Home / Headline / Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan

Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan

Jenazah Fandi tiba di ruang jenazah RSUD Fakfak
Jenazah Fandi tiba di ruang jenazah RSUD Fakfak

Fakfak_ Setelah sekitar 40 jam tertimbun material longsoran setinggi 20 meter sejak Rabu (10/1) siang lalu, Jumat (12/1) dini hari sekira pukul 00.36 WIT, akhirnya jasad Epifanius Nakung, ditemukan. Tim penyelamat menemukan jasad Fandi, sapaan Epifanius, terhimpit body ekskavator yang dioperasikannya.

Evakuasi korban ini mendapat kendala cukup besar, sebab posisi ekskavator dan korban, berada di kedalaman sekitar 6 meter dari lokasi material lonsoran yang berhasil dibongkar oleh 4 ekskavator yang dikerahkan.  Bahkan, “tangan” ekskavator harus dipergunakan secara maksimal agar dapat menjangkau posisi korban. Tim penyelamat harus menggergaji body ekskavator agar jasad Fandi bisa dikeluarkan.

Posisi korban sebenarnya sudah diketahui sejak sore, setelah 4 ekskavator membongkar dan membuat jalan serta lobang terfokus ke posisi bangkai body ekskavator dan korban yang terhimpit. Namun karena material longsoran adalan batu-batu besar “khas Fakfak”, evakuasi baru bisa berhasil setelah tim bekerja berjam-jam kemudian.

Duka mendalam terpancar jelas dari raut wajah istri dan keluarga Fandi yang menunggu proses evakuasi. Tangis pecah ketika jasad Fandi berhasil diangkat dari lobang galian menuju ambulan yang selalu siaga sejak hari pertama.

Fandi meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung usia 4 bulan anak kedua mereka, dan seorang anak berusia 4 tahun.

Edo, yang mengaku masih keluarga korban mengaku belum mengetahui rencana keluarga, apakah korban akan dimakamkan di Fakfak. sebab informasi sebelumnya, korban akan dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Longo, Desa Pongleko, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Tengah, Flores.

“Saya belum tahu, tapi informasinya memang begitu. Jenazah akan dimakamkan di tanah kelahirannya. Kita lihat saja besok, “ kata Edo.

Musibah bergesernya tebing di Bandara Torea Fakfak sepanjang 250 meter ini, mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat Fakfak. Bahkan malam tadi, ratusan orang dengan sabar menunggu proses penggalian dan evakuasi korban. Mereka bahkan turut mengantar jenazah hingga ruang jenazah RSUD Fakfak.

Kegigihan para operator alat berat juga luar biasa. Mereka secara bergantian bekerja hampir 24 jam. Tekadnya hanya satu, temukan korban dan segera melakukan pembesihan landasan pacu.

Saat ini, material longsoran harus segera dibersihkan dari pinggir landasan. Sebab pinggir landasan atau yang disebut dengan runway end safety are (RESA) harus bersih dari benda apapun yang berpotensi mengganggu penerbangan. Setidak-tidaknya, sisi kanan dan kiri landasan pacu sejauh 90 meter, atau dua kali lebar landasan, harus bersih tanpa hambatan. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu

Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?

Fakfak_ Memasuki hari ketiga pasca musibah tebing bergeser dan longsor pada Rabu (10/1) lalu di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>