Home / Headline / Tuntut Dana Pendidikan, Mahasiswa “geruduk” Gedung Dewan

Tuntut Dana Pendidikan, Mahasiswa “geruduk” Gedung Dewan

Mahasiswa gabungan menuntut dana pendidikan di gedung DPRD Fakfak.
Mahasiswa gabungan menuntut dana pendidikan di gedung DPRD Fakfak.

Fakfak_ Sekitar 50 mahasiswa gabungan dari beberapa kota studi, seperti Jayapura, Manokwari dan kota studi lainnya, Selasa (9/1) siang tadi, menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Fakfak. Para mahasiswa yang berkumpul di Pasar Thumburuni ini, menuntut dana pendidikan yang selama ini menurut mereka, tidak sampai di tangan mahasiswa. Dari Pasar Thumburuni, mereka berjalan kaki menuju gedung dewan yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Setiba di depan gedung dewan, mahasiswa melanjutkan aksi dan orasinya. Mereka meminta agar pimpinan dan anggota DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan, menemui mereka.

Akibatnya, para undangan, jajaran OPD dan anggota DPRD Fakfak, keluar ruang sidang. Padahal, saat itu Wakil Bupati Fakfak, Abraham Sopaheluwakan, tengah membacakan jawaban atau penjelasan Bupati Fakfak terhadap laporan pendapat badan anggaran dewan dan komisi komisi DPRD Fakfak.

Mahasiswa sempat mengejar rombongan undangan dan beberapa kepala dinas yang keluar dari pintu samping kanan gedung dewan. Mahasiswa menyangka, mereka adalah anggota DPRD yang berusaha kabur menghindari mereka. Untunglah, emosi mahasiswa ini bisa diredam.

Emosi mahasiswa kembali tersulut karena pagar depan tak kunjung dibuka. Beberapa orang diantaranya berteriak dan menggoyang-goyang pagar. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan aparat keamanan dan Satpol PP yang mempertahankan pagar depan.

“Kami hanya ingin menemui anggota dewan, bukan aparat keamanan,” teriak orator yang diikuti para mahasiswa.

Sayangnya, dari tiga pimpinan DPRD, hanya dua Wakil ketua DPRD yakni Samaun Hegemur dan Semuel Hegemur dan beberapa anggota DPRD yang menemui mahasiswa. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Siti R Hegemur, memilih berdiam di dalam ruang sidang. Sementara itu,  perwakilan kepala dinas pendidikan, ditolak mahasiswa. Mahasiswa menilai, perwakilan kepala dinas pendidikan, tidak berkompeten.

“Kami tidak bisa menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan saat ini, karena sedang keluar daerah. Untuk itu, mari kita bicara di dalam ruang sidang saja,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Samaun Hegemur, bereaksi atas tuntutan mahasiswa yang ngotot agar dewan menghadirkan kepala dinas pendidikan.

Dari pengakuan mahasiswa, mereka selama ini tidak menerima bantuan pendidikan. Bahkan beberapa mahasiswa mengaku memanfaatkan bantuan dana pendidikan dari kabupaten lain. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Suasana bakti sosial di Panti Asuhan Al Husna, malang

IPMAFA-Malang Gelar Baksos Di Panti Asuhan

Malang_ Ikatan Pelajar Mahasiswa Fakfak di Malang, Jawa Timur, atau yang dikenal dengan IPMAFA-Malang, Minggu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>