Home / Headline / Sinergi Pengelolaan Tenaga Kerja Proyek “Objek Vital Nasional (OBVITNAS)” – Tangguh Train 3

Sinergi Pengelolaan Tenaga Kerja Proyek “Objek Vital Nasional (OBVITNAS)” – Tangguh Train 3

Penjelasan pihak terkait, seputar rekrutmen tenaga kerja Obvitnas Tangguh Train 3
Penjelasan pihak terkait, seputar rekrutmen tenaga kerja Obvitnas Tangguh Train 3

Manokwari_ Pekerjaan konstruksi untuk proyek OBVITNAS Tangguh Train 3, telah dimulai sejak bulan April tahun 2017 lalu. Diharapkan, OBVITNAS hulu migas ini dapat selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu, A. Rinto Pudyantoro membenarkan bahwa, sebagai institusi pemerintah, SKK Migas adalah kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, yang telah diberikan mandat untuk memastikan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

Sebagai salah satu OBVITNAS di kawasan Indonesia Timur, pembangunan proyek Tangguh Train 3 diperkirakan memerlukan lebih dari 7.000 pekerja kontrak waktu tertentu. Sekitar 30% dari kebutuhan tenaga kerja tersebut, diprioritaskan untuk tenaga kerja asal Papua.

Menyadari hal tersebut, maka dibutuhkan sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Daerah, SKK Migas dan BP. Sinergi jelas dibutuhkan pula dalam hal pengelolaan ketenagakerjaan, untuk memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan Tangguh Train 3, untuk seluruh tingkatan, baik tenaga kerja unskilled, skilled sampai dengan manajerial.

“Seperti yang terjadi hari ini (20/2), Kami SKK Migas dan kontraktor BP serta subkontraktor Tangguh Train 3, dan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten serta Kota, melakukan dialog ketenagakerjaan bersama pemangku kepentingan dari pemerintahan propinsi, kabupaten dan kota, yang membidangi ketenagakerjaan. Kami terus membangun komunikasi untuk bersinergi dan memastikan agar BP, selaku operator dibawah pengawasan SKK Migas, tetap tunduk pada Undang-Undang dan aturan serta pedoman ketenagakerjaan yang berlaku dengan batasan kewenangan yang dilimpahkan,” ujar Rinto.

Terkait proses sinergi ketenagakerjaan, SKK Migas selalu melakukan pendekatan komunikasi terbuka, tentunya bersama-sama kontraktor (BP) dan sub kontraktor proyek Tangguh Train 3 lainnya, langsung bersama kementerian ketenagakerjaan pusat, dalam hal ini diwakili oleh dinas tenaga kerja (Disnaker) propinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kami sangat berharap agar nantinya, kewenangan yang dimiliki oleh Disnaker dapat menjembatani sinergi yang diharapkan oleh masyarakat asli, dalam hal ikut berkontribusi membangun tanah Papua,” imbuh Rinto.

Sementara itu, Pascalina Yamlean, Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat yang hadir dalam acara dialog mengatakan, “Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat, secara berkesinambungan telah menerapkan standar alur dan aturan penerimaan ketenagakerjaan yang dapat diimplementasikan oleh Disnaker tingkat kabupaten dan kota, tujuannya agar dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dan membantu proses administrasi perekrutan yang transparan.”

Budy Hermawan, selaku Tangguh Expansion Project & Tangguh Sustainability Projects Manager menambahkan, “Peranan penting dinas tenaga kerja provinsi, kabupaten dan kota sebagai wadah awal penerimaan laporan dan lamaran pekerjaan dari para calon tenaga kerja untuk proyek Tangguh Train 3, sangat dirasakan menjadi bagian terpenting pada tercapainya tenggat waktu projek OBVITNAS, terutama dalam upaya menunjukkan keseriusan BP dalam mewujudkan komitmentnya, agar kebutuhan pekerja kontrak waktu tertentu, dapat sebesar-besarnya dipenuhi oleh masyarakat asli sekitar Tangguh LNG, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, serta wilayah Papua lain,”

“Pembagian kewenangan perekrutan untuk mendapatkan nama-nama para calon tenaga kerja, dimulai dari koordinasi pihak ketiga BP yaitu konsorsium CSTS (Chiyoda, Saipem, Tripatra dan Suluh Ardhi Engineering) dengan dinas ketenagakerjaan kabupaten dan berjenjang hingga propinsi, untuk pemenuhan calon pekerja kontrak waktu tertentu, dan naker pusat untuk kebutuhan tenaga kerja profesional tersertifikasi berkeahlian khusus migas tertentu. CSTS diberi tanggung jawab oleh BP, untuk rekrutmen pekerja pada kegiatan onshore, PT Saipem Indonesia untuk rekrutmen pekerja pada kegiatan offshore dan PT Ensco untuk rekrutmen kegiatan pengeboran,” terang Budy lagi.

“Kami dalam dialog ini, akan berupaya terus mensinergikan tercapainya penyerapan tenaga kerja untuk penduduk asli dari 62 kampung di sekitar lokasi Tangguh LNG. Dimana proses rekrutmen juga sudah dimulai melalui Kepala Kampung dan Kepala Distrik, hal itu didasari dari permintaan kebutuhan calon tenaga kerja oleh pihak pihak ketiga BP. Sedangkan untuk rekrutmen di luar 62 kampung tersebut  akan dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fakfak, Kota Sorong, Kabupaten Manokwari dan kemudian daerah lainnya di Papua Barat.  Subkontraktor akan menginformasikan kebutuhan tenaga kerjanya kepada Disnaker setempat,” ujar Pascalina Yamlean, Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat.

Sebagai penutup, Rinto berpesan dan berharap, dengan adanya penjelasan dari semua pihak, maka masyarakat dapat memahami bahwa prosedur rekrutment dijalankan sesuai aturan. Penjelasan ini diberikan untuk menghindari adanya kesalahpahaman, termasuk anggapan bahwa untuk bekerja di Proyek Tangguh Train 3, ada pungutan biaya dan pendaftarannya harus melalui SKK Migas. Anggapan ini tidak benar. Tidak ada pungutan biaya untuk mendaftar di Proyek Tangguh Train 3 dan pendaftarannya dilaksanakan melalui Dinas Tenaga Kerja. (BP, wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas meresmikan pengoperasian pesawat perintik milik Rimbun Air

Diresmikan Bupati Fakfak, Rimbun Air Justru Belum Layani Fakfak

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si., Senin (08/10) pagi,  meresmikan pengoperasian pesawat twin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>