Home / Headline / Marka Jalan Nasional Disoal, Satker Belum Bereaksi

Marka Jalan Nasional Disoal, Satker Belum Bereaksi

Fakfak_ Josep Kabes, Bidang Auditor Keselamatan Jalan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak, menyesalkan pihak Satuan Kerja Pelaksana Jalan Wilayah V Kabupaten Fakfak atau Satker dan rekanannya, tidak berkoordinasi dalam pengecatan marka jalan, ruas jalan Fakfak-Kokas dan Fakfak-Bomberay, yang memiliki panjang lebih dari 100 km.

Menurut Yosep, pemasangan rambu dan marka jalan harus berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak.

“Tidak semudah itu dalam memasang rambu dan marka jalan. Ada aturannya. Jika aturan ini ditabrak, kemungkinan terjadinya kecelakaan akan lebih besar,” terang Yosep sembari menyebut UU Nomor 22 Tahun 2009 sebagai dasar kewenangan terkait marka jalan. “Pemasangan marka jalan adalah hak konstitusional Kementerian Perhubungan,’ tambahnya.

Wellem F. Go, pimpinan PT Sari Wagom Indah Fakfak, kepada wartawan beberapa waktu lalu menegaskan bahwa, pihaknya hanya mengikuti arahan dan perintah pemilik proyek, dalam hal ini Satker Fakfak, dan bukan Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak.

“Jadi kalau pihak Dinas Perhubungan merasa ada masalah, koordinasi dengan Satker. Bukan kepada kami, sebab kami mengerjakan pekerjaan dari Satker, dan Satker sudah menganggap pekerjaan kami tidak ada masalah,” ucap Wellem F. Go.

Beberapa media yang mengangkat isu ini, masih belum mendapatkan informasi dari Satker Fakfak. Namun nampaknya, pihak Satker berusaha mendekati wartawan melalui seorang wartawan yang dekat dengan Satker.

“Saya sudah minta waktu untuk konfirmasi masalah ini kepada Sekretaris Satker, Ibu Nelly, tapi belum ketemu,” ujar Surahman, wartawan Inews TV.

Jika kita perhatikan, pengecatan marka jalan berupa garis putih pemisah jalan di ruas jalan Fakfak-Kokas dan Fakfak-Bomberay, mungkin termasuk garis putih tanpa putus terpanjang di dunia. Seharusnya, dengan adanya garis putih tanpa putus di sepanjang ruas jalan itu, maka kendaraan dilarang melewati garis tersebut, alias tidak boleh menyalip. Apalagi, lebar jalan tersebut, tidak lebar. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Foto bersama pejabat SKK Migas, Kontraktor KKS, narasumber dan peserta Media Gathering

Kegiatan Hulu Migas Menciptakan Multiplier Effect Bagi Perkembangan Daerah

Ambon_ Kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di suatu daerah, tidak hanya memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>