Home / Headline / Sampah Di Laut Menghambat Tugas Wartawan

Sampah Di Laut Menghambat Tugas Wartawan

Nahkoda KCT 1308, Kapten Arfan Idrus bersama seorang ABK.
Nahkoda KCT 1308, Kapten Arfan Idrus bersama seorang ABK.

Fakfak_ Tak banyak yang tahu jika Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, harus terjun ke laut, menyelam dan menarik karung serta sampah lain yang menghambat laju semburan “jet” kapal milik BP, KCT 1308.

Ya, kapal berkapasitas 20 penumpang yang mampu melaju hingga 30 knot/mil itu, berhenti di laut dan terombang-ambing cukup lama, lantaran sampah-sampah yang mengambang di laut, masuk dan menghambat filter “jet” kapal. Saat itu, kapal baru yang diperbantukan BP ini, sedang perjalanan kembali dari mengikuti kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, ke Distrik Fakfak Timur pada Jumat (24/3) lalu.

Nahkoda KCT 1308, Arfan Idrus menjelaskan bahwa, sampah di laut berpotensi mengganggu pelayaran.

“Sampah yang tersedot dan masuk ke saringan, bisa menghambat laju semburan air yang mendorong kapal. Akibatnya, kapal melambat dan mesin harus dimatikan untuk membersihkan sampah sampah tersebut. Ke mesin memang tidak mengganggu, namun perjalanan jadi terhambat,” jelas Arfan.

Komandan Kodim 1706/Fakfak, Letkol Inf. Catur Adi Siswoyo, S.IP. yang juga berada dalam kapal tersebut, mengaku mual ketika kapal berhenti dan terombang-ambing di laut.

“Saya mual juga. Makanya, masalah sampah di laut ini harus menjadi perhatian kita semua. Harus ada tanggungjawab individu untuk menjaga kebersihan laut kita,” kata Dandim.

Sebelumnya, perjalanan kapal yang memiliki alat navigasi dan keselamatan yang lengkap itu, juga terhambat saat memasuki perairan dekat lokasi Susi melakukan panen rumput laut. Sampah beberapa kali memasuk saringan “jet” kapal.

Akibatnya, dua wartawan yang menumpang kapal yang masih baru tersebut, terlambat tiba di lokasi kegiatan menteri.

“Kami tiba, kegiatan sudah hampir selesai. Ya akhirnya kami tidak turun. Kami tinggal di kapal saja sambil pantau kegiatan dari teropong,” ujar Budi, reporter RRI Fakfak.

Masalah sampah di laut, sempat disampaikan Susi, saat di pasar Ikan di Tajung Wagom. Menurut Susi, sampah-sampah yang terbuang ke laut, bisa mengganggu ekosistim hayati laut, dan bisa berdampak pada pendapatan nelayan, serta resiko lainnya. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas meresmikan pengoperasian pesawat perintik milik Rimbun Air

Diresmikan Bupati Fakfak, Rimbun Air Justru Belum Layani Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si., Senin (08/10) pagi,  meresmikan pengoperasian pesawat twin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>