Home / Headline / Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?

Bandara Torea Belum Tahu Kapan Dibuka, Benarkah Wings Nekat Terbang Tanpa ijin Besok?

Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu
Landasan pacu Bandara Torea Fakfak, dibersihan manual dengan sapu

Fakfak_ Memasuki hari ketiga pasca musibah tebing bergeser dan longsor pada Rabu (10/1) lalu di Bandara Torea Fakfak, pihak bandara belum bisa memastikan, kapan bandara akan dibuka untuk penerbangan. Sebelumnya, pihak Bandara Torea telah meminta ijin perpanjangan Notam Closed. Demikian dijelaskan Kepala Bandara Torea Fakfak, Khalek Ginuni siang tadi (13/1) di lokasi musibah.

“Kami belum sanggup, belum bisa memastikan kapan bandara akan kembali dibuka. Tergantung kesiapan di lapangan,” jelas Khalek. “Notam closed yang kami minta akan berakhir Minggu, 14 Januari besok. Melihat kondisi saat ini, nampaknya akan kami minta ijinn perpanjangan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, ditengah situasi semrawut ini, benarkah pilot wings air akan nekat terbang besok?

“Tadi pilotnya melihat situasi landasan. Dia bilang, dia berani terbang di landasan sepanjang 1.000 meter, tanpa penumpang. Rencananya Minggu besok. Tetapi kami tidak memberikan ijin. Kalau mereka nekat terbang, itu tanggung jawab mereka,” terang Khalek.

Mike, pimpinan agen Wings Air di Fakfak, melalui SMS mengaku belum mendapat informasi perihal akan terbangnya pesawat wings air, besok.

“Selamat sore. Belum ada info, Pak,” jawabnya singkat.

Siang tadi, di area landasan ujung timur, dimana musibah tebing bergeser sejauh 50 meter mendekati landasan, sehingga mengakibatkan 1 orang pekerja tertimbun dan telah ditemukan meninggal dunia, masih dilakukan pembersihan.

3 ekskavator dan 5 truk dikerahkan untuk membersihkan sisi utara landasan, yang masih banyak teronggok lonsoran berupa batu-batu besar dan tanah.

Menurut Khalek, pihaknya mentargetkan pekerjaan pembersihan akan membersihkan minimal 7 meter dari landasan.

“Untuk sementara 7 meter dulu agar bandara bisa dibuka,” kata Khalek.

Selain itu, beberapa staf dan pekerja Bandara Torea Fakfak, menyapu landasan serta memungut sampah-sampah yang ditiinggal masyarakat, saat menyaksikan upaya pencarian dan evakuasi korban beberapa hari lalu.

“Kalau di Bandara kelas I, ada alat khusus untuk membersihkan landasan. Kalau disini, Bandara kelas III, tidak ada. Makanya kami menggunakan sapu. Nanti juga akan disemprot air,” ujar salah seorang pekerja.

Mengingat pembersihan masih akan memakan waktu yang cukup lama, Khalek Ginuni meminta perhatian dan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

“Pemerintah daerah harus membantu kami. Kan banyak rekanan pemda yang memiliki alat dan bisa dibantukan disini, agar bandara cepat bisa beroperasi,” pinta Khalek.

Mengutip ilmuterbang.com, yang dimaksud Notam (Notices To Airmen) adalah informasi terbaru yang belum tercantum di peta atau charts, mengenai keadaan bandara, sistem lalu lintas udara nasioanl (National Airspace System) termasuk navigasi. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Jenazah Fandi tiba di ruang jenazah RSUD Fakfak

Setelah 40 Jam, Korban Tebing Bergeser Bandara Torea Akhirnya Ditemukan

Fakfak_ Setelah sekitar 40 jam tertimbun material longsoran setinggi 20 meter sejak Rabu (10/1) siang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>