Home / Headline / Duka Di Bandara Torea, 1 Pekerja Tertimbun Longsoran Belum Ditemukan

Duka Di Bandara Torea, 1 Pekerja Tertimbun Longsoran Belum Ditemukan

3 ekskavator dikerahkan untuk menggali timbunan material longsoran
3 ekskavator dikerahkan untuk menggali timbunan material longsoran

Fakfak_ Tebing sepanjang sekitar 250 meter yang berada di ujung landasan Bandara Torea sebelah timur, Rabu (10/01) sekira pukul 09:00 WIT tadi, tiba-tiba bergerak ke arah landasan dan terjadi longsoran besar. Akibatnya, 1 orang pekerja atau operator ekskavator hilang, dan 2 ekskavator tertimbun material longsoran yang terdiri atas batu-batu ukuran besar dan tanah. Sedangkan 1 ekskavator dan 1 bulldozer tertimbun setengah badan.

Epifanius Nakung yang biasa disapa Fandi, berusia 30 tahun, berasal dari Desa Pongleko, Kampung longgo, Kec. Ruteng, Kabupaten Manggari Tengah, Flores NTT, hingga sore ini belum berhasil ditemukan, meski 3 ekskavator dikerahkan membongkar timbunan batu dan tanah. Kabarnya, Fandi memiliki seorang anak berusia 3 tahun, dan kini istrinya tengah mengandung anak keduanya 4 bulan.

Hingga berita ini di-upload, pembongkaran timbunan longsoran, baru menampakkan sedikit bagian dari body ekskavator yang tertimbun. Sedangkan korban tertimbun dan 1 ekskavator lagi, belum ditemukan.

Kepala Bandara Torea, Khalik Ginuni menjelaskan, batu dan tanah yang bergerak, posisi awalnya berada cukup jauh dari landasan pacu.

“Posisi awalnya sekitar 50 meter dari posisi longsoran saat ini. Jadi, tebing ini bergeser dan terjadi longsoran, yang menyebabkan 1 orang pekerja belum ditemukan. Korban diperkirakan masih tertimbun material longsoran,” jelas Khalik.

Lebih lanjut Khalik menjelaskan, saat peristiwa terjadi, para pekerja sedang melakukan penggalian material batu dan tanah, untuk penimbunan pekerjaan penambahan landasan pacu sepanjang 150 meter di ujung landasan bagian timur.

“Beberapa tahun lalu, dibagian atas tebing itu, pernah diledakkan dengan dinamit. Tanahnya dibor sedalam 13 meter, lalu dimasukkan dinamit dan diledakkan. Tujuannya, mempermudah pengambilan materialnya yang terdiri atas batu-batu. Mungkin dari ledakan itu, timbul retakan-retakan di dalam tanah, yang berakibat tanah bergeser saat ini,” jelas Kepala Bandara asli Fakfak ini.

Sementara itu, Rudi Rahakbauw, salah satu operator alat berat yang selamat menjelaskan, peristiwa itu terjadi dengan sangat tiba-tiba.

“Saya pegang bulldozer dan tiba-tiba terdengar suara keras, lalu saya lari. Kami saat itu tiga orang sedang bekerja. Dua teman saya sebagai operator ekskavator. Saya lihat salah seorang teman saya, Danu, juga keluar. Namun Fandi yang sedang pegang breaker, mungkin  tidak mendengar suara keras tersebut, sebab suara breaker sendiri juga keras,” kata Rudi.

Saat musibah terjadi, sebuah pesawat wings air yang akan bertolak menuju Sorong, sedang bergerak keluar apron menuju ujung landasan pacu bagian timur. Untunglah, pilot mengetahui kejadian tersebut, dan melakukan pengereman mendadak. Akhirnya, pesawat putar balik masuk apron kembali. Sedangkan penumpang langsung diturunkan.

Samaun Dahlan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Fakfak, salah satu penumpang dalam pesawat tersebut menuturkan, pesawat berhenti mendadak dan berbalik.

“Penumpang sempat kaget karena direm mendadak. Akhirnya kami mencari tahu. Saat melihat keluar jendela pesawat, terlihat asap tebal di ujung landasan yang akan kami datangi. Selanjutnya penumpang diminta turun dari pesawat, dan penerbangan dibatalkan,” terang Samaun.

Terkait jadwal penerbangan, Khalik Ginuni belum bisa memastikan sampai kapan penerbangan dari dan ke Bandara Torea Fakfak dihentikan.

“Masih melihat situasi di lapangan. Jika korban sudah ditemukan, barulah longsoran yang kemungkinan bisa mengganggu landasan bisa dibersihkan, maka penerbangan bisa dilanjutkan. Tapi kami belum memastikan hingga berapa hari. Tentu kami berharap, agar jadwal penerbangan segera bisa dilakukan,” kata Khalik.

Hingga sore ini, masyarakat mulai mendatangi bandara dan bahkan masuk landasan. Pihak bandara belum bisa berbuat banyak untuk membatasi warga yang datang, karena pintu masuk “jalan tikus” ada beberapa. Bahkan, ada beberapa warga yang memanfaatkan moment itu untuk foto selfi. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu

Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?

Fakfak_ Memasuki hari ketiga pasca musibah tebing bergeser dan longsor pada Rabu (10/1) lalu di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>