Home / Headline / Alhamdulillah, 2 Korban Air Terjun Kayuni Sudah Ditemukan

Alhamdulillah, 2 Korban Air Terjun Kayuni Sudah Ditemukan

Lokasi musibah, air terjun kayuni di Kampung Kayuni, Fakfak. Indah tapi berbahaya.
Lokasi musibah, air terjun kayuni di Kampung Kayuni, Fakfak. Indah tapi berbahaya.

Fakfak_ Penantian panjang nan melelahkan, yang dirasakan keluarga korban musibah air terjun kayuni di Kampung Kayuni, Distrik Kayuni, Kabupaten Fakfak, akhirnya berakhir. Korban atas nama Nur Ahmad Aulia Basri (15) yang beralamat di depan Plaza Telkom Puncak Fakfak, dan Aulia Wildan I.N Heremba (15) yang tinggal di Wagom, Fakfak, berhasil ditemukan dan kini berada di rumah duka.

Marsiano Gevano Makale (15) yang merupakan salah satu korban juga, hingga Rabu pagi (13/12) ini, belum ditemukan. Sedangkan satu korban lainnya, Agung Ferdiansyah (16) berhasil selamat, meski mengalami cidera.

Penemuan kedua jenazah ini hanya berselang beberapa menit, saat wartawan meninggalkan lokasi musibah. Dengan tidak adanya akses komunikasi, kabar penemuan jenazah baru diketahui sekitar 45 menit, setelah rombongan wartawan tiba di kota.

Musibah wisata air terjun kayuni yang terjadi pada Senin (11/12) lalu ini, mengakibatkan empat siswa SMA Negeri 1 Fakfak, hanyut dilanda air bah atau banjir yang datang tiba-tiba. Air bah besar sebagai akibat hujan lebat di puncak gunung itu, menyapu ketiganya. Akibatnya, satu orang selamat, sedangkan tiga siswa lainnya, saat itu, hilang dalam gulungan air.

Peristiwa hilangnya tiga siswa berusia 15 tahun ini langsung diketahui masyarakat Fakfak, lantaran ada video dan foto detik-detik banjir yang viral di media sosial facebook.

Dalam video yang beredar, terekam dua korban yang berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri. Namun kuatnya arus air, membuat upaya mereka sia-sia.

Sementara itu, pada foto yang beredar, ada gambar foto selfi sepasang remaja yang menampakkan gambar keempat korban sedang berdiri di lokasi musibah. Dua korban mengenakan baju berwarna hitam, seorang mengenakan kaos dalam putih, dan seorang lagi mengenakan baju warna merah. Saat itu, ketinggian air sungai masih dibawah dengkul. Kabarnya, foto ini diambil beberapa saat sebelum air bah menerjang.

Dalam pantuan media ini, pada Selasa (12/12) kemarin, tim SAR dari Basarnas Pos Fakfak yang dibantu masyarakat, menyusuri sepanjang sungai. Basarnas juga melakukan beberapa kali penyelaman. Namun keruhnya air sungai pasca banjir, menyebabkan tim SAR mengalami hambatan. Batas pandang di dalam air sungai, kurang dari 1 meter.

Banyak keluarga korban yang menunggu di lokasi kejadian. Bahkan beberapa orang tua rela menunggu kepastian nasih buah hatinya, di bibir sungai.

Salah seorang anggota Basarnas, Abdi D Takamokan menyampaikan, terbatasnya visibility cukup menghambat kerja penyelam.

“Selain visibility penyelam yang sangat terbatas, dalam cekungan di lokasi musibah juga ada hambatan. Penyelam merasakan adanya tarikan arus air yang kuat, sehingga bisa membahayakan penyelam,” jelas Abdi.

Lokasi dimana musibah terjadi, memang berbahaya bagi kegiatan wisata atau berenang. Air bah atau banjir yang datang, sulit diketahui oleh korban. Pasalnya, posisi mereka di bawah, dan terhalang tanjakan tinggi. Selain itu, suara gemuruh air bah tidak akan terdengar, lantaran teredam oleh suara gemuruh air di sekitar mereka.

Abdi D Takamokan mengusulkan agar lokasi tersebut diberi rambu peringatan, bahkan dilarang dimasuki. Wisatawan yang ingin menikmati sejuknya air sungai, hanya dibolehkan di lokasi yang tidak berbahaya.

Rencananya, kedua jenazah korban, siang ini akan dimakamkan. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Tangga yang dipenuhi lumut, menjadi licin dan berpotensi bahaya

Wisata Pantai Jalan Baru Berlumut, Besi Mencuat, Membahayakan Pengunjung

Fakfak_ Wisata pantai di Jalan Baru yang baru berusia beberapa bulan, perlu mendapat perhatian pemerintah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>