Home / Headline / Penampungan Pasir Dipolice Line, 1 Kapal Diamankan

Penampungan Pasir Dipolice Line, 1 Kapal Diamankan

Tim Terpadu Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Eksploitasi Penambangan Pasir Laut melakukan razia
Tim Terpadu Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Eksploitasi Penambangan Pasir Laut melakukan razia

Fakfak_ Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si., mengeluarkan Instruksi Bupati nomor 545/782/Bup/2018 tentang Larangan Kegiatan Eksploitasi Penambangan Pasir Laut serta Mengangkut dan Menampung Hasil Penambangan Pasir Laut di Kabupaten Fakfak. Instruksi ini, mulai berlaku sejak 27 Maret 2018.

Untuk menindaklanjuti instruksi ini, Tim Terpadu Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Eksploitasi Penambangan Pasir Laut yang anggotanya terdiri atas beberapa OPD, Polres Fakfak, Kodim 1706 Fakfak, Pos TNI AL Fakfak hingga Lurah ini, melakukan razia penambangan dan penimbunan pasir laut.

Tim melakukan razia di semua tempat penampungan pasir laut, bahkan tim langsung menahan 1 unit kapal pengangkut pasir laut, yang kedapatan tengah menurunkan muatannya di salah satu lokasi penampungan pasir laut.

Kepala Dinas Perisdustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak, Husein Bay menjelaskan bahwa, penambangan pasir laut sangat berdampak pada ekosistim hayati laut dan merugikan masyarakat.

“Jelas masyarakat dan daerah dirugikan. Mereka menyedot pasir laut, sehingga merusak ekosistim laut. Untuk itu, sesuai instruksi bupati, kegiatan tersebut harus dihentikan,” ujar Husen Bay.

Senada dengan itu, KBO Reskrim Polres Fakfak Ipda. Slamet Eko R, SH. mengatakan, “Kami akan memproses hukum masalah ini, jika memang terdapat pelanggaran hukum,”

Dari razia yang dilakukan tim ini, berhasil disita alat-alat yang dipergunakan untuk bisnis pasir, serta 1 unit kapal pengangkut pasir laut. Selain memasang pita garis polisi atau poline line di tempat-tempat penampungan pasir laut, petugas juga meminta agar tidak ada aktivitas bisnis pasir laut lagi.

Banyak pihak berharap, agar pelarangan menambang pasir laut ini bukan merupakan kegiatan “panas-panas tahi ayam”. Seluruh pihak, serta aparat keamanan juga harus berkomitmen menjaga keutuhan ekosistim hayati laut. Sebab bukan rahasia lagi, bahwa penambangan pasir laut merupakan bisnis basah dan manis, bagi banyak pihak.

Sebelumnya, masalah penambangan pasir laut ini menjadi perhatian utama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat melakukan kunjungan kerja pada Jumat (23/3) lalu. Susi bahkan sempat menangis, tatkala melihat koral-koral yang rusak sebagai akibat ikut tersedot mesin penambang pasir laut. Bahkan, masalah ini menjadi topik hangat di beberapa media nasional. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Alumni, dewan guru dan OSIS SMK Yapis Fakfak, usai menyerahkan bingkisan Ramadhan di Pesantren Hidayatulloh Fakfak

Ikatan Alumni SMEA/SMK Yapis Berbagi Berkah Ramadhan

Fakfak_ Ikatan Alumni SMEA/SMK YAPIS Fakfak bersama OSIS SMK YAPIS Fakfak, Selasa (29/5) lalu,  melaksanakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>