Home / Headline / Dibidik, Ustadz Fadzlan Enggan Berpolemik

Dibidik, Ustadz Fadzlan Enggan Berpolemik

Ustadz Fadzlan Garamatan saat tablik akbar di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak
Ustadz Fadzlan Garamatan saat tablik akbar di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak

Fakfak_ Ustadz Fadzlan Garamatan, seorang ustadz asli Fakfak, Papua Barat, akhir-akhir ini menjadi perhatian nasional. Video ceramahnya yang viral di media sosial, rupanya memunculkan rasa tidak senang sekelompok orang, karena dianggap menghina orang Papua, memfitnah misionaris dan merendahkan martabat orang Papua. Bahkan beredar meme dengan judul gerakan tangkap Ustadz Fadzlan Garamatan.

Ustadz Fadzlan Garamatan yang ditemui media ini disela-sela tablik akbar bersama Syaikh Khaleed al Hamoudy pada Sabtu (25/3) lalu, hanya tersenyum ketika dimintai komentarnya, atas informasi bahwa dirinya akan dilaporkan ke Polda Papua.

Di depan masyarakat muslim yang hadir di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak malam itu, Ustadz Fadzlan Garamatan ternyata juga tidak menyinggung masalah tersebut. Ustadz Fadzlan Garamatan dengan tenangnya, justru menyampaikan terima kasih kepada umat Islam yang telah mempercayakan putra-putrinya, bersekolah melalui AFKN.

“Dengan pendidikan, menimba penegetahuan, maka kehidupan masyarakat akan terangkat. Saat ini, AFKN sedang menyekolahkan beberapa putra putri Papua ke pendidikan penerbangan. Mereka nantinya akan menjadi pilot. AFKN juga membina anak-anak kita masuk ke akademi kepolisian dan akademi milter,” ujar Ustadz Fadzlan Garamatan.

Ustadz Fadzlan Garamatan melanjutkan, saat ini AFKN, dengan Pondok Pesantren Nu Waar-nya yang luas, mendidik ratusan anak Papua, untuk dididik menjadi penghafal-penghafal Al Qur’an.

“Nantinya, kita berharap agar mereka menjadi imam-imam di masjid-masjid di seluruh tanah Nu Waar (Papua), bahkan di seluruh Indonesia. Merekalah yang akan melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, agar kita tahu kebenaran,” ujar Ustadz yang terkenal dengan sebutan ustadz sabun ini.

Nampaknya, Ustadz Fadzlan Garamatan ingin, agar orang yang berseberangan saat ini, berpikir logis, apakah mungkin orang Papua seperti dirinya, yang mengedepankan pendidikan untuk anak-anak Papua, dituding menghina dan merendahkan orang Papua? (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Tim Kementerian Perhubungan di lokasi titik-titik runway Bandara Siboru

Usai Survei Titik Runway, Ijin Pembangunan Bandara Siboru Segera Turun

Fakfak_ Lima orang dari Kementerian Perhubungan, Jumat (26/5) sore, mengunjungi lokasi rencana pembangunan Bandara Siboru ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>