Home / Headline / Polisi sesalkan Laporan Intelejen Dan Foto Korban Tersebar Di Medsos

Polisi sesalkan Laporan Intelejen Dan Foto Korban Tersebar Di Medsos

Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir
Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir

Fakfak_ Laporan intelejen atau LI serta beberapa foto korban pembunuhan, Maria Sudiana Anggrianto, yang seharusnya menjadi laporan internal kepolisian, secara vulgar beredar di facebook.  Hal ini sangat disesalkan Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir.

“Seharusnya laporan itu tidak untuk konsumsi umum. Kami sangat prihatin dengan beredarnya LI dan foto-foto korban tersebut. Sebab, dengan demikian masyarakat umum akan tergiring dalam satu opini yang seharusnya, informasi itu untuk bahan penyelidikan kami. Padahal, informasi itu masih harus kami dalami,” ujar Munir.

Beredarnya LI dan foto korban, di era kini, memang cukup sulit dibendung. Media sosial dengan segala kemudahannya, dengan mudah mentransfer berbagai informasi dengan cepat dan mudah, tanpa batas wilayah.

Disinggung perkembangan penyelidikan, Kasat Reskrim yang ditemui wartawan Sabtu (3/3) kemarin menyampaikan, pihaknya terus menggali informasi dari saksi-saksi.

“Hari ini kami masih akan meminta keterangan saksi lagi. Siang nanti juga akan dilakukan olah TKP ulang. Selain itu, rencananya kami akan mengambil sampel DNA dari para keluarga korban,” terang Munir.

Sebenarnya, pihak kepolisian ingin melakukan autopsi korban yang jasadnya ditemukan pada Jumat (2/3) lalu di rumahnya tersebut. Namun diakui Munir, pihak keluarga keberatan dengan maksud kepolisian tersebut.

“Kami sebenarnya berharap untuk bisa melakukan autopsi korban ke Makassar. Autopsi ini dimaksudkan untuk mengungkap berbagai hal yang diperlukan. Memang harus di Makassar, karena disana tersedia ahli dan peralatan lengkap. Kami tidak bisa mendatangkan ahli dan peralatannya ke Fakfak. Namun, pihak keluarga keberatan,” lanjut Munir.

Dalam beberapa artikel mengenai pembunuhan, autopsi memang sangat diperlukan untuk mengungkap banyak hal. Dalam pembunuhan yang menggunakan benda tajam, dengan autopsi akan bisa ditentukan dari mana benda tajam masuk dan berakhir, apakah korban ditebas atau digorok, dan lain-lain. Tanpa hal ini, polisi mengalami kendala besar untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan.

Sementara itu, informasinya korban akan dimakamkan Minggu (4/3) pagi ini. Saat ini, korban masih disemayamkan di pastoran Santo Yosep, Fakfak.

Kepada para pelayat yang hadir tadi malam, salah seorang kerabat korban menyampaikan terima kasih kepada pelayat yang telah hadir dan kepada pihak pastoran Santo Yosep, Fakfak. Dan pihak keluarga sangat berharap, agar kasus ini segera terungkap dan pelakunya ditangkap. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Jenazah korban, Sudiana, ketika akan dibawa ke RSUD Fakfak.

Besok, TSK Dan BB Kasus Pembunuhan Sudiana Dilimpahkan Ke Jaksa

Fakfak_ 5 orang tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Sudiana, Rabu besok (30/5) akan dilimpahkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>