Home / Headline / Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sudiana Dikawal Ketat

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sudiana Dikawal Ketat

Nel menjalani rekonstruksi dalam kawalan ketat aparat
Nel menjalani rekonstruksi dalam kawalan ketat aparat

Fakfak_ Ratusan, atau mungkin lebih dari seribu orang, menyaksikan jalannya rekonstruksi kasus pembunuhan Maria Sudiana Anggrianto, yang digelar Rabu (14/3) pagi tadi. Masyarakat bahkan sudah hadir di lokasi rekonstruksi yang juga TKP kasus tersebut, beberapa jam sebelum tim Reskrim Polres Fakfak, Papua Barat, membawa Nel, tersangka eksekutor dengan pengawalan ketat.

 

Caci maki dan hujatan menyambut Nel, sejak tiba di lokasi rekonstruksi. Masyarakat marah berat kepada pria berusia 22 tahun asal Sorong tersebut, yang dengan sadis membunuh Sudiana pada Selasa, 27 Pebruari 2018 lalu. Bahkan, Sudiana yang hidup sendiri dan belum menikah ini, digorok lehernya hingga kepalanya putus dari badannya.

 

Dengan pengawalan ketat, Nel menjalani reka ulang perbuatnnya. Nel memulai reka ulang dengan adegan dia menerima telepon dari seseorang. Lantaran saat itu dia berada di tempat biliyar dan suara musik yang keras, Nel menjauh dari tempat biliyar dan melanjutkan pembicaraan telepon tersebut. Inilah komunikasi yang diakui Nel pada awal dulu, sebagai komunikasi antara dirinya dengan seseorang dari Jakarta, yang menanyakan kapan dirinya melaksanakan eksekusi. Berawal dari komunikasi inilah, akhirnya Nel melaksanakan eksekusi malam itu.

 

Sayangnya, polisi melarang wartawan mendekati area rekonstruksi, sehingga adegan lainnya luput dari pantauan media.

 

“Minta tolong, ya, teman-teman wartawan untuk berada di luar garis polisi. Ini permintaan kejaksaan, agar rekonstruksi ini berjalan pure,” pinta Kasat Reskrim, AKP. Misbachul Munir kepada beberapa wartawan yang terlanjur masuk area rekonstruksi.

 

Lain wartawan, lain pula dengan rombongan Bupati Fakfak. Rombongan ini bisa masuk dan mendekati lokasi rekonstruksi. Seorang wartawan yang mencoba “menyusup” dalam rombongan bupati, akhirnya “kandas” dan keluar lagi.

 

Untuk masalah ini, Munir menyampaikan bahwa, rombongan Bupati juga tidak masuk dalam lokasi adegan.

 

“Hanya sampai di garasi saja. Kami memang mengijinkan beliau masuk, karena beliau sebagai pengampu wilayah. Jadi yang masuk area adegan hanya polisi dan jaksa. Kami berusaha menghadirkan suasana yang baik, agar jaksa dapat melihat langsung apa yang dilakukan oleh Nel,” jelas Munir.

 

Ketatnya pengamanan pada rekonstruksi ini, juga berlaku terhadap masyarakat yang menyaksikan peristiwa ini. Bahkan, polisi dengan tegas melarang masyarakat menggunakan handphone untuk memfoto apalagi merekam peristiwa tersebut.

 

Merasa tak mungkin mendapatkan moment bagus lagi, wartawan memilih keluar dari lokasi rekonstraksi dan pulang. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Kepala Satpol PP, Arif Rumagesan (Doc. IF)

Diisukan Menerima “Uang Panas” Miras, Kasat Pol PP Akan Razia Miras

Fakfak_ Kepala Satpol PP Kabupaten Fakfak, Arif Rumagesan, geram. Pasalnya, dirinya diisukan menerima uang suap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>