keterangan saksi hanya sesuai jika diberikan pada saat pemeriksaan pokok masalah di pengadilan nanti,” tepis Junaedi.

Mendapati keterangan saksinya dimentahkan, termohon mengajukan keberatan kepada hakim tunggal, Irvino, SH.  Ruang sidang sempat sedikit gaduh, karena masing-masing pihak tetap pada sikapnya. Sehingga hakim mendamaikan dan memberikan solusi, keberatan dari kuasa hukum, sebaiknya disampaikan pada kesimpulan nanti.

Giliran Ketua STIKIP Nuu War, Yoana Dina Hindom diajukan sebagai saksi termohon, hakim sempat menanyakan keterangan apa yang akan disampaikan saksi. Dan, Bagir menyampaikan bahwa saksi Yoana Dina Hindom akan menyampaikan hal yang hampir sama dengan keterangan saksi Rico dan Yosep.

Mendapati jawaban termohon seperti itu, saat hakim memberikan kesempatan kepada kuasa hukum Frederik Iba, Achmad Junaedy, SH. MH. memilih tidak bertanya, sebab jawabannya dianggap tidak relevan dengan sidang tersebut.

Rencananya, sidang yang didaftarkan pada 24 April ini, akan dilanjutkan kembali Rabu (09/5) besok. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Koruptor sering diilustrasikan sebagai tikus. Kasihan si tikus

Kontraktor SDN Urat, Menantu Mantan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ditahan Polisi

Fakfak_ Direktur CV. Makmur Jaya, MK, kontraktor pembangunan rumah guru di SD Negeri Urat, telah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>